A Space For The Unbound – Prologue: Awal Mula Petualangan Supernatural Atma

Artikel ini mengandung spoiler dari cerita game Space for The Unbound
A Space For The Unbound ini merupakan game dari pembuat developer Mojiken dengan publishernya Toge Production yang dimana game ini mengisahkan sebuah cerita petualangan dari sisi karakter utama di dalam game ini yang bernama Atma dengan nuansa lingkungan penduduk di indonesia pada umumnya yang dibaur dengan beberapa hal magis yang abstrak.

read more

Berdasarkan bentuk prolog game ini yang sudah di rilis sejak 2020 ini dapat saya buat konklusi awalnya bahwa Atma adalah seorang siswa sma yang juga sekaligus menjadi co-writer dari salah satu temannya yang bernama Nirmala yang membuat cerita mengenai fantasi yang diceritakan di awal cutscene dari game ini. Bentuk petualangan yang dialami sang karakter Atma ini penuh dengan keabstrakan dalam ceritanya seperti Nirmana yang tau bahwa ada buku merah yang dapat membantu atma untuk masuk ke dalam alam sadar seseorang dan juga bisa melihat masalah yang sedang dihadapi orang yang dimasuki alam sadarnya, kucing Nirmala yang dapat membantu mengantar atma sendiri kerumahnya, dan bisa membawa salah satu benda dari dunia aslinya ke dalam dunia alam sadar seseorang tersebut dan dapat digunakan untuk menyelesaikan puzzle atau masalah yang ada dalam pikiran orang tersebut.

 

Selain hal itu, saya juga menyadari ada satu hal yang janggal dari game prolognya dimana saya bisa melihat salah satu perempuan berambut pendek yang muncul di background game prolognya selama saya bermain game tersebut dimana pada bagian akhir cutscene dari game ini sendiri karakter yang sama muncul dan akhirnya kita diperkenalkan si perempuan berambut pendek itu yang bernama Raka, yang bila saya liat dari bentuk bagaimana cara dia muncul baik itu background maupun bagian ending scene dimana ia muncul mengenggam cahaya yang awalnya juga sih atma sendiri saya bisa beranggapan atau menebak bahwa karakter Raka untuk rilis penuhnya akan jadi alasan kemagisan sendiri untuk cerita Atma di gamenya nanti. Dan satu hal lain yang menurut saya keren dari game ini yaitu dimana ada fitur untuk dapat mengelus kepala kucing di jalan.

 

Dari bentuk demo atau dari bentuk prolog game tersebut bisa saya katakan bahwa game ini berhasil membawa suasana yang biasanya saya temui di daerah indonesia dengan pixelartnya yang memanjakan mata, walaupun di dalam deskripsi game tersebut menyatakan bahwa mereka membawa konsep suasana tahun 90-an yang ada di indonesia, saya masih kurang yakin untuk mengenai hal tersebut karena saya sendiri tidak lahir di tahun atau era tersebut. Namun untuk keseluruhan kultur dan bentuk bangunan rumah bisa saya katakan sangat terlihat dan tertangkap dalam game ini.

Pembawaan musik yang dibuat oleh Masdito “Ittou” Bachtiar yang ada pada game ini juga menangkap memberikan rasa tenang sendiri yang sangat berpadu dengan bentuk visual yang dibawakan oleh game ini, dan dalam permainannya pun saya dapat perasaan merinding di bagian akhir credit scene.

Secara keseluruhan prolog game ini sendiri sudah bisa menarik perhatian saya untuk dapat memainkan game ini yang akan di keluarkan dengan versi ceritanya yang lengkap kedepannya. Akankah semua yang saya asumsukan akan terjadi dan muncul di game terserbut, atau mungkin plot cerita dari game tersebut dapat membuat saya terkejud lebih dalam lagi?. Untuk sekarang saya hanya bisa berkesimpulan dari game prolognya saja, dan menurut saya game yang dibuat oleh developer mojiken ini memang sangat direkomendasikan dan sangat menjanjikan bagi kalian yang suka dengan game yang berfokus pada jalan cerita.