Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMHI) BINUS University kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) HIMHI 2026 di Rumah Belajar Ciliwung Ceria, Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada 5, 6, 13, 20, dan 27 September 2026. Pada tahun ini PKM HIMHI mengangkat tema “Diplomat Cilik Peduli Dunia: Aksi Lokal untuk Dampak Global” dengan tagline “Kecil Bergerak, Dunia Berdampak! Think Global, Act Local.”
Melalui kegiatan ini, HIMHI BINUS University berupaya memperkenalkan nilai-nilai dasar Hubungan Internasional kepada anak-anak di Rumah Belajar Ciliwung Ceria (RBCC) melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran global sejak dini sekaligus mengajarkan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan sekitar.
PKM HIMHI 2026 mengusung metode experiential learning, yaitu pembelajaran melalui pengalaman langsung. Dengan metode ini, anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berpartisipasi dalam permainan edukatif, simulasi, diskusi, dan berbagai aktivitas kreatif yang disesuaikan dengan usia mereka.
Rangkaian kegiatan dibagi menjadi lima pertemuan dengan topik yang berbeda. Pada pertemuan pertama pada tanggal 5 September 2026, peserta diajak mengenal keberagaman budaya, bahasa, bendera, dan identitas negara. Materi tersebut dikemas melalui permainan serta aktivitas mewarnai bendera dan mengenal sapaan dari berbagai negara untuk menanamkan sikap saling menghargai perbedaan.
Pada pertemuan kedua pada tanggal 6 September 2026, peserta mempelajari pentingnya menjaga ekosistem laut melalui edukasi mengenai dampak sampah plastik, simulasi penyelamatan penyu, dan kegiatan menghias tote bag. Aktivitas ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta mendorong anak-anak untuk menerapkan kebiasaan yang lebih bertanggung jawab.
Selanjutnya, pertemuan ketiga pada tanggal 13 September 2026 berfokus pada kerja sama dan perdamaian. Melalui materi mengenai komunikasi dan sikap diplomatis, serta praktik membuat gelang persahabatan, peserta diajak memahami pentingnya saling membantu, berkomunikasi dengan baik, dan menyelesaikan masalah tanpa pertengkaran.
Pada pertemuan keempat pada tanggal 20 September 2026, pembelajaran diarahkan pada nilai empati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui materi antiperundungan dan pembuatan Pohon Kebaikan, peserta diperkenalkan pada pentingnya membangun hubungan yang positif dengan orang lain sekaligus menjaga lingkungan.


