Loading
Loading...
Menu BINUS

2026 is the New 2016: The Return of Nostalgia

Era tahun 2026 menjadi lahirnya kembali era 2016 tidak hanya terlihat dari cara orang mengedit foto atau memilih lagu. Fenomena ini mulai merambah ke berbagai aspek budaya populer yang dulu pernah mendominasi internet. Salah satu contohnya adalah kembalinya Unicorn Frappuccino milik Starbucks yang sempat menjadi simbol tren makanan dan minuman paling ikonik pada 2017. Minuman berwarna-warni yang dulu memenuhi linimasa Instagram kini kembali hadir dan langsung memicu gelombang nostalgia di media sosial. Bagi banyak pengguna internet, produk seperti ini bukan sekadar minuman, melainkan pengingat akan masa ketika media sosial lebih banyak digunakan untuk bersenang-senang dibanding mengejar angka engagement atau validasi digital.

Di tengah kondisi tersebut, era 2016 dipandang sebagai masa yang lebih sederhana. Saat itu, unggahan foto buram, selfie dengan kualitas kamera seadanya, hingga status yang ditulis secara spontan justru menjadi hal yang lumrah tanpa takut dinilai oleh algoritma atau audiens yang terlalu besar.

Menariknya, sebagian besar orang yang ikut meramaikan tren “2026 is the new 2016” sebenarnya sedang mengenang sebuah versi ideal dari masa lalu. Bagi sebagian pengguna, tahun 2016 memang tidak selalu sesempurna yang dibayangkan. Namun, jarak waktu membuat berbagai kenangan tersebut terasa lebih hangat dan menyenangkan. Fenomena ini menunjukkan bagaimana internet tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga tempat manusia menyimpan memori kolektif yang dapat muncul kembali ketika kondisi sosial dan budaya berubah.

Di TikTok, unggahan bertema 2016 pun terus bermunculan. Mulai dari kompilasi lagu-lagu lama, tutorial edit foto ala VSCO, hingga video yang memperlihatkan kembali tren seperti galaxy leggings, choker necklace, dan penggunaan emoji yang berlebihan. Banyak kreator bahkan sengaja membuat konten dengan kualitas video yang diturunkan agar terlihat seperti direkam menggunakan ponsel satu dekade lalu. Alih-alih dianggap ketinggalan zaman, estetika tersebut justru dipandang unik dan autentik oleh generasi sekarang.

Pengaruh era 2016 juga merambah kuat ke ranah musik dan video pendek. Audio backsound yang mendominasi linimasa kini dipenuhi lagu-lagu rilisan 2016 yang pernah menjadi lagu kebangsaan internet, seperti Closer dari The Chainsmokers, Starboy dari The Weeknd, hingga tembang pop elektronik tropical house karya Major Lazer dan DJ Snake. Selain itu, gaya pembuatan konten juga bergeser ke format low effort yang mengingatkan publik pada era aplikasi Vine: potongan video pendek tanpa transisi rumit, lelucon receh spontan, mannequin challenge, hingga format daily vlog sederhana tanpa editan sinematik berlebihan.

Pada akhirnya, tren “2026 is the new 2016” memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu membuat orang ingin terus bergerak maju. Di tengah dunia digital yang semakin kompleks, banyak pengguna internet justru mencari kenyamanan dengan bernostalgia. Entah melalui lagu lama, filter jadul atau tantangan viral, satu hal yang pasti: internet mungkin sudah berubah, tetapi rasa rindu terhadap era yang dianggap lebih sederhana ternyata masih sangat hidup di kalangan generasi muda.

Reference: 

Beautynesia. (2026). Viral di media sosial tren 2026 is the new 2016, apa maksudnya?. Beautynesia.id. https://www.beautynesia.id/life/viral-di-media-sosial-tren-2026-is-the-new-2016-apa-maksudnya/b-314391

Disway Papua. (2026). 2026 is the new 2016: Kenapa budaya 10 tahun lalu kembali viral. Papua.disway.id. https://papua.disway.id/lifestyle/read/863/2026-is-the-new-2016-kenapa-budaya-10-tahun-lalu-kembali-viral

Radar Solo. (2026). 2026 is the new 2016, kenapa warganet kembali merindukan era media sosial lama. Radarsolo.jawapos.com. https://radarsolo.jawapos.com/lifestyle/2608110035/2026-is-the-new-2016-kenapa-warganet-kembali-merindukan-era-media-sosial-lama

RRI Serui. (2026). Viral fenomena nostalgia 2026 is the new 2016. Rri.co.id. https://rri.co.id/serui/berita-lain/2106791/viral-fenomena-nostalgia-2026-is-the-new-2016

Suara.com. (2026, 3 Februari). Trend 2026 is the new 2016 viral di TikTok, Gen Z nostalgia era jadul. Yoursay.suara.com. https://yoursay.suara.com/lifestyle/2026/02/03/192500/trend-2026-is-the-new-2016-viral-di-tiktok-gen-z-nostalgia-era-jadul

BBC News. (2026). Why 2016 nostalgia is taking over social media in 2026. https://www.bbc.com/news/articles/cwy1e605dvgo

Starbucks Coffee Company. (2026, July 20). Unicorn Frappuccino blended beverage makes its magical return later this summer. https://about.starbucks.com/press/2026/unicorn-frappuccino-blended-beverage-makes-its-magical-return-later-this-summer

Triyatno, A. (2026, August 11). 2026 is the new 2016: Kenapa warganet kembali merindukan era media sosial lama. Radar Solo. https://radarsolo.jawapos.com/lifestyle/2608110035/2026-is-the-new-2016-kenapa-warganet-kembali-merindukan-era-media-sosial-lama

Wikipedia contributors. (n.d.). 2026 is the new 2016. Wikipedia. Retrieved September 19, 2026, from https://en.wikipedia.org/wiki/2026_is_the_new_2016

Zadrozny, B. (2026, July 26). 2016 nostalgia is taking over the internet. NBC News. https://www.nbcnews.com/pop-culture/pop-culture-news/2016-nostalgia-internet-instagram-celebrities-influencers-rcna254493

 

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.