Save The Ocean: Waves of Change
“From Awareness to Action”
Laut merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, menjadi ruang bagi banyak masyarakat seperti mencari nafkah, rekreasi, hingga bagian dari keindahan alam yang seharusnya dijaga bersama. Akan tetapi, pencemaran laut masih menjadi permasalahan besar di berbagai wilayah pesisir, termasuk di Indonesia. Sampah plastik dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menjadi faktor utama yang menyebabkan kondisi pesisir pantai semakin buruk. Permasalahan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif setiap orang untuk mulai mengambil aksi nyata demi menjaga lingkungan.
Oleh karena itu, Teach For Indonesia Student Community (TFISC) region @Alam Sutera kembali menyelenggarakan kegiatan Save the Ocean 2026 dengan tema “Waves of Change” dan mengangkat tagline “From Awareness to Action”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa Binus University (Binusian) untuk bersama-sama menciptakan perubahan positif melalui aksi peduli lingkungan secara langsung.
Pada tahun ini, kegiatan Save the Ocean 2026 dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2026 di Pantai Tanjung Kait, Kelurahan Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan area pesisir pantai dan sekaligus bertujuan meningkatkan empati juga kesadaran Binusian akan dampak pencemaran sampah di daerah pesisir.
Save the Ocean 2026 melibatkan sekitar 87 orang, yang terdiri dari 60 volunteer (peserta), 20 panitia, dan 7 pengurus TFISC yang turut berpartisipasi. Kegiatan dimulai dengan proses registrasi peserta di Binus @Alam Sutera pukul 06.00 WIB, peserta dibagi menjadi 6 kelompok kemudian berangkat bersama menuju lokasi menggunakan transportasi yang telah disediakan.
Kegiatan diawali dengan briefing singkat dan kemudian acara secara resmi dibuka oleh MC, lalu dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Umum TFISC 2026/2027, Vincentius Jason G. serta sambutan dari Project Manager Save the Ocean 2026, Aurelia Christabel. Tidak lupa juga, terdapat sesi edukasi singkat dan sambutan dari Bapak Asbihani selaku Kepala Desa Kel. Tanjung Anom, serta pemberian plakat dan sertifikat kepada Kel. Tanjung Anom sebagai bentuk apresiasi selama berlangsungnya kegiatan Save The Ocean 2026.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih dan mengangkut sampah pantai yang berlangsung selama 90 menit. Setiap peserta akan diminta untuk mengumpulkan sampah-sampah di sekitar lingkungan pantai sebanyak-banyaknya dan dipilah sesuai dengan jenisnya, yaitu: Sampah Organik, Sampah Anorganik dan Sampah Daur Ulang. Saat waktu telah berakhir, sampah yang dikumpulkan oleh setiap kelompok akan ditimbang dan kelompok yang memiliki jumlah sampah terberat akan mendapatkan pin point sebagai tanda pemenang games tersebut.
Setelah kegiatan pemungutan sampah, peserta melanjuti rangkaian games lainnya seperti “Treasure Games” dimana setiap kelompok akan mencari botol sebanyak-banyaknya yang telah ditempatkan secara acak di pantai selama 15 menit. Dalam 20 botol tersebut berisi pertanyaan yang akan dijawab oleh kelompok yang menemukannya setelah setiap botol telah ditemukan. Lalu akan lanjut kepada games “Trash Bin Glow Up”, dimana setiap kelompok akan diberikan 1 gentong sampah yang akan dihias selama 30 menit dan nantinya kreativitas dan keunikan dari setiap kelompok akan menjadi penentuan pemenang. Pada saat sesi games selesai, akan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang games serta dokumentasi. Setelah itu, acara ditutup oleh MC dan seluruh panitia, volunteers, dan PIC akan berangkat kembali ke BINUS Alam Sutera menggunakan transportasi yang disediakan.
Save the Ocean 2026: Waves of Changes lebih dari sekadar kegiatan membersihkan pantai tetapi juga menjadi wadah untuk pengajaran dan kerja sama tim yang membantu mengembangkan empati, kepedulian, dan pengetahuan lingkungan keberlanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, TFISC berharap bahwa generasi muda selanjutnya akan terus menjadi penggerak perubahan untuk lingkungan kelautan yang lebih bersih dan dapat diabadikan.


