Loading
Loading...
Menu BINUS

HISHOT 2026 STUDY TOUR DALAM NEGERI (STDN) – ABOVE THE CLOUDS: CLOUD TECHNOLOGY IN ENTERPRISE PRACTICE BERSAMA AMAZON WEB SERVICES (AWS)

HIMTI BINUS University kembali menghadirkan salah satu rangkaian kegiatan HISHOT 2026, yaitu Study Tour Dalam Negeri (STDN), dengan tema “Above the Clouds: Cloud Technology in Enterprise Practice”. Tema ini diangkat untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai penerapan teknologi cloud dalam lingkungan perusahaan, khususnya dalam mendukung skalabilitas, keamanan, dan keandalan sistem. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi cloud serta memahami penerapannya secara langsung dalam dunia industri.

Kegiatan Study Tour Dalam Negeri HISHOT 2026 dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026, bertempat di Sinarmas MSIG Tower, Jakarta Selatan, di kawasan Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21. Kegiatan ini menghadirkan Amazon Web Services (AWS) sebagai pihak yang memberikan wawasan mengenai penggunaan teknologi cloud dalam praktik enterprise.

Rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan. Acara dipandu oleh Anugerah Bryan Prasetiyo selaku MC Study Tour Dalam Negeri HISHOT 2026. Sesi pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari Catherine Zaneta Adji selaku Chairman of HISHOT 2026, Kimmy Lousandria Lukito selaku Chairman of HIMTI 2026/2027, Bapak Fiqri Ramadhan Tambunan, S.Kom., M.Kom., selaku perwakilan dosen School of Computer Science, serta Bapak Bimo Yuwono Arie Prabowo selaku perwakilan Amazon Web Services.

Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai peran teknologi cloud dalam mendukung operasional perusahaan, mulai dari pengelolaan infrastruktur digital hingga pengembangan sistem yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan pengguna. Materi disampaikan oleh Hendry Anwar selaku Cloud Architect and Technical Advisor di Amazon Web Services. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa pemanfaatan cloud tidak terbatas pada penyimpanan data, tetapi juga mencakup pengelolaan aplikasi, penerapan keamanan, serta pemeliharaan ketersediaan layanan dalam skala besar.

Salah satu materi utama yang dibahas adalah penerapan arsitektur AWS dalam lingkungan enterprise. Peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan AWS yang bekerja bersama untuk membangun sistem yang aman, skalabel, dan andal. Dari sisi keamanan, layanan seperti AWS WAF, AWS Shield, dan Amazon CloudFront membantu melindungi sistem serta mengelola lalu lintas yang masuk. Sementara itu, layanan seperti Elastic Load Balancing, Amazon EKS, dan EC2 Auto Scaling mendukung pembagian beban kerja serta penyesuaian kapasitas infrastruktur ketika jumlah pengguna meningkat. Pemaparan ini menunjukkan bagaimana arsitektur cloud dapat membantu perusahaan mempertahankan performa layanan meskipun menghadapi lonjakan permintaan.

Selain skalabilitas dan keamanan, pembahasan juga menyoroti pentingnya pengelolaan data dan keandalan sistem. Peserta diperkenalkan dengan layanan seperti Amazon RDS untuk pengelolaan basis data, Amazon ElastiCache untuk mempercepat akses data melalui caching, Amazon SQS untuk mengatur antrian pesan, serta Amazon S3 untuk penyimpanan objek. Materi turut membahas penggunaan Amazon CloudWatch untuk pemantauan sistem, AWS Secrets Manager untuk pengelolaan informasi rahasia, serta AWS GuardDuty dan AWS Security Hub untuk membantu mendeteksi ancaman dan memantau keamanan. Penerapan berbagai layanan tersebut memperlihatkan bagaimana perusahaan dapat membangun sistem yang lebih terstruktur dan tetap beroperasi secara andal melalui distribusi infrastruktur di beberapa Availability Zones.

Tidak hanya membahas infrastruktur cloud, sesi ini juga memperkenalkan perkembangan Generative AI melalui Amazon Quick dan Kiro. Amazon Quick diperkenalkan sebagai asisten AI yang dapat membantu pengguna mengolah informasi, melakukan riset, menganalisis data, serta mendukung penyelesaian berbagai pekerjaan. Sementara itu, Kiro diperkenalkan sebagai agentic IDE yang membantu pengembang membangun aplikasi melalui proses penulisan, pengujian, dan penyempurnaan kode. Melalui materi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai bagaimana integrasi AI dapat mendukung produktivitas dan proses pengembangan perangkat lunak. Peserta juga diperkenalkan dengan Kiro Students Program, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa BINUS University untuk mengakses berbagai fitur Kiro, serta AWS Skill Builder sebagai platform pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan cloud dan mempersiapkan diri menghadapi sertifikasi AWS.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi interactive quiz melalui platform Kahoot dan dilanjutkan dengan kegiatan company tour. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan dan praktik kerja yang berkaitan dengan industri teknologi. Rangkaian kegiatan kemudian menjadi kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama sesi talkshow dengan penerapan teknologi dalam dunia profesional.

Melalui Study Tour Dalam Negeri HISHOT 2026 bertema “Above the Clouds: Cloud Technology in Enterprise Practice”, HIMTI berharap agar peserta dapat memperluas wawasan mengenai penerapan teknologi cloud dalam lingkungan perusahaan. Pengetahuan mengenai arsitektur cloud, keamanan, skalabilitas, keandalan sistem, serta pemanfaatan Generative AI diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk terus mengeksplorasi perkembangan teknologi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan industri digital di masa depan. Melalui HISHOT 2026, HIMTI turut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan perkuliahan, memperluas wawasan melalui interaksi langsung dengan industri, serta mengembangkan potensi diri di bidang teknologi informasi.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.