IMCB

LDK-A IMCB Semarang 2026/2027: Rise & Lead: IMCB Activist Development Program

Pada hari Kamis, tanggal 18 Desember 2025, IMCB Region Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan pengembangan aktivis berjudul “Rise & Lead: IMCB Activist Development Program”. Acara ini berlangsung dari pukul 11.00 hingga 13.00 WIB dan diselenggarakan oleh pengurus serta aktivis IMCB. Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi aktivis B29 yang baru saja diterima, dengan total kehadiran sebanyak 30 peserta. Program ini dirancang sebagai ruang awal pembinaan untuk membangun pemahaman organisasi,

kepemimpinan, serta kesiapan aktivis dalam berkontribusi secara aktif. Tujuan utama kegiatan ini selaras dengan nilai BINUS Graduate Attributes, yaitu Collaboration, Growth Mindset, dan Initiative, sebagai fondasi dalam membentuk aktivis yang adaptif dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi utama yang dibawakan oleh Ketua Regional IMCB Semarang, Jip Tyrone Ativiirya Janaprasetya. Materi yang disampaikan mencakup topik leadership, pengenalan organisasi dan kepanitiaan, serta penjelasan terkait administrasi dan operasional, termasuk dasar pengelolaan keuangan organisasi. Melalui sesi ini, peserta diajak untuk memahami peran strategis aktivis dalam menjaga keberlanjutan organisasi serta pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan kolaboratif. Penyampaian materi berlangsung interaktif dan memberikan gambaran nyata mengenai dinamika kerja di dalam IMCB.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja periode berikutnya oleh Ketua Regional IMCB Semarang terpilih periode 2026/2027, Christian Nathanael Surojo. Selain itu, peserta juga mendapatkan wejangan dan refleksi dari Ketua Umum IMCB sebelumnya, Valencia Alvina Angelica, yang membagikan pengalaman serta pembelajaran selama masa kepemimpinannya. Acara ini juga menjadi momen perkenalan kepengurusan IMCB yang baru, yang dipimpin oleh Ketua Umum terpilih, Lintang Prasomya Pulangasih. Melalui sesi ini, peserta diharapkan dapat mengenal struktur organisasi, nilai kepemimpinan, serta arah gerak IMCB ke depan.

Sebagai penutup rangkaian utama, peserta mengikuti sesi diskusi dan sharing terkait hasil Focus Group Discussion serta presentasi antar calon aktivis. Sesi ini dirancang untuk memicu critical thinking, kolaborasi, dan inisiatif peserta agar lebih sadar terhadap aspek yang perlu diperbaiki dan dievaluasi, baik dari sisi individu, tim, maupun lintas divisi. Acara juga diselingi dengan sesi ice breaking untuk membangun keakraban dan memperkuat hubungan antar aktivis. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan sentimen yang sangat positif. Peserta terlihat antusias, suasana acara hangat dan menyenangkan, serta proses transfer knowledge berlangsung dengan baik. Program ini meninggalkan kesan yang positif dan menjadi langkah awal yang kuat dalam membentuk aktivis IMCB yang siap tumbuh, berkolaborasi, dan memimpin.

Lintang Prasomya