Loading
Loading...
Menu BINUS

CARE AND SHARE 2026/2027

“Together We Care: Kindness Connects Us”

TFISC menyelenggarakan program kerja Care & Share 2026 pada tanggal 8–9 Oktober 2026 sebagai wujud komitmen dalam membangun lingkungan yang inklusif, penuh kepedulian, dan saling menghargai. Mengusung tagline “Together We Care: Kindness Connects Us”, program ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai keberagaman, khususnya pengalaman individu dengan kondisi fisik, sensorik, maupun psikologis yang berbeda. Melalui seminar edukatif dan open booth workshop interaktif, peserta diajak untuk mengenal berbagai bentuk keberagaman, memahami kebutuhan individu, serta mempelajari penerapan nilai-nilai inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan pada 8 Oktober 2026 diawali dengan seminar yang diselenggarakan secara hybrid, yaitu secara tatap muka (onsite) dan daring melalui Zoom. Seminar ini menghadirkan Phieter Angdika, S.Sas., M.A., CEO dan Founder Pusat Tuli, yang mengajak peserta mengenal budaya Tuli, kehidupan komunitas Tuli, serta pengalaman mereka dalam berkomunikasi dan berinteraksi di lingkungan sosial. Peserta juga berkesempatan mempelajari bahasa isyarat secara langsung untuk mengenal bentuk komunikasi yang digunakan komunitas Tuli. Melalui sesi ini, peserta dapat lebih menghargai bahasa isyarat sebagai bagian dari identitas dan budaya komunitas Tuli serta memahami pentingnya komunikasi yang aksesibel.

Rangkaian Care & Share 2026 dilanjutkan dengan open booth workshop yang diselenggarakan selama dua hari, yaitu 8–9 Oktober 2026. Selama kedua hari tersebut, peserta berkesempatan mengunjungi tiga booth edukatif dengan topik Teman Tuli, Teman Netra, dan Disabilitas Mental. Setiap booth menawarkan aktivitas interaktif yang dirancang untuk memperkenalkan pengalaman dan kebutuhan individu dengan kondisi berbeda. Melalui pendekatan ini, peserta dapat memperoleh informasi dan berkesempatan mengeksplorasi perspektif baru melalui pengalaman langsung.

Booth pertama, Teman Tuli, mengusung tema “Beyond the Hearing” dengan kegiatan pengenalan dan praktik bahasa isyarat bersama Nisa dan Phieter dari komunitas Tuli. Peserta dapat mempelajari bahasa isyarat melalui interaksi langsung sekaligus mengenal pentingnya akses komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, permainan Whisper Challenge mengajak peserta menyampaikan pesan secara berantai hingga peserta terakhir menerima informasi yang kemudian dibandingkan dengan pesan awal. Permainan ini mengilustrasikan bagaimana informasi dapat berubah selama proses komunikasi dan mengajak peserta memahami pentingnya penyampaian pesan yang jelas serta aksesibel bagi setiap individu, termasuk teman Tuli.

Booth kedua, Teman Netra, mengangkat tema “Misconception about Blindness” untuk memperkenalkan disabilitas netra sekaligus mengajak peserta menghindari asumsi mengenai kemampuan seseorang hanya berdasarkan kondisi penglihatannya. Booth ini menghadirkan tiga aktivitas, yaitu Braille, Make the Face, dan Audio Maze. Melalui pengenalan Braille, peserta mempelajari sistem tulisan yang mendukung akses informasi bagi penyandang disabilitas netra. Pada aktivitas Make the Face, peserta menggunakan indra peraba untuk mengenali dan menempatkan fitur wajah, sedangkan Audio Maze mengajak peserta menyelesaikan labirin dengan bantuan petunjuk suara dari anggota kelompok lainnya. Aktivitas tersebut memperkenalkan penggunaan indra selain penglihatan dan pentingnya informasi yang aksesibel untuk membantu individu berinteraksi dengan lingkungannya.

Booth ketiga membahas disabilitas mental dengan tema “The Mind Behind Anxiety”. Materi edukasi meliputi pemahaman mengenai gangguan kecemasan (anxiety disorder) serta bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada individu yang mengalaminya. Aktivitas yang disediakan adalah pengalaman virtual reality (VR) melalui video 360 derajat yang menggambarkan situasi terkait kecemasan. Melalui pengalaman audiovisual ini, peserta diajak mengamati situasi dari sudut pandang tertentu dan merefleksikan bagaimana kecemasan dapat memengaruhi pengalaman seseorang. Aktivitas ini juga menjadi pengantar untuk memahami bahwa tantangan kesehatan mental tidak selalu terlihat secara langsung sehingga empati, kesediaan mendengarkan, dan sikap tidak menghakimi merupakan bagian penting dalam memberikan dukungan.

Melalui berbagai aktivitas dalam open booth workshop, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal keberagaman dari perspektif yang berbeda. Setiap booth menyoroti aspek inklusivitas yang spesifik, mulai dari pentingnya komunikasi yang aksesibel bagi teman Tuli, kemudahan akses informasi bagi teman netra, hingga pemahaman dan dukungan terhadap individu yang mengalami tantangan kesehatan mental. Pengalaman ini dapat membantu peserta mengembangkan sikap yang lebih terbuka dan menghargai kebutuhan setiap individu.

Sejalan dengan tagline “Together We Care: Kindness Connects Us” dan semangat “Different, Not Less”, Care & Share 2026 menegaskan bahwa inklusivitas bukan hanya tentang menerima keberagaman, tetapi juga memastikan setiap individu merasa dihargai, dilibatkan, dan memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi. TFISC berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat mendorong peserta menerapkan empati dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghargai perbedaan hingga menyesuaikan cara berkomunikasi dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan orang lain. Dengan demikian, setiap individu dapat berkontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih ramah, setara, dan terbuka bagi semua.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.