NATIONAL CYBER WEEK 2025

Cyber Security Community (CSC) BINUS University baru saja melaksanakan annual flagship event mereka, yaitu National Cyber Week (NCW) 2025. Acara yang bertujuan untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia cybersecurity ini berlangsung pada 5–6 Desember 2025 dengan format yang memadukan workshop edukatif dan kompetisi Capture The Flag (CTF). Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Vito Tantra Putra selaku General Manager NCW 2025, serta dipandu oleh MC Kevin Diaz Pramono dan Marianne Soebekti.

Bayu Aji saat memaparkan materi ‘Web Penetration Testing Methodology’
Sesi foto bersama dengan Bayu Aji

Sesi edukasi pada hari pertama (Jumat, 5 Desember 2025) diisi dengan dua workshop eksklusif yang digelar di Ruang M2CD, Kampus BINUS Syahdan. Sesi pagi dimulai dengan materi “Web Penetration Testing Methodology” yang dibawakan oleh Bayu Aji, seorang praktisi yang dikenal sebagai legenda di bidang OSINT. Dalam sesi ini, Kak Bayu membagikan wawasan komprehensif mengenai metodologi pentesting web, teknik Open Source Intelligence (OSINT), serta kerentanan keamanan yang terangkum dalam OWASP Top 10. Peserta workshop juga dibekali panduan teknis menggunakan checklist WSTG (Web Security Testing Guide) serta cara menyusun laporan (reporting) dan penilaian risiko (risk rating) yang sesuai dengan standar industri dunia nyata.

Felix Alexander saat memaparkan materi “Offensive AI/ML”

Memasuki sesi siang di lokasi yang sama, pembahasan beralih ke topik yang lebih futuristik, yakni “Offensive Adversarial AI for Red Teaming”. Materi ini dipandu langsung oleh Felix Alexander dan rekannya, Clario Adorabell Johan. Sesi ini mengajak peserta menyelami kerangka kerja praktis dalam pengujian penetrasi berbasis AI, mulai dari strategi penilaian risiko di jalur MLOps pipeline hingga skenario serangan model black-box dan white-box.

Clario Adorabell Johan saat memaparkan materi “Offensive AI/ML”

Pembahasan kian mendalam saat pemateri mengupas ancaman terkini, seperti kerentanan pada produk turunan LLM (seperti MCP), penyalahgunaan deepfakes untuk phishing dan Social Engineering, hingga serangan terhadap layanan Facial Recognition. Sesi ditutup dengan studi kasus teknis (hands-on), di mana peserta belajar membuat adversarial examples untuk mengelabui neural networks menggunakan metode PGD dan FGSM, serta mendemonstrasikan teknik supply chain attack untuk memanipulasi model agar lolos dari deteksi keamanan seperti Huggingface PickleScan.

Sesi foto bersama dengan Felix Alexander dan Clario Adorabell Johan

Puncak kemeriahan NCW 2025 terjadi pada hari kedua (Sabtu, 6 Desember 2025) dalam babak final Capture The Flag (CTF) yang berlangsung di Ruang 800, Kampus BINUS Anggrek. Berbeda dari kompetisi pada umumnya, final kali ini menghadirkan tantangan unik berupa IoT Hacking. Hal ini menjadi gebrakan istimewa karena NCW 2025 sukses mencatatkan sejarah baru sebagai kompetisi CTF pertama di Indonesia yang menghadirkan tantangan IoT Hacking di babak final.

Babak penyisihan Jeopardy

Persaingan dimulai dengan 10 tim teratas yang bertarung sengit di sesi CTF Jeopardy pada pagi harinya. Dari pertempuran strategi tersebut, hanya 4 tim dengan skor tertinggi yang berhak melaju ke babak pamungkas untuk menaklukkan tantangan utama: IoT Hacking selama 3 jam penuh.

Babak Final IOT hacking

Setelah melewati fase eliminasi dan pertarungan akhir yang melelahkan, tim dengan nama unik “plis ada kategori blockcen, soalnya fahrul mau tampil di ncw 2025” berhasil keluar sebagai Juara 1. Tim yang beranggotakan Steven Setiawan, Bimantoro Widyadana, dan Muhammad Fachrudin Firdaus dari Universitas Indonesia ini berhak membawa pulang hadiah utama senilai Rp5.000.000 .

Posisi kedua diamankan oleh tim “Manarul Ilmi Enjoyer” dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, yang digawangi oleh Daniel Dhaniswara, Evandra Raditya, dan Umar . Sementara itu, gelar Juara 3 jatuh kepada tim “Sotong Almost saD”, sebuah tim kolaborasi lintas kampus (Universitas Diponegoro, Universitas Sains dan Teknologi Komputer, dan BINUS University) yang terdiri dari Rafi Nur Ardiansyah, Praditya Fajar Ramadhan, dan Robby Abdillah Zam Zami .

Para juara National Cyber Week 2025 berfoto bersama pada sesi Awarding Night.

Rangkaian acara ditutup meriah dengan sesi Awarding Night dan foto bersama di lokasi yang sama. Melalui NCW 2025, CSC BINUS berharap dapat terus mencetak talenta-talenta baru yang siap menghadapi evolusi ancaman siber mulai dari keamanan web tradisional hingga secure AI engineering di masa depan.a