Malware

Pengertian Malware

Mungkin sebagian besar dari kita pernah mendengar kata malware. Tapi tahukah kalian, kalau kata “malware” itu terdiri dari 2 kata? Kata malware terdiri dari kata malicious yang berarti jahat dan software yang berarti perangkat lunak dan/atau data yang diprogram untuk melakukan suatu hal. Dari kata-kata tersebut dapat disimpulkan bahwa malware merupakan perangkat lunak yang sengaja dirancang untuk membahayakan atau merusak komputer, server, laptop, dan masih banyak lagi.

Jenis-Jenis Malware

Malware merupakan pengertian secara garis besar untuk perangkat lunak yang berbahaya. Berikut merupakan beberapa malware yang sering ditemukan:

a. Virus

Virus merupakan malware yang menyebar di dalam sebuah sistem dan mengganggu penggunaannya. Biasanya virus komputer dibuat untuk menyebabkan kegagalan sistem, merusak data, membuang-buang sumber daya komputer, atau mencuri informasi pribadi. Contoh dari virus adalah virus FAT.

b. Worms

Worms merupakan malware yang mirip seperti virus. Namun bedanya apabila virus membutuhkan interaksi khusus (di-klik) oleh user, worms tidak memerlukan hal tersebut. Worms dapat memperbanyak dirinya sendiri serta menginfeksi komputer lain yang berada dalam suatu jaringan. Contoh dari worms adalah the morris worm.

c. Spyware

Spyware merupakan malware yang merekam aktivitas dari suatu komputer. Contohnya apabila user yang komputernya terkena spyware sedang menginputkan username dan password dari suatu website. Maka spyware akan merekam semua ketikan yang diinputkan dan nantinya akan dikirim ke pembuat spyware tersebut. Contoh dari spyware adalah keylogger.

d. Trojan

Trojan merupakan malware yang terlihat seperti progam resi dan aman sehingga pengguna tidak sadar bahwa program tersebut berbahaya. Tetapi begitu pengguna menggunakannya, trojan kemudian dapat memata-matai dan mencuri data sensitif di perangkat pengguna. Contoh dari trojan adalah emotet.

e. Ransomware

Ransomware merupakan malware yang melakukan enkripsi pada semua file dalam suatu komputer. Untuk melakukan deskripsi dari enkripsi yang dilakukan oleh malware, maka user yang terkena ransomware akan diminta untuk membayar sejumlah uang. Biasanya orang yang menyebarkan atau membuat ransomware meminta pembayaran dalam bentuk bitcoin agar tidak dapat ditelusuri. Contoh dari ransomware adalah wannacry.

Cara Malware Menyebar

Malware dapat menyebar atau disebar dengan berbagai cara. Berikut beberapa cara yang digunakan oleh attacker untuk menyebarkan malware:

  • Attachment pada e-mail.
  • Link/url yang tersebar dimana-mana (di chatting platform, forum-forum, website, dll).
  • Aplikasi crack atau bajakan (bahkan apabila website tersebut sudah mengatakan pasti aman).

Tidak hanya itu, malware biasanya memanfaatkan vulnerability yang ada pada aplikasi maupun operating system dari suatu komputer. Oleh karena itu, aplikasi maupun operating system seringkali memberikan update berupa security update untuk menutup vulnerability yang ada pada versi sebelumnya.

Cara Mengidentifikasi

Untuk mengidentifikasi apakah file tersebut merupakan virus atau tidak, kita dapat melakukan hal-hal berikut:

a. File yang tidak meyakinkan tersebut bisa dimasukkan ke website virustotal.com. Dari website tersebut akan terlihat apakah file tersebut merupakan virus atau tidak.

Contoh malware apabila dimasukkan ke virustotal.com.

Contoh file biasa (bukan malware) apabila dimasukkan ke virustotal.com

Dari kedua gambar tersebut dapat terlihat bahwa file yang berisi malware akan memberikan warning pada website virustotal.com. Serta dapat dilihat jenis malware apa yang ada pada file tersebut.

b. Menggunakan antivirus yang legit (berbayar), misal Kaspersky, AVG Antivirus, dll. Dengan menggunakan antivirus yang berbayar, akan lebih meyakinkan karena lisensi yang digunakan merupakan lisensi resmi. Hal ini juga mengurangi kemungkinan penyebaran malware melalui aplikasi/software crack

Cara Mencegah Agar Tidak Terkena Malware

Lebih baik mencegah daripada mengobati (ASEEKKK), berikut adalah cara-cara yang kami sarankan agar tidak terkena malware.

a. Memasang antivirus

Tips pertama, kalian dapat menggunakan antivirus (bukan yang crack ya manteman). Antivirus dapat mencegah malware-malware tertentu agar tidak tereksekusi dan dikarantina secepatnya.

b. Melakukan update OS dan aplikasi secara berkala

Operating system maupun aplikasi yang lawas seringkali memiliki vulnerability  yang dapat membahayakan keamanan pengguna. Oleh sebab itu, menggunakan aplikasi terbaru dapat membantu mencegah malware  menyerang komputer Anda.

c. Menghindari menggunakan aplikasi bajakan

Aplikasi bajakan umumnya telah mengalami perubahan yang dapat mengandung malware. Seringkali pengguna tidak sadar bahwa aplikasi yang diunduh secara bajakan mengandung malware yang akan tereksekusi ketika user menginstallnya.

d. Menghindari mengunjungi halaman web berbahaya

Malware seringkali terunduh secara tidak sengaja ketika Anda sedang berselancar di halaman web yang berbahaya atau sudah terinfeksi. Malware dapat terunduh ketika Anda secara tidak sengaja menekan atau membuka suatu objek. Contohnya apabila mengakses www.google.com dengan www.goog1e.com. Secara tulisan keduanya bisa dibaca sebagai google. Namun apabila diperhatikan lagi, yang satu menggunakan L dan yang lainnya menggunakan angka satu (1) sebagai pengganti huruf L.

https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-menghilangkan-malware/ 

https://educsirt.kemdikbud.go.id/assets/panduan/Cara-Mencegah-Serangan-Malware.pdf

Arjuna Accha Dipa & Erik Hendrawan