Diplomasi Budaya Indonesia Melalui Alat Musik Tradisional

Indonesia sebagai negara berkembang yang luas tentu saja memiliki keberagaman yang dapat ditinjau dalam berbagai aspek. Suku, agama, ras, budaya, norma, hingga alat musik tradisional Indonesia yang beragam menjadi salah satu ciri khas dari bangsa Indonesia itu sendiri. Seiring berjalannya waktu, kekayaan bangsa Indonesia tersebut berhasil berkembang menjadi salah satu alat kontestasi yang digunakan Indonesia dalam menjalankan strategi politiknya di arena politik internasional. Mengingat peran instrumen diplomasi merupakan hal yangsangat penting di tengah era kontemporer, keberagaman yang dimiliki Indonesia tersebut berkembang menjadi soft power yang cukup efektifdan efisien(Khatrunada & Alam, 2019).

Sumber: Tirto.id

Kebudayaan lokal yang beragam di Indonesia juga bermuara pada keberagaman alat musik tradisional yang dimiliki oleh Indonesia. Alat-alat musik tradisional tersebut memiliki ciri khas masing-masing yang selaras dengan kebudayaan atau norma sosial tempat alat musik tradisional tersebut berkembang. Sebagai negara yang memiliki kekayaan dari keberagaman alat musiknya, Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di mata publik internasional. Salah satu alat musik tradisional yang aktif dipromosikan oleh bangsa Indonesia adalah Gamelan (Yudoyono, 1984).

Sumber: indonesikaya.com

Dilansir dari laman Detik.com, alat musik Gamelan merujuk terhadap alat musik tradisional yang di daerah Jawa Tengah, Bali, dan Lombok. Alat musik ini diyakini telah dipelajari oleh bangsa Indonesia sejak zaman pengaruh Hindu-Buddha di kawasan Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan adanya penggambaran alat musik Gamelan yang tergambar di relief candi Borobudur dan Prambanan. Alat musik Gamelan memiliki fungsi sebagai pengiring pertunjukkan wayang ataupun sebagai alat musik pengiring seni tari. Namun, seiring berkembangnya zaman alat musik Gamelan juga dapat digunakan sebagai pertunjukkan seni musik yang dibarengi dengan seorang penyanyi sinden.

Penggunaan budaya sebagai media diplomasi merupakan sebuah cara yang dinilai cukup efisien dalam menjalankan kebijakan politik (Khatrunada & Alam, 2019). Hal tersebut sangat berguna untuk mempromosikan citra sebuah bangsa yang mengarah kepada pembentukan relasi antar negara yang didasari atas rasa percaya. Hal tersebut secara tidak langsung juga berdampak terhadap kepentingan nasional sebuah negara dari sisi ekonomi, politik, stabilitas, dan aspek-aspek lainnya. Hal ini juga yang terus diupayakan oleh Indonesia melalui International Gamelan Festival pada tahun 2018. Selain bertujuan untuk memperkenalkan gamelan ke publik internasional, festival tersebut digelar untuk menyebarkan pesan-pesan diplomasi yang dikemas dengan pertunjukkan budaya (Khatrunada & Alam, 2019).

 

Referensi

Itsnaini, F. M. (2021). Gamelan: SEJARAH, Fungsi, Dan Instrumen Warisan Budaya. detikedu. Retrieved September 28, 2021, from https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5504099/gamelan-sejarah-fungsi-dan-instrumen-warisan-budaya.

Khatrunada, S. A., & Alam, G. N. (2019). Diplomasi Budaya Indonesia melalui International Gamelan Festival 2018 di Solo. Padjadjaran Journal of International Relations (PADJIR), 1(2).