Loading
Loading...
Menu BINUS

Studi Banding 2026, ArchiScape : Bali Edition Exploring Identity, Designing Tomorrow

HIMARS ArchiScape: Bali Edition – Exploring Identity, Designing Tomorrow

HIMARS BINUS merupakan organisasi mahasiswa Arsitektur Universitas Bina Nusantara yang menjadi wadah pengembangan akademik, kreativitas, dan sosial, serta memiliki program kerja wajib berupa STUBAN 2026 (Studi Banding) yang bertujuan memperluas wawasan melalui kunjungan ke universitas lain; pada periode ini kegiatan STUBAN dilaksanakan kedua kalinya dari tanggal 19 Agustus 2026 – 23 Agustus 2026 bersama Universitas Warmadewa, Firma Kadecons Architect & Construction, dan Studio WNA dengan tema HIMARS ArchiScape: Bali Edition – Exploring Identity, Designing Tomorrow, sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan, memahami sistem organisasi, serta membangun jejaring antar mahasiswa arsitektur dan para arsitektur.

Hari Pertama, 19 Agustus 2026

Hari pertama dimulai dengan perjalanan dini hari dari Jakarta menuju Pelabuhan Ketapang menggunakan transportasi bus. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 25 jam 50 menit. Memang perjalanan yang membutuhkan banyak sekali waktu dan tenaga untuk terus duduk di bus menunggu hingga sampai di tujuan. Tentu saja, harus dilalui dengan penuh semangat, canda tawa, dan tentunya tidur yang berkecukupan. Jangan lupa untuk terus berdiri sejenak untuk meregangkan badan di rest area dan makan sesuai waktunya.

Hari Kedua, 20 Agustus 2026

Perjalanan masih cukup panjang, karena pada hari kedua kami masih berada di Pulau Jawa, hingga pada dini hari sudah sampai di Pelabuhan Ketapang, perjalanan ini tentunya memberikan kesan menarik karena menaiki kapal menuju Pelabuhan Gilimanuk dengan kondisi gelap. Semua orang masih berusaha untuk meningkatkan energi masing-masing dengan beristirahat. Ada satu hal yang menarik, yaitu ketika beberapa orang telat menaiki bus yang sudah keluar duluan. Alhasil, beberapa orang harus berjalan menuju bus. Kunjungan pertama adalah destinasi Monumen Bajra Sandhi, sebuah monumen sejarah yang menceritakan bagaimana perjuangan Bali. Pada destinasi ini, peserta mendapatkan banyak pelajaran dan sejarah yang baru diketahui. Selanjutnya, untuk mengisi perut, peserta memulai makan siang di Tuang Sedana, lalu melanjutkan perjalanan menuju Nuanu, dimana pada tempat ini, peserta dapat mengekspor berbagai banyak hal yang ada disana karena tempatnya yang begitu luas. Tentunya, peserta datang dengan senyum dan bersama dosen. Peserta dan panitia menikmati pemandangan yang indah, 3d space movie, berfoto bersama, melihat alpaka yang berasal dari Australia. Malamnya, diawali dengan menikmati barbeque yang sudah disiapkan dengan tambahan pizza dan minuman dingin. 

Hari Ketiga, 21 Agustus 2026

Kunjungan pertama pada hari itu adalah Universitas Warmadewa, dimana peserta bertemu dengan teman-teman mahasiswa arsitektur bali, pastinya kami berbagi pengalaman, program kerja, kehidupan kuliah bagaimana dengan masing-masing divisinya. Untuk mengenalnya lebih dekat, diadakannya sesi sharing session dan membuat konten bersama. Mahasiswa arsitektur HMA Sanatana Dharma sangat menyambut dengan baik dari saat datang hingga saat sudah akan berpisah. Kunjungan kedua setelah dari Universitas Warmadewa adalah Firma Kadecons Architect & Construction. Tentu ini merupakan pengalaman pertama karena dalam program kerja STUBAN, terdapat kunjungan ke firma. Saat peserta sampai. Peserta disambut hangat oleh kakak-kakak yang bekerja disana, peserta dijelaskan bagaimana proses kerja disana, dan tentunya bertemu dengan head architect secara langsung dan memaparkan materi yang sangat berguna dimana peserta diajarkan cara mempersiapkan diri ketika ingin magang, perbedaan dari kuliah menuju magang atau kerja, dan bahkan memberikan tips agar peserta tidak perlu terlalu stress dalam memikirkan konsep. Peserta sangat dihargai, dan pastinya peserta tidak akan menyia-nyiakan waktu, peserta bisa bertanya secara langsung bagaimana firma kadecons bekerja. 

Hari Keempat, 22 Agustus 2026

Peserta berkunjung ke Studio WNA pada pagi hari dimana studio tersebut menggunakan bambu-bambu dalam bangunan mereka, yang tentu saja ini merupakan hal yang berbeda dari yang ada di Jakarta sehingga ini dapat memberikan peserta banyak pelajaran dan bagaimana bambu bisa memberikan ketahanan, keawetan, dan aesthetic. Materi dibawa oleh head architect sehingga jika ada yang peserta ingin bertanya lebih langsung, bisa ditanyakan langsung. Selain itu, peserta ada diberikan contoh hasil maket, perabotan, alat-alat yang digunakan seperti alat ukur yang dibuat sendiri menggunakan bahan-bahan seperti bambu. Setelah dari Studio WNA, peserta kembali ke villa untuk menyiapkan diri masing-masing melakukan aktivitas bebas, tak lupa untuk saling mengabari melalui grup chat yang sudah dibuat. 

Hari Kelima, 23 Agustus 2026

Hari terakhir berada di Bali. Awali dengan bangun pagi dan sarapan agar tubuh menjadi lebih kuat. Aktivis direncanakan dimulai di pagi hari agar ketika sampai di tujuan, tidak terlalu malam dan melewati batas supir. Peserta lalui dengan makan siang dan pergi ke tempat oleh-oleh. Perjalanan ini tentunya diimbangi dengan mendengar sambil menyanyikan lagu, bermain game, tidur, dan tentu saja mengobrol bersama yang lain. Sesuai dengan perkiraan, kami sampai di tujuan pada sore hari.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.