Library of Purpose 2026
Day 1 – Rumah Yatim Kemang
Hari pertama acara Perpustakaan Bermakna 2026 diadakan pada hari Sabtu, 4 Juli 2026. Bertempat di Rumah Yatim Kemang, acara ini merupakan bagian dari program kerja Teach For Indonesia Student Committee (TFISC) di Universitas BINUS. Tujuan acara ini adalah untuk memperkenalkan literasi keuangan kepada 16 anak panti asuhan, berusia 10 hingga 18 tahun, melalui pengalaman belajar yang edukatif dan kolaboratif. Dengan tema “Smart Money Starts Early”, acara ini diselenggarakan agar anak-anak dapat memahami konsep dan nilai uang. Sepanjang acara dua hari ini, anak-anak akan memahami pentingnya mengelola uang sejak usia muda, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, dan membangun kebiasaan positif dalam membuat keputusan keuangan yang bijak.
Anak-anak pertama-tama dibagi menjadi tiga kelompok dan didampingi oleh seorang relawan untuk memulai sesi ice-breaking yang bernama “Avoid Eye Contact”. Aktivitas ini tidak hanya membantu menghangatkan suasana, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat antara relawan dan anak-anak. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan sesi presentasi, mengajarkan kepada anak-anak dasar-dasar pengelolaan uang dan pentingnya menabung dan membelanjakan uang secara bertanggung jawab.
Selanjutnya, anak-anak terlibat dalam aktivitas Coins & Tales, yaitu sesi bercerita interaktif yang melibatkan situasi umum terkait penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari. Sepanjang sesi ini, para relawan mendorong anak-anak untuk menjawab pertanyaan pilihan ganda dan mendiskusikan hasil terbaik untuk setiap cerita. Ini akan memungkinkan anak-anak untuk memahami alasan di balik setiap keputusan keuangan yang dibuat oleh tokoh-tokoh dalam cerita.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi Coinverstations, di mana anak-anak merefleksikan cerita satu sama lain mengenai keputusan keuangan mereka. Mereka, bersama relawan, mendiskusikan alasan di balik setiap pilihan dan keputusan yang dibuat dalam cerita. Hasilnya, anak-anak akan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi mereka.
Sebagai penutup hari pertama acara, para anak-anak memainkan permainan “Heads or Tails”, di mana setiap kelompok diminta untuk menentukan apakah setiap situasi merupakan Needs (kebutuhan) atau Wants (keinginan). Melalui aktivitas yang kompetitif namun menyenangkan, anak-anak akan memahami apa yang harus diprioritaskan terlebih dahulu dalam pengeluaran uang dan untuk situasi mana hal itu paling tepat.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan pada hari pertama bersifat interaktif dan menyenangkan, mengisi anak-anak dengan antusiasme. Anak-anak juga diberi camilan di akhir untuk merayakan berakhirnya hari pertama dan karena telah terlibat dalam kegiatan yang ada. Melalui kombinasi diskusi, bercerita, dan permainan edukatif, para anak-anak mampu memiliki pemahaman dasar tentang literasi keuangan serta membangun keberanian untuk bekerja sama dan berkomunikasi dalam kelompok.
Hari ke-2 – Rumah Yatim Kemang
Hari kedua Library of Purpose dilaksanakan pada hari Minggu, 5 Juli, di Rumah Yatim Kemang. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pembelajaran literasi keuangan yang dilakukan sehari sebelumnya. Hari kedua berfokus pada berbagai konsep literasi keuangan, termasuk aktivitas yang mendorong kerja tim, kreativitas, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
Hari dimulai dengan sesi ice-breaking berjudul “Don’t Squat” yang bertujuan untuk meningkatkan antusiasme anak-anak, serta mempererat hubungan antara anak-anak dan para relawan sebelum memasuki kegiatan utama.
Anak-anak kemudian bermain Teka-Teki Silang (TTS), yaitu kegiatan yang melibatkan banyak pertanyaan mengenai materi literasi keuangan yang dipelajari pada hari pertama. Anak-anak dibagi menjadi kelompok yang sama seperti kemarin dan diberi 10 pertanyaan masing-masing, di mana mereka harus menjawab setidaknya 8 dari 10 pertanyaan dengan benar. Hasilnya, anak-anak dapat mengulang kembali konsep-konsep penting mengenai pengelolaan uang, seperti memahami perbedaan antara needs dan wants.
Kemudian, hari itu dilanjutkan dengan sesi Cent & Scenarios, yang merupakan kegiatan utama hari kedua. Dalam sesi ini, setiap kelompok ditugaskan untuk membuat skenario bisnis, memasukkan pemikiran dan ide mereka ke dalam selembar kertas besar. Untuk setiap bisnis, mereka perlu menentukan tujuan, visi, langkah-langkah yang perlu diambil, dan solusi untuk masalah potensial di masa depan. Setelah menyelesaikan tugas, setiap kelompok mempresentasikan skenario mereka masing-masing di depan semua orang. Kegiatan ini memberi anak-anak kesempatan untuk menerapkan pengetahuan mereka, sekaligus meningkatkan kreativitas dan kemampuan mereka untuk bekerja dalam kelompok.
Terakhir, anak-anak memainkan permainan bernama “Find Someone Who…” yang merupakan permainan yang mirip dengan bingo. Setiap anak diberi kertas dan pena masing-masing yang terdiri dari total 16 karakteristik atau hobi yang unik. Kemudian, mereka harus melihat sekeliling dan menemukan teman-teman mereka yang sesuai dengan kriteria tersebut, dan anak-anak yang menemukan 5 orang akan menerima hadiah. Permainan ini mengajarkan pentingnya kerja sebagai tim dan komunikasi.
Hari kedua berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme di antara anak-anak. Melalui kegiatan-kegiatan yang secara terbuka mendorong kolaborasi dan komunikasi, anak-anak mampu secara kolektif meningkatkan pemahaman mereka dalam literasi keuangan, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah. Diharapkan bahwa melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama dua hari tersebut, kegiatan ini telah memberikan pendidikan bagi anak-anak dan dapat menciptakan dampak yang lebih positif pada masa depan mereka.






