
BINUS Mandarin Club (BNMC) kembali mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Aktivis XXVII (LDKA-XXVII) dengan tema “One Vision, One Team” yang sarat makna. Tema ini diangkat dengan tujuan membentuk sikap kepemimpinan calon aktivis BNMC agar mereka mampu bertanggung jawab atas tugas dan tantangan di masa depan, memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi kesulitan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan di lingkungan sekitar. Acara ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan hard skill dan soft skill, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara anggota BNMC.
Pelatihan kepemimpinan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai visi, misi, nilai-nilai, serta peran seorang aktivis di organisasi. Selain itu, kegiatan ini melatih peserta dalam penyelesaian masalah, komunikasi efektif, disiplin, serta tanggung jawab, sehingga selaras dengan nilai-nilai BNMC. Dengan semangat tersebut, LDKA-XXVII diharapkan menjadi langkah awal yang kuat bagi calon aktivis dalam menjalankan peran mereka di BNMC.
Pelatihan diawali dengan peserta memasuki Zoom Meeting dan mengisi entry ticket sebagai bagian dari administrasi acara. Selanjutnya, peserta mengerjakan pre-test sebagai bahan evaluasi awal. Hubert Wong sebagai MC membuka acara dengan sapaan hangat, memperkenalkan tema “One Vision, One Team”, dan memimpin doa pembuka. Setelah itu, aturan pelatihan dibacakan agar semua peserta memahami jalannya kegiatan.
Selanjutnya, Hubert menjelaskan sesi dan kegiatan yang akan berlangsung selama acara. Para pengurus BNMC 2026 memberikan materi penting yang meliputi pengenalan BNMC dan SIC, proposal acara, MoA (Memorandum of Agreement), LPJ (Laporan Pertanggungjawaban), dan rencana anggaran dan laporan keuangan. Materi kepemimpinan juga diberikan oleh Hubert, yang menekankan pentingnya sikap tangguh dan adaptasi dalam organisasi. Peserta menyimak dan mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan. Acara diakhiri dengan doa penutup, dokumentasi, dan pengisian exit ticket sebagai evaluasi acara hari pertama.
Pada hari kedua LDKA-XXVII, peserta berkumpul di Kampus Syahdan sebagai lokasi utama kegiatan. Acara dimulai dengan proses pengisian entry ticket sebelum Hubert membuka acara dengan kata sambutan yang penuh semangat. Setelah doa pembuka dan pembacaan aturan, Hubert memimpin peserta dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne BINUS, menumbuhkan rasa kebersamaan dan semangat nasionalisme di antara peserta.
Selanjutnya, Daniel Chow dan Kathleen Kaymora Amayatama selaku Ketua Umum dan Ketua Regional Kemanggisan memimpin sesi refleksi diri, yang bertujuan agar peserta dapat mengakui kesalahan yang mereka lakukan pada hari pertama. Sesi refleksi ini menjadi momen introspeksi yang mendalam, sebelum peserta memasuki sesi sharing dengan alumni BNMC. Dalam sesi ini, Karen Athaa Sasmita dan Gwenda Tannia Suryasamudra sebagai alumni BNMC berbagi pengalaman dan wawasan berharga tentang bagaimana menghadapi tantangan dalam organisasi serta membagi waktu dengan kuliah yang efektif.
Setelah sesi sharing, peserta diberikan pengarahan terkait pengerjaan proposal. Dalam sesi ini, Kathleen memberikan briefing mengenai langkah-langkah pembuatan proposal, diikuti dengan sesi pengerjaan dan revisi proposal secara berkelompok. Setelah proposal selesai, peserta mengumpulkan hasil kerja mereka sebelum melanjutkan ke sesi berikutnya, yaitu briefing mengenai pendanaan serta pencarian pembicara untuk Mini Event yang dijelaskan oleh Kathleen. Peserta diberikan kesempatan untuk memahami strategi dalam mencari sumber pendanaan serta negosiasi harga dengan narasumber yang sesuai untuk acara yang mereka rancang.
Setelah waktu istirahat dan ibadah, peserta kembali berkumpul untuk mempersiapkan simulasi Mini Event. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil kerja mereka, dengan Daniel dan Victoria Tansanjaya memberikan masukan serta komentar yang membangun. Simulasi Mini Event ini menjadi ajang bagi peserta untuk menerapkan keterampilan manajerial dan komunikasi yang telah mereka pelajari selama pelatihan.
Setelah simulasi Mini Event, Hubert kembali membawa acara ke pembagian divisi aktivis, di mana nama aktivis akan ditampilkan di layar dan dibacakan oleh Manager divisi masing-masing. Setelah pembagian divisi aktivis selesai, acara memasuki tahap akhir dengan mobilisasi ke ruang K2C untuk proses pelantikan.
Dalam sesi pelantikan, Daniel mengalungkan lanyard BNMC kepada peserta sebagai simbol pengukuhan mereka sebagai aktivis BNMC 2027. Selanjutnya, pembacaan janji aktivis dipimpin oleh salah satu aktivis yaitu Ryu Tanimihardja, yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta. Momen ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian LDKA-XXVII, menandai komitmen para peserta untuk berkontribusi dalam BNMC dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Acara diakhiri dengan doa penutup, dokumentasi bersama, serta pengisian exit ticket sebagai evaluasi keseluruhan kegiatan. Dengan berakhirnya LDKA-XXVII, diharapkan para aktivis baru BNMC dapat mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang mereka peroleh untuk membawa BNMC ke arah yang lebih baik di masa mendatang.
