Loading
Loading...
Menu BINUS

THRIVE Together TFISC x HIMTI 2026/2027

Malang, Oktober 2026 — Konservasi lingkungan pesisir merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan kehidupan berbagai spesies yang bergantung pada kawasan pesisir. Penyu merupakan salah satu satwa yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, mulai dari memelihara ekosistem terumbu karang produktif hingga mentransfer nutrien-nutrien penting yang berasal dari lautan menuju pesisir pantai (Zeno Adi Eti Harnino et al., 2021). 

Upaya perlindungan penyu tidak hanya membutuhkan peran lembaga konservasi, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak, termasuk generasi muda dan mahasiswa. Berangkat dari kepedulian tersebut, Teach For Indonesia Student Community (TFISC) dan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMTI) BINUS @Malang berkolaborasi dan sukses menyelenggarakan program kerja THRIVE pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Bajulmati Sea Turtle Conservation, Kabupaten Malang. Mengusung tema “Waves of Impact”, program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak sekadar belajar mengenai konservasi alam secara langsung, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui kompetensi yang mereka miliki. 

Pelaksanaan THRIVE berlangsung selama satu hari, diawali dengan sesi Volunteer in Action. Pada sesi ini, para volunteer menjalankan tugasnya masing-masing, seperti optimalisasi website BSTC serta produksi berbagai konten kreatif berupa infografis, short content, dan video profile. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyambutan peserta umum dan mahasiswa non-volunteer, yang menandai dimulainya rangkaian Open Trip Konservasi. Usai makan siang bersama, seluruh peserta, volunteer, dan panitia langsung bergegas menuju lokasi penanaman bibit mangrove.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Sekolah Alam yang dipandu oleh pihak BSTC. Terdapat tiga materi utama yang disampaikan, yaitu pengenalan BSTC secara umum, panduan penanaman mangrove, serta edukasi mengenai kehidupan penyu. Selama pemaparan yang berlangsung sekitar 30 menit ini, para relawan tetap menjalankan tugas liputan dan dokumentasi mereka dengan baik. Adapun upaya penanaman mangrove yang dilakukan ini merupakan langkah krusial, mengingat ekosistem tersebut memberikan manfaat ekologis yang besar, yakni sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, serta menyaring limbah organik maupun polutan sebelum masuk ke laut (Mochammad Rozikin, 2025). 

Setelah sesi sekolah alam selesai, audiens diarahkan menuju area pantai untuk agenda utama, yaitu pelepasan tukik. Sebelum pelaksanaannya, petugas BSTC memberikan briefing singkat mengenai tata cara pelepasan yang aman dan benar. Usai pembekalan, setiap peserta, volunteer, dan panitia menerima satu ekor tukik untuk dilepaskan bersama-sama di lepas Pantai Bajulmati. Momen ini menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam seluruh rangkaian acara. 

Kegiatan pelepasan ini sekaligus menjadi momen refleksi bahwa upaya konservasi tidak hanya dilakukan melalui pengembangan teknologi dan produksi konten, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam menjaga keberlangsungan satwa dan ekosistem pesisir. Seluruh proses pelepasan tukik turut didokumentasikan oleh TFISC dan HIMTI sebagai bahan video profile dan digital content program. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara “THRIVE Together with TFISC x HIMTI”.

Secara keseluruhan, program kerja THRIVE dirancang untuk menggabungkan pengembangan kompetensi edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata. Mulai dari optimalisasi website, produksi konten, pembelajaran di alam, penanaman mangrove, hingga pelepasan tukik—setiap rangkaian kegiatan memiliki peran penting dalam membangun pengalaman yang informatif sekaligus mendorong partisipasi aktif peserta dalam melestarikan lingkungan pesisir.

Keberhasilan “THRIVE Together with TFISC x HIMTI” menjadi langkah bermakna yang mempertemukan pengetahuan, kreativitas, teknologi dan kepedulian dalam satu gerakan. Melalui kolaborasi dengan BSTC, diharapkan setiap kontribusi yang diberikan bisa membawa manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat, lingkungan sekitar dan keberlangsungan ekosistem pesisir.

 

Referensi

  • Mochammad Rozikin. (2025). Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Melalui Konservasi Penyu dan Mangrove di Pantai Malang Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 3231–3235. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.10
  • Zeno Adi Eti Harnino, T., Nyoman Yoga Parawangsa, I., Aprilianita Sari, L., Sulastri Arsad, dan, Punggawa, T., Denpasar Selatan Kota Denpasar, K., Manajemen Kesehatan Ikan dan Budidaya Perairan, D., & Perikanan dan Kelautan, F. (2021). Efektifitas Pengelolaan Konservasi Penyu di Turtle Conservation and Education Center Serangan, Denpasar Bali Effectiveness of Sea Turtle Conservation Management at the Turtle Conservation and Education Center of Serangan, Denpasar Bali. In Journal of Marine and Coastal Science (Vol. 10, Number 1). https://e-journal.unair.ac.id/JMCS
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.