Sampah Plastik di Laut Indonesia

Indonesia merupakan sebuah Negara maritim yang artinya sebagian besar wilayahnya adalah perairan. Indonesia memiliki wilayah perairan umum seluas 54 juta hektar lebih (540 ribu 〖km〗^2) dan tercatat sebagai perairan umum terluas di Asia setelah China. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan upaya yang sangat luar biasa untuk memantau wilayah lautnya. Salah satu yang paling penting adalah menjaga perairan itu bebas dari sampah. Tentu kondisi ideal ini sangat sulit tercapai karena begitu besarnya aktivitas perairan, baik di laut lepas maupun di pelabuhan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat sepanjang tahun 2018 sampah plastik di laut Indonesia mencapai 615.674,63 ton. Kemudian turun menjadi 566.074,94 ton pada 2019. Dan pada 2020 terdapat sekitar 521.275,06 ton sampah plastik yang berada di laut Indonesia. Jumlah ini menurun sebanyak 15,3% dari dua tahun sebelumnya. Angka yang sangat tinggi ini Kebanyakan berasal dari kebocoran sampah daratan ke perairan dan kebocoran sampah dari aktivitas di lautan.

Sembilan dari 10 jenis sampah yang tersebar di lautan kebanyakan berasal dari bahan plastik, seperti sedotan, pengaduk, alat makan plastik, botol minum plastik, gelas plastik, kaleng minuman, tusuk lidi, lembaran plastik, tas, dan kemasan lainnya. Dapat dilihat pada data di bawah ini:


Gambar 1
https://www.google.com/search?q=grafik+sampah+plastik+di+laut+indonesia&tbm=isch&ved=2ahUKEwix2pvk7tbzAhXYNisKHfWZArMQ2-cCegQIABAA&oq=grafik+sampah+plastik+di+laut+indonesia&gs_lcp=CgNpbWcQAzoHCCMQ7wMQJzoFCAAQgAQ6BAgAEBhQhLgBWPzhAWDg4wFoAXAAeACAAY4BiAGQDZIBBDIyLjOYAQCgAQGqAQtnd3Mtd2l6LWltZ8ABAQ&sclient=img&ei=W-5uYfHAC9jtrAH1s4qYCw#imgrc=q7cHysHaxDKolM

Dengan melihat betapa fantastisnya jumlah sampah yang di hasilkan Indonesia, hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan peringkat kedua sebagai penyumbang sampah plastik ke laut di dunia atau berada satu posisi di bawah China sebagai negara peringkat pertama penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak di dunia. Grup Penelitian Jambeck mengeluarkan hasil riset mereka soal fakta sampah plastik di laut dalam Jurnal berjudul Plastic Waste Inputs from Land into The Ocean. Data tersebut mengesehkan posisi Indonesia berada di nomor dua sebagai penyumbang sampah plastik ke lautan di dunia.


Gambar 2:
https://www.google.com/search?q=data+sampah+plastik+di+indonesia+2020&sxsrf=AOaemvK45Gxao3efs3k-aD-0W0Z5N4IwFw:1634662381021&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwjl_bD099bzAhWKfn0KHQTJDQ0Q_AUoAnoECAEQBA&biw=1366&bih=695&dpr=1#imgrc=rVgoVRLyNvmgBM

Sampah – sampah plastik ini mengancam setidaknya 800 spesies. Hal itu terungkap dari hasil penelitian yang diterbitkan Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati (United Nations Convention on Biological Diversity) pada 2016. Sebanyak 40% adalah mamalia laut dan 44% lainnya merupakan spesies burung laut. Data ini kemudian diperbarui pada Konferensi Laut PBB di markas New York, Amerika Serikat pada 2017. Konferensi menyebut limbah plastik di lautan telah membunuh 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura – kura laut dan ikan – ikan dalam jumlah besar setiap tahunnya. Sampah plastik ini dapat menyebabkan penyumbatan dan infeksi usus. Ada juga beberapa mamalia laut menganggap bahwa sampah ini merupakan makanan, sehingga hal ini akan berujung pada kematian mamalia laut terutama species cetacea (seperti paus dan lumba – lumba).

Oleh karena itu, kita sebagai manusia harusnya membuang sampah pada tempatnya. Hal ini harus kita lakukan demi menjaga ekosistem perairan di Indonesia yang kaya akan berbagai macam mamalia laut dan bahkan terumbu karang yang sangat indah. Jika sampah – sampah sudah tersebar di laut maka lama kelamaan mamalia laut akang mati akibat ulah kita sendiri.

Referensi:
Fakhri Hermansyah. (2021, Februari 24). “Selamatkan Laut dari Sampah Plastik”. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2021 melalui https://indonesia.go.id/kategori/budaya/2539/selamatkan-laut-dari-sampah-plastik#:~:text=Jumlahnya%20antara%20480%20ribu%2D1,masuk%20ke%20laut%20dan%20pesisir.
Nurhadi Sucahyo. (2021, Januari 28). “Indonesia Terbebani Setengah Juta Ton Sampah di Laut Per Tahun”. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2021 melalui https://www.voaindonesia.com/a/indonesia-terbebani-setengah-juta-ton-sampah-di-laut-pertahun/5755053.html
Antara. (2021, Juli 2021). “KLHK Catat Setengah Juta Ton Sampah Plastik di Lautan Indonesia”. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2021 melalui https://tirto.id/klhk-catat-setengah-juta-ton-sampah-plastik-di-lautan-indonesia-ghxv
Gemawan Dwi Putra. (2019, Juli 27). “Sampah Plastik Laut, Mengancam dan Berbahaya”. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2021 melalui https://indonesiabaik.id/infografis/sampah-plastik-laut-mengancam-dan-berbahaya

Rico Frenaldi Tokanto