Loading
Loading...
Menu BINUS

WAVES OF CARE 2026/2027

Water Guardian : Small Actions for a Sustainable Future

Air dalam kehidupan manusia merupakan salah satu sumber daya utama yang berperan penting bagi seluruh kehidupan di bumi. Manfaat air begitu luas mulai dari merawat kesehatan tubuh, memelihara lingkungan alam, hingga menunjang berbagai aktivitas manusia. Mengingat pentingnya air bagi kehidupan, kesadaran terkait kebersihan air dan rangkaian kebiasaan baik untuk menjaga sumber daya ini,  perlu dipupuk sejak usia dini. Untuk itu, salah satu pendekatan yang sesuai untuk mulai memperkenalkan sumber daya air dan upaya menjaga keberlangsungannya kepada anak-anak bisa dilakukan melalui edukasi interaktif yang tidak hanya memaparkan materi namun juga melibatkan aktivitas seru yang berkesan bagi anak-anak.

Waves of Care 2026 merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Teach For Indonesia Student Community (TFISC) selama dua hari yaitu dari tanggal 10 dan 11 Juli di Panti Muhammadiyah Children Center Kembangan, di Srengseng Kota Jakarta Barat untuk mengajak anak-anak panti asuhan mengenai pentingnya untuk menjaga kualitas air, membangun kesiapan untuk kehidupan yang bersih, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dengan aktivitas pembelajaran yang bersifat interaktif. Peserta dalam kegiatan ini merupakan campuran antara anak SD dengan anak SMP yang bertempat di Panti Asuhan Muhammadiyah. Kegiatan ini sangat mendukung kehadiran anak-anak dalam memahami kegunaan air pada kehidupan sehari-hari dan mengapa hal tersebut sangat penting kami untuk menjaganya. Selama pelaksanaan kegiatan dalam dua hari, anak-anak akan mengalami kegiatan yang berlangsung secara edukatif, mengasyikan, dan hangat. Kegiatan akan berlangsung sesuai dengan format yang telah ditetapkan oleh panitia serupa yaitu memaparkan materi mengenai kegunaan terhadap air, bermain games dengan glitter berwarna hijau yang diperlihatkan sebagai kuman, memperagakan cuci tangan yang tepat agar kuman tersebut dapat hilang, dan melakukan aktivitas dalam pembuatan filter air yang telah dipandu oleh Panitia serupa. Melalui kegiatan ini diharapkan bahwa anak-anak mampu untuk menerapkan kebiasaan dalam menjaga kebersihan air dan mencuci tangan dengan benar dalam keseharian mereka.

 

Day 1

Kegiatan hari pertama dimulai pada pukul 14.30 WIB. Sebelum acara dimulai, para panitia berkumpul untuk mempersiapkan aula acara, mendistribusikan perlengkapan, dan ditutup dengan briefing seluruh panitia. Menjelang dimulainya acara, sebanyak 36 anak-anak peserta dipersilahkan untuk memasuki aula acara. Sepanjang kegiatan ini, anak-anak akan belajar dan mengikuti aktivitas secara berkelompok dan duduk bersama masing-masing panitia dan volunteer yang bertanggung jawab atas kelompok. Acara dibuka dengan doa bersama,  kata sambutan dari project manager, ketua umum, dan perwakilan panti asuhan. Kemudian dilanjutkan dengan ice breaking berupa games untuk meningkatkan suasana dan antusiasme anak-anak.

Memasuki inti acara, pemapar materi menyiapkan presentasi yang mengangkat topik luas terkait sanitasi air. Subtopik yang diangkat dalam pemaparan materi mencakup kegunaan air bagi alam dan manusia, perbedaan air bersih dan kotor, bahaya pencemaran air, cara menjaga kebersihan air, dan alasan serta langkah-langkah mencuci tangan. Sepanjang materi, pembicara aktif melakukan tanya jawab singkat untuk meningkatkan interaksi dengan anak-anak peserta. Materi ditutup dengan simulasi nyata diorama pencemaran air yang divisualisasikan dengan prakarya sederhana berupa botol plastik berisi sampah yang merepresentasikan saluran air tercemar. Pemapar materi mengajak beberapa anak untuk maju ke panggung dan menuangkan air bersih ke dalam diorama tersebut. Hasilnya, air bersih yang keluar dari saluran berubah menjadi air kotor yang keruh. Simulasi ini bertujuan untuk memberikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan, terutama melalui kebiasaan kecil membuang sampah pada tempatnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan “Bacteria Invisible Game”, sebuah permainan yang bertujuan menunjukkan perpindahan bakteri dari satu individu ke individu lainnya. Para peserta diberikan campuran glitter yang merepresentasikan bakteri. Setiap peserta membaurkan glitter ke telapak tangan dan saling berkontak tangan dengan peserta lainnya. Melalui permainan ini, para peserta mampu melihat bakteri yang biasa tak kasat mata, berpindah dan menyebar antar teman-teman melalui kontak fisik. Dengan tangan yang penuh dengan “bakteri”,  anak-anak peserta kemudian diarahkan untuk mencuci tangan di area sanitasi panti, di sini mereka bisa mempraktikkan cara mencuci tangan yang telah diajarkan sebelumnya dalam materi.

Seusai mencuci tangan, anak-anak peserta diarahkan untuk duduk kembali bersama kelompoknya. Kali ini lokasi kegiatan berpindah dari aula indoor ke gazebo outdoor. Pada sesi ini, anak-anak diajak untuk membuat filter air sederhana dengan botol plastik bekas dan bahan-bahan penyaring lainnya yang telah disediakan untuk setiap kelompok. Pemapar materi memberikan instruksi berupa langkah-langkah urutan bahan yang perlu disusun dalam botol secara berlapis. Setelah semua lapisan sudah tersusun lengkap, peserta menuangkan air kotor ke dalam filter air. Sebagai hasilnya, semua kelompok bersorak riang melihat air bersih yang perlahan mengalir, menandakan keberhasilan filter air yang telah dibuat bersama.

Peserta diarahkan untuk kembali ke dalam aula indoor, untuk melakukan sesi refleksi bersama. Pemandu acara mengajak beberapa anak untuk maju dan menyampaikan pendapat terhadap rangkaian kegiatan yang telah diikuti hari ini. Selanjutnya panitia membagikan stiker “Water Guardian Badge” sebagai bentuk apresiasi terhadap anak-anak yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Acara ditutup dengan penyerahan donasi secara simbolis kepada perwakilan panti asuhan, doa bersama, dan pembagian konsumsi kepada anak-anak peserta. Terakhir, dilakukan dokumentasi bersama seluruh panitia dan anak-anak peserta.

 

Day 2

Hari kedua kegiatan berlangsung pada tanggal 11 Juli 2026 pada pukul 09.00 pagi dan berakhir pada pukul 11.15 siang WIB. Terdapat sebuah perubahan suasana akibat kehadiran peserta yang berbeda dibandingkan dengan hari pertama. Seluruh rangkaian acara tidak dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah diberikan seperti dengan hari pertama. Kegiatan diawali dengan proses pembagian kelompok. Terdapat empat kelompok dengan masing-masing satu PIC dan volunteer. Pembagian pada kelompok dilakukan oleh pihak MC dengan membacakan nama-nama anak yang telah dicantumkan beberapa minggu sebelum acara dilaksanakan. Hal tersebut dilakukan agar memudahkan pelaksanaan aktivitas dan meningkatkan interaksi antar peserta. Pada sesi pertama, peserta mengikuti ice breaking games untuk melatih fokus, meningkatkan antusiasme, dan menciptakan suasana yang menyenangkan sebelum memulai sesi utama kegiatan. 

Memasuki sesi utama, panitia mulai menyampaikan materi mengenai kepentingan air dalam kehidupan sehari-hari. Pada sesi ini, anak-anak dijelaskan mengenai berbagai manfaat kegunaan air bagi manusia, mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak, dan minum. Selain itu, materi juga menyampaikan perbedaan antara air bersih dengan yang kotor, dampak negatif terhadap pencemaran air terhadap kesehatan dan lingkungan, pentingnya untuk mencuci tangan saat sebelum dan sesudah melakukan suatu aktivitas, serta melakukan penjelasan mengenai langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan benar. Penyampaian materi tidak hanya dilakukan sekadar pembahasan melalui slides PPT, panitia telah menyiapkan kegiatan serupa agar para anak-anak mampu untuk memahami materi yang disampaikan secara sederhana dengan memberikan gambaran dalam kehidupan secara nyata.

Kegiatan tersebut dimulai dengan permainan glitter. Setiap kelompok akan dibagikan empat box yang berisikan glitter berwarna hijau. Anak-anak akan diminta untuk mengambil glitter dalam setiap kotak, lalu menggosokan glitter tersebut pada tangan mereka dan melakukan aksi penyentuhan tangan dengan teman kelompok. Glitter tersebut dijadikan simbol terkait kuman, lalu aksi penyentuhan adalah pandangan mengenai cepatnya suatu kuman untuk berpindah hanya dengan genggaman sebuah genggaman tangan antara dua orang hingga lebih. Pada permainan glitter,  anak-anak terlihat sangat senang ketika diberikan instruksi untuk menyentuh glitter. Suasana pada ruangan dipenuhi dengan sangat hangat dan penuh dengan canda dan tawa, baik antara anak-anak hingga dengan panitia kegiatan. 

Selanjutnya, anak-anak diminta untuk mengikuti kegiatan proses mencuci tangan untuk menghilangkan kuman yang telah diberikan saat permainan glitter. Sesi tersebut dipandu oleh MC dan PIC kelompok sesuai dengan urutan kelompok yang diberikan. Seluruh anak melakukan praktik cuci tangan dipandu oleh panitia sambil mengamati bagaimana glitter yang sebelumnya menempel pada tangan dapat dibersihkan. Melalui praktik ini, anak-anak mampu untuk mengetahui pentingnya cuci tangan, tetapi juga memahami bahwa cuci tangan dapat dilakukan dengan teknik yang tepat agar kuman dapat sepenuhnya hilang. 

Berikutnya, anak-anak diarahkan untuk berpindah lokasi ke gazebo outdoor untuk mengikuti praktik pembuatan filter air dengan botol plastik sederhana. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menyusun berbagai lapisan bahan penyaringan dengan petunjuk yang telah diberikan oleh panitia. Kegiatan berlangsung dengan dampingan panitia dan volunteer untuk menjelaskan fungsi dan masing-masing dari bahan yang digunakan untuk proses penyaringan air. Setiap anak dipastikan memiliki kesempatan yang sama dalam memasukan bahan-bahan ke dalam botol plastik yang disediakan. Kegiatan praktik filter air mampu untuk menciptakan pengalaman belajar yang cukup terpenuhi dengan penjelasan sederhana sekaligus memahami perubahan dari air yang kotor hingga menjadi air yang bersih.

Menjelang berakhirnya kegiatan, anak-anak menunjukkan keceriaan saat diminta untuk melakukan refleksi terkait pembelajaran yang telah dilakukan. Mereka sangat antusias dalam menceritakan kembali materi yang mereka ingat dan aktivitas apa yang mereka sangat sukai. Setiap anak mampu untuk menjelaskan terkait kegiatan hari ini, hal tersebut menunjukkan bahwa mereka telah menerima penjelasan yang diberikan oleh panitia, baik secara materi maupun praktik. Sebagai penanda penutupan acara, panitia memberikan anak-anak bingkisan makan siang, stiker “Water Badge Guardian”, dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi dan partisipasi Panti Asuhan Muhammadiyah Children Center Kembangan selama kegiatan berjalan. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, panitia dan peserta melaksanakan sesi dokumentasi untuk mengabadikan moment kebersamaan selama kegiatan Waves of Care 2026.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.