Inspiring Hope, Illuminating Pathways
Pada tanggal 6–7, 9, dan 11–12 Juli 2026, TFISC menyelenggarakan program kerja PKM 2026: DARE TO EXPRESS di Yayasan Yatim Piatu Rasulullah SAW. Program ini mengusung tagline “Inspiring Hope, Illuminating Pathways” sebagai wujud komitmen TFISC dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang edukatif dan menyenangkan. Mengangkat konsep workshop interaktif, mentoring, serta pengembangan ekspresi diri melalui seni dan storytelling, PKM 2026: DARE TO EXPRESS dirancang menjadi ruang belajar yang hangat bagi anak-anak. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, anak-anak diajak untuk belajar dengan cara yang lebih dekat, menyenangkan, dan bermakna. Melalui kegiatan ini, TFISC berharap anak-anak dapat mengenali potensi diri, memahami emosi, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun kemampuan komunikasi dan interaksi sosial.
Selama lima hari pelaksanaan, kurang lebih 70 anak usia 6–13 tahun mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara bertahap. Setiap harinya diawali dengan ice breaking berupa tepuk semangat, permainan perkenalan nama, sambung gerak, dan gerak lagu yang perlahan mencairkan suasana. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dibawakan oleh para narasumber. Pada hari pertama, Amanda Fatimah Nugroho membawakan materi “Kenali Perasaanku” yang mengajak anak-anak memahami berbagai emosi yang mereka rasakan dan menyadari bahwa setiap perasaan layak untuk dikenali. Hari kedua, Ghina Nasywa Qonita menyampaikan materi “Hatiku Mau Bicara” sebagai ruang bagi mereka untuk belajar mengekspresikan isi hati dengan cara yang sehat dan jujur. Sementara itu, pada hari ketiga, Cecilia Jayanti membawakan materi “Aku Berani Jadi Diriku” yang menuntun anak-anak untuk menerima keunikan diri, mengenali kelebihan yang dimiliki, dan tumbuh dengan rasa percaya diri.
Beragam workshop kreatif turut menjadi bagian penting dalam kegiatan PKM 2026: DARE TO EXPRESS. Sebagai penguatan dari materi yang telah disampaikan, peserta mengikuti aktivitas seperti “Lukis Rasa”, “3 Kelebihan Aku”, “Pohon Kebaikan Kita”, dan “Puzzle Perasaan”. Melalui “Lukis Rasa”, anak-anak diajak menuangkan perasaan mereka ke dalam gambar dan warna, seolah memberi ruang bagi hati mereka untuk berbicara tanpa harus banyak berkata-kata. Pada sesi “3 Kelebihan Aku”, mereka belajar melihat sisi baik dalam diri sendiri, sesuatu yang sering kali terlupakan di tengah rasa ragu dan malu. Sementara itu, “Pohon Kebaikan Kita” mengajarkan bahwa kebaikan kecil yang dilakukan bersama dapat tumbuh menjadi sesuatu yang besar dan bermakna. Di hari berikutnya, “Puzzle Perasaan” membantu peserta memahami berbagai macam emosi melalui aktivitas kelompok yang kolaboratif. Setiap hasil karya kemudian dipresentasikan agar anak-anak dapat melatih keberanian berbicara sekaligus belajar menghargai pendapat teman-temannya.
Selain workshop, berbagai permainan edukatif seperti Ekspresi Berantai, Emosi Apa Itu?, Tiba-Tiba Emosi, Bangga, Ciut, Sorak, Stop!, hingga Misi Tolong Teman menjadi momen yang paling dinantikan oleh peserta. Melalui permainan tersebut, anak-anak belajar mengenali ekspresi emosi, bekerja sama dalam kelompok, melatih komunikasi, serta mengembangkan rasa empati terhadap teman. Tawa, sorak sorai, dan semangat peserta memenuhi setiap sesi permainan, menciptakan suasana yang hangat sekaligus penuh makna.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari terakhir melalui Mini Show, yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk menampilkan hasil pembelajaran dan latihan selama program berlangsung. Sebelum tampil, peserta menjalani sesi latihan dan gladi sebagai bekal untuk meningkatkan rasa percaya diri. Dengan penuh antusias, mereka menunjukkan keberanian untuk tampil di depan teman-teman, volunteer, dan para pendamping. Penampilan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang ketika diberikan kesempatan, dukungan, dan lingkungan yang positif. Setelah mini show, kegiatan ditutup dengan sesi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas usaha seluruh peserta serta pemberian sembako kepada pihak yayasan sebagai wujud kepedulian sosial TFISC.
Melalui PKM 2026: DARE TO EXPRESS, TFISC berharap setiap anak dapat membawa pulang pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna bagi perkembangan diri mereka. Program ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui aktivitas yang kreatif, edukatif, dan penuh empati. Lebih dari sekadar workshop dan permainan, PKM 2026: DARE TO EXPRESS menghadirkan ruang yang aman bagi anak-anak untuk belajar mengenali diri, berani mengekspresikan perasaan, membangun kepercayaan diri, serta merasakan bahwa mereka didengar, dihargai, dan didukung untuk terus bertumbuh. Semoga setiap tawa, cerita, dan pelajaran yang tercipta selama lima hari tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam melangkah menuju masa depan yang lebih baik.




