
Source: https://www.visit-misato.jp/infopage/kakashimura/
Bayangkan berjalan di sebuah desa pegunungan yang sunyi di Jepang, lalu melihat seorang petani sedang bekerja di ladang, anak-anak duduk di halte bus, dan beberapa warga bercengkerama di pinggir jalan. Namun, saat didekati, ternyata mereka bukan manusia sungguhan, melainkan boneka orang-orangan sawah. Pemandangan unik ini dapat ditemukan di Kakashimura, sebuah desa yang terkenal karena dihuni oleh ratusan boneka berukuran manusia.
Kakashimura, atau yang lebih dikenal sebagai Desa Nagoro, terletak di Prefektur Tokushima, Jepang. Desa kecil yang berada di wilayah pegunungan Pulau Shikoku ini menarik perhatian wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri karena suasananya yang tidak biasa. Di berbagai sudut desa, pengunjung dapat menemukan boneka-boneka yang ditempatkan seolah-olah sedang menjalani aktivitas sehari-hari.

Source : https://www.visit-misato.jp/infopage/kakashimura/
Keberadaan boneka-boneka tersebut bermula dari seorang warga bernama Ayano Tsukimi. Sekitar awal tahun 2000-an, Ayano membuat sebuah boneka menyerupai ayahnya yang telah meninggal. Setelah itu, ia mulai membuat lebih banyak boneka untuk menggantikan penduduk desa yang telah meninggal atau pindah ke kota. Seiring berjalannya waktu, jumlah boneka terus bertambah hingga mencapai ratusan, bahkan melebihi jumlah penduduk yang tersisa di desa tersebut.
Di balik keunikannya, Kakashimura menyimpan gambaran mengenai masalah sosial yang dihadapi banyak daerah pedesaan di Jepang, yaitu penurunan jumlah penduduk dan urbanisasi. Banyak generasi muda memilih pindah ke kota untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan, sehingga desa-desa di daerah terpencil mengalami penyusutan populasi yang signifikan. Boneka-boneka di Nagoro menjadi simbol sekaligus pengingat akan perubahan demografi yang sedang terjadi di Jepang.
Meskipun demikian, Kakashimura berhasil menarik wisatawan yang penasaran dengan pemandangan unik tersebut. Pengunjung dapat berjalan menyusuri desa, berfoto dengan berbagai boneka yang ditempatkan di sekolah, halte bus, sawah, maupun rumah-rumah penduduk. Suasana desa yang tenang berpadu dengan keberadaan ratusan boneka menciptakan pengalaman wisata yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Source : https://miyoshi-tourism.jp/spot/107/
Kakashimura bukan hanya sekadar destinasi wisata yang unik, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang perubahan sosial di pedesaan Jepang. Di tengah sunyinya desa, boneka-boneka tersebut seolah menjadi simbol kenangan terhadap orang-orang yang pernah tinggal dan menghidupkan Nagoro
Penulis: Bernard Reginald Tansa (2902635765)
