Resesi Pada Masa Pandemi

Sumber foto: shutterstock.com

 

COVID-19 yang membuat seluruh dunia memasuki masa pandemi sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Dampak negatifnya pun mulai terlihat saat penurunan ekonomi mulai dilaporkan oleh negara-negara, dimana resesi dialami oleh sejumlah negara karena penurunan yang sangat signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan penjualan ritel, peningkatan jumlah pengangguran, negatifnya produk domestik bruto (PDM), dan lain-lain sebagai indikator suatu negara mengalami resesi. Akibat pandemi, setidaknya terdapat tujuh negara yang mengalami resesi, yaitu Korea Selatan, Singapura, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, dan Italia.

Peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat terjadi karena penurunan drastis pada investasi yang dapat berpengaruh pada lapangan pekerjaan yang hilang. Efek dari resesi akan menjadi domino dan mempengaruhi banyak hal dimana jika tidak diatasi akan berdampak negatif seperti inflasi maupun kredit perbankan yang macet. PDB nasional juga dapat menurun jika terjadi pemerosotan produksi jasa dan barang. Cadangan devisa dan minusnya neraca perdagangan juga dapat berpengaruh.

Sumber foto: SHUTTERSTOCK/ J.J GOUIN

Dampak pandemi virus Corona menuai kritik dari berbagai pihak karena pada kuartal II, PDB Indonesia mengalami minus sebesar 5,32 persen. Sejak krisis 1999, ini merupakan angka terendah. Terkait penanganan virus Corona, kebijakan yang ada mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal I. Namun, karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pertumbuhan ekonomi di kuartal II jauh lebih buruk lagi daripada sebelumnya. Berbagai regulasi dan skema yang dilakukan pemerintah dapat membantu untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Angka PHK yang melonjak mempengaruhi daya beli dan konsumsi masyarakat. Dampak dari pandemi COVID-19 menahan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi mereka seperti sebelum pandemi terjadi.

Belum normalnya industri yang beroperasi juga berkontribusi pada keterlambatannya ekonomi untuk berkembang. Tidak dapat dicegahnya virus Corona untuk masuk ke Indonesia sangat berpengaruh besar. Karena jika negara gagal dalam mengatasinya, maka akan sulit bagi kondisi ekonomi untuk tumbuh. Dalam memperbaiki kondisi ekonomi maupun mengurangi dampak buruk pandemi, penentuan prioritas negara di masa pandemi ini akan sangat berpengaruh. Terjaganya ekonomi Indonesia dapat dibantu oleh tingkat konsumsi rumah tangga yang dapat diperkuat dengan adanya penambahan anggaran.

Referensi
Akbar, J. (2020, Agustus 5). Tentang Resesi Ekonomi dan yang Harus Dipersiapkan. Retrieved from Kompas: https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/05/070300765/tentang-resesi-ekonomi-dan-yang-harus-dipersiapkan?page=all
Kompas. (2020, Agustus 10). Jokowi di Tengah Jepitan Pandemi dan Ancaman Resesi. Retrieved from Kompas: https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/10/100858065/jokowi-di-tengah-jepitan-pandemi-dan-ancaman-resesi?page=all

Author: Lita Soeryani | IRB News

Editor: Andini Jasmin H. G. | IRB News

Lita Soeryani