BSLC CLASS 2026

Pada tanggal 30 Mei 2026, BSLC menggelar BSLC Class 2026, yang bertema VISTA: From Dream to Study Abroad” yang merupakan seminar sekaligus talkshow yang membahas mengenai persiapan studi ke luar negeri. Acara ini digelar di ruang 808 Binus Kemanggisan Kampus Anggrek pada pukul 13.00 WIB. Hadirnya acara ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan insight mengenai persiapan serta suka dan duka studi ke luar negeri dari pembicara, Yuriko Prastiyo, seorang konselor yang sudah memiliki pengalaman membina mahasiswa dan melaksanakan studi ke luar negeri.


BSLC Class 2026 VISTA Utama

BSLC CLASS 2026

Acara BSLC Class dimulai dengan kedua MC (Cynthia dan Jessy) yang menyambut para peserta yang telah hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan melakukan doa bersama untuk memohon kelancaran proses berlangsungnya acara. Selanjutnya, kata sambutan disampaikan oleh Ketua Umum BSLC periode 2025/2026, Angela Octaviana, beserta sambutan dari Project Manager program kerja BSLC Class 2026, Rimeylinda Ariela.


Kata Sambutan oleh Angela Octaviana

Kata Sambutan oleh Angela Octaviana, Ketua Umum BSLC 2026.


Kata Sambutan Project Manager

Kata Sambutan oleh Rimeylinda Ariela, Project Manager BSLC Class 2026.

Pembicara Yuriko Prastiyo dipersilakan oleh MC untuk memulai seminar mengenai persiapan studi ke luar negeri. Dalam sesi ini, kak Yuriko mengajak peserta untuk mengingat kembali alasan mengapa ingin studi ke luar negeri sebagai bentuk motivasi sebelum membahas materi secara lebih mendalam. Kak Yuriko kemudian menjelaskan berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan studi ke luar negeri. Salah satu manfaat utamanya adalah kesempatan untuk membangun jejaring internasional. Dengan menjalin hubungan sosial dengan sesama mahasiswa internasional, mahasiswa dapat membangun relasi secara global yang berpotensi meningkatkan peluang karier di masa depan.


Sesi Materi oleh Kak Yuriko

Sesi Materi oleh Kak Yuriko Prastiyo

Dalam sesi ini, kak Yuriko juga memaparkan materi mengenai kebutuhan yang perlu dipersiapkan ketika merencanakan studi ke luar negeri. Hal-hal mulai dari pola pikir, tujuan karir, pendanaan, hingga dokumen menjadi kewajiban ketika mendaftar ke universitas bergengsi pada skala internasional. Ia juga membagikan tips serta saran ketika melaksanakan interview untuk menerima beasiswa studi ke luar negeri. Salah satu tips yang diberikan adalah menjelaskan kegiatan maupun pencapaian selama masa perkuliahan secara mendetail. Hal tersebut dapat memberikan kesan yang lebih mendalam, membedakan dari kandidat lain, serta memperkuat alasan sebagai calon awardee.

Selanjutnya, Kak Yuriko membagikan informasi mengenai berbagai beasiswa internasional yang dapat menjadi peluang bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Ia menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing program beasiswa sekaligus memberikan gambaran singkat mengenai negara yang ingin dituju. Salah satu beasiswa pendidikan internasional yang terkenal yaitu LPDP yang disediakan oleh pemerintah Indonesia bagi masyarakat yang ingin melaksanakan studi ke luar negeri. Akan tetapi, beasiswa ini memiliki persyaratan bahwa awardee wajib kembali ke Indonesia sebagai bentuk pengabdian kepada negara. Negara Jerman dengan beasiswa DAAD cocok untuk mahasiswa yang ingin mempelajari engineering beserta IT. Sedangkan negara Amerika dengan Fulbright scholarship merupakan salah satu beasiswa yang cukup menjanjikan, membawa mahasiswanya ke kampus-kampus ternama di Amerika Serikat seperti MIT dan Yale. Meskipun demikian, peserta tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi dan kebijakan negara tujuan studi, sebelum menentukan pilihan beasiswa.

Setelah memaparkan materi seminar yaitu persiapan studi luar negeri, pembicara menjelaskan materi mengenai pengalamannya studi ke luar negeri yang dilaksanakan dalam bentuk talkshow dan dibawa oleh MC sebagai pembawa acara. Sesi talkshow hadir sebagai wadah bagi peserta untuk memperoleh lebih banyak insight dengan metode yang lebih santai dengan obrolan dan diskusi. Dalam sesi ini, MC membahas topik yang sering dialami ketika melakukan studi ke luar negeri seperti culture shock, bagaimana manajemen keuangan di luar negeri, serta apa yang bisa dilakukan bila rindu pada tanah air.


Sesi Talkshow

Sesi Talkshow dengan Kak Yuriko Prastiyo

Dalam sesi ini, kak Yuriko membagikan pengalamannya selama menempuh studi di Rusia dan China, terutama terkait culture shock yang ia alami ketika berpindah dari kedua negara tersebut. Ia menjelaskan bahwa lingkungan perkuliahan di Rusia memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan yang ia temui di China. Menurut pengalamannya, sistem perkuliahan di Rusia cenderung memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi mahasiswa dalam menjalani proses belajar. Namun, saat mengikuti program pertukaran pelajar di China, ia menemukan budaya belajar dan etos kerja yang berbeda. Di China, tekanan perkuliahan lebih tinggi dan mahasiswa di sana terbiasa belajar dengan waktu yang sangat panjang menghabiskan waktu di sekitar kampus mulai dari siang hingga sore untuk mempelajari kembali materi. Meskipun sempat mengalami tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru, ketertarikannya terhadap bidang yang dipelajari menjadi motivasi baginya untuk tetap semangat menjalani perkuliahan.


Sesi QnA

Sesi QnA dengan Kak Yuriko Prastiyo

Dalam sesi QnA, peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan mengenai informasi yang lebih mendalam terkait studi ke luar negeri serta meminta saran dan insight dari narasumber yang telah berpengalaman. Salah satu peserta bertanya mengenai negara apa saja yang cocok untuk dituju apabila ingin studi mengenai supply chain. Dalam sesi ini, Kak Yuriko merekomendasikan beberapa negara yang sudah unggul dalam bidang tersebut, seperti China dan Australia. Dengan menempuh studi di negara-negara tersebut, peserta tidak hanya berkesempatan memperdalam ilmu dan wawasan terkait supply chain, tetapi juga memiliki peluang karir yang lebih luas di masa depan.


Sesi Pemberian Sertifikat

Sesi Pemberian Sertifikat kepada Kak Yuriko Prastiyo

Setelah sesi Q&A berakhir, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat pembicara kepada Kak Yuriko Prastiyo yang diserahkan oleh Project Manager BSLC Class 2026, Rimeylinda Ariela. Selanjutnya, MC memandu sesi foto bersama antara peserta dan pembicara sambil memegang spanduk BSLC Class 2026 yang diabadikan oleh tim publikasi dan dokumentasi. MC kemudian menyampaikan ucapan terimakasih kepada pembicara dan seluruh peserta yang telah hadir pada acara BSLC Class 2026 – VISTA: From Dream to Study Abroad. Sebelum acara berakhir, MC memandu doa bersama untuk memanjatkan rasa syukur atas berjalannya acara. Setelah itu, peserta diarahkan untuk mengisi exit ticket dan mengambil benefit konsumsi yang dibagikan oleh panitia acara. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh wawasan dan informasi yang bermanfaat mengenai persiapan studi ke luar negeri. Ucapan terima kasih dan apresiasi juga diberikan kepada Kak Yuriko Prastiyo selaku pembicara yang telah membagikan pengalaman dan insight yang berharga, kepada seluruh peserta yang telah hadir, serta kepada seluruh panitia BSLC Class 2026 yang telah bekerja sama dan berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Sampai bertemu di kegiatan BSLC berikutnya! BSLC, Learning Is Fun!

Sesi doa penutup acara serta pembagian exit ticket.