Fangshen dan Bakti Sosial 2026: Sukatā Sānti Vindati
Fangshen dan Bakti Sosial merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun oleh Keluarga Mahasiswa Buddhis Dhammavaddhana (KMBD). Tahun ini, KMBD BINUS @Bekasi menyelenggarakan kedua kegiatan tersebut dengan tema “Sukatā Sānti Vindati” yang berarti perbuatan baik akan membawa kedamaian.
Fangshen adalah praktik pembebasan makhluk hidup, yang merupakan salah satu ajaran penting dalam agama Buddha. Melalui kegiatan Fangshen ini, para peserta membebaskan makhluk hidup yang telah dibeli atau diperoleh, kemudian melepaskannya kembali ke alam bebas. Praktik ini mengajarkan untuk menghargai setiap kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya, sejalan dengan ajaran cinta kasih universal dalam agama Buddha. Selain itu, Bakti Sosial adalah kegiatan berbagi bersama masyarakat, di mana setiap individu untuk menyadari kondisi sesama dan menggunakan kesempatan yang dimiliki untuk saling menolong. Melalui bakti sosial, para mahasiswa belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya datang dari apa yang diterima, tetapi juga dari apa yang dapat diberikan kepada orang lain.
Rangkaian kegiatan ini dimulai pada hari Minggu, 3 Mei 2026 pukul 09.00 WIB dengan Bakti Sosial di Panti Asuhan LPA Guna Nanda. Awal dari acara dibuka oleh MC Chintya, dan dilanjutkan oleh kata sambutan dari ketua event, ketua region, dan Ibu Metta selaku perwakilan panti. Setelah itu, anak-anak diajak bermain games yang sudah disiapkan oleh panitia, yaitu uler-uleran sebagai pemanasan dan dilanjut dengan kotak pos. Pada games kotak pos, anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok, dan pemenang dari setiap kelompok menerima set alat tulis sebagai hadiah. Lalu, kegiatan di panti ditutup dengan pembagian hadiah dan snack, serta sembahyang bersama.
Selanjutnya, panitia melanjutkan perjalanan ke Vihara Cetiya Theravada Dhamma Viriya untuk kegiatan Fangshen. Di sana, para peserta mengikuti Puja Bakti dan sesi sharing bersama Romo Hanjaya dengan topik “Healing Through Letting Go”. Pada sesi sharing tersebut, Romo Hanjaya menjelaskan bahwa melepaskan bukan berarti kehilangan, melainkan proses menyembuhkan diri dari kemelekatan yang menjadi sumber penderitaan. Setelah sesi sharing, dilanjutkan dengan Puja Bakti bersama yang dipimpin oleh Romo untuk mendoakan burung-burung yang akan dilepas. Lalu, dilanjut dengan pelepasan burung pipit ke alam sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan.
Melalui pelaksanaan kegiatan Fangshen dan Bakti Sosial tahun ini, diharapkan bahwa setiap individu dapat menumbuhkan rasa hormat yang tidak berhenti seiringnya berakhirnya acara, mengingatkan bahwa setiap makhluk layak dihargai dan dilindungi secara bersama. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang berempati, peduli dengan sesama, bertanggung jawab. Sehingga mahasiswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

