Know The Moment. Make The Move.
Meet The FARCO 2026 merupakan salah satu program kerja internal dari divisi CP: Health & Environment TFISC region Kemanggisan yang berfokus dalam memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan dan pertolongan pertama. Program ini merupakan kolaborasi antara TFISC dengan FARCO, organisasi mahasiswa BINUS yang berfokus pada bidang pertolongan pertama dan respons terhadap situasi darurat di lingkungan kampus.
Program kerja ini ditujukan untuk mahasiswa BINUS University, terutama region Kemanggisan, sebagai wadah untuk menambah pengetahuan serta pemahaman tentang langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Dengan mengangkat tema “Know the Moment, Make the Move,” kegiatan ini tidak hanya membahas mengenai pentingnya mengetahui kondisi dan risiko, tapi juga mendorong peserta untuk lebih siap dalam mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan situasi dan kemampuan yang dimiliki.
Rangkaian acara Meet The FARCO berfokus pada dua konsep utama, yaitu gempa bumi di dalam gedung dan penanganan luka ringan. Mengingat situasi darurat dapat terjadi dimana saja tanpa aba-aba, acara ini hadir sebagai ruang untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya pertolongan pertama. Di Meet The FARCO, para peserta tidak hanya ikut untuk mendengarkan materi, namun juga diajak mengaplikasikan langsung ilmu yang telah dipelajari dalam sesi praktik. Agar di kemudian hari para peserta yang masih awam bisa menerapkan pemahaman dan keterampilan yang telah dipelajari untuk membantu diri sendiri maupun orang lain, kegiatan disusun secara berjenjang berdasarkan konsep tahapan “Be Aware. Be Prepared. Be the First to Respond.”
Kegiatan Meet The FARCO diselenggarakan pada Selasa, 22 September 2026 pada pukul 13:00 hingga 16:10 WIB Faculty Lounge lantai 8 ruang 801 Kampus Anggrek BINUS University. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan kata sambutan dari Ketua Regional TFISC Kemanggisan serta Project Manager Meet The FARCO 2026. Lalu masuk ke sesi utama, yaitu sesi pemaparan materi yang dibawakan oleh dua pembicara dari FARCO. Di sesi pemaparan materi, pembicara membahas mengenai kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya saat terjadi gempa bumi di dalam gedung, dan juga dasar-dasar pertolongan pertama dan penggunaan perlengkapan first aid kit. Di akhir sesi pemaparan materi, ada sesi tanya jawab, disini para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada kedua pembicara terkait dengan materi yang telah disampaikan.
Kegiatan kemudian diselingi dengan sesi ice breaking singkat supaya tercipta suasana yang lebih santai sekaligus membantu peserta untuk kembali fokus. Tidak lama setelah itu, kegiatan pun dilanjutkan dengan Mini Case Simulation, yang di mana di sesi ini para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan simulasi skenario kasus. Pada sesi ini, peserta diajak memahami tindakan awal dalam menghadapi beberapa situasi seperti luka akibat pecahan kaca, cedera pada lengan, terkilir saat proses evakuasi, korban panik atau syok berat, pendarahan luka sayat dan sanitasi. Melalui simulasi tersebut, peserta tidak hanya memahami contoh situasi darurat, tapi juga dapat mengetahui langkah yang tepat untuk memberikan pertolongan sesuai dengan kondisi korban.
Usai dari pengerjaan simulasi secara berkelompok, acara dilanjutkan dengan sesi FARCO in Action. Dalam sesi ini, FARCO kembali ke atas panggung untuk mendemonstrasikan cara melakukan pembidaian, sebuah teknik pertolongan pertama untuk menstabilkan cedera tulang dan sendi. Sesi ini berlangsung secara interaktif dengan keterlibatan enam orang peserta yang berperan sebagai korban dan petugas pertolongan pertama. Didampingi arahan real-time dari tim FARCO, akhir sesi ini ditandai dengan keberhasilan peserta mengangkat korban cedera dengan alat LSB (long spine board). Selanjutnya dilakukan penyerahan hadiah kepada kelompok yang terpilih sebagai kelompok paling aktif selama pengerjaan Mini Case Simulation, hadiah diserahkan kepada perwakilan kelompok pemenang oleh PIC acara Meet THE FARCO.
Menjelang penghujung acara, sebagai tanda apresiasi kepada tim FARCO yang telah membawakan materi dan memimpin sesi praktik, dilakukan penyerahan sertifikat dan plakat kepada perwakilan dari FARCO. Acara ditutup dengan pengisian reflection card dimana masing-masing peserta mendapatkan selembar sticky notes untuk menuliskan kesan dan pesan mereka selama mengikuti kegiatan ini. Terakhir, MC mengucapkan terima kasih kepada FARCO dan juga seluruh peserta yang telah hadir. Peserta kemudian menempelkan hasil tulisan mereka di reflection board sebelum keluar ruangan acara. Seluruh peserta pulang membawa sebuah souvenir berupa kartu yang berjudul “Emergency Response Card”, berisi ringkasan materi dan juga akses kembali ke seluruh materi yang dibawakan oleh FARCO pada sesi pemaparan.
Secara keseluruhan, Meet The FARCO 2026 memberikan pengalaman yang edukatif, interaktif, dan aplikatif bagi para peserta. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai pertolongan pertama tidak hanya dapat disampaikan melalui teori, tetapi juga dapat dipahami dengan lebih baik melalui simulasi dan praktik langsung. Peserta menjadi lebih memahami bahwa situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan bahwa kemampuan untuk tetap tenang, mengenali kondisi, serta mengambil tindakan yang tepat merupakan hal yang penting.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan mengenai pertolongan pertama, tetapi juga memiliki kesadaran dan kesiapan yang lebih baik untuk menghadapi situasi darurat, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan lebih banyak simulasi dan aktivitas praktis sehingga semakin banyak mahasiswa yang memiliki pengetahuan dasar dan keberanian untuk memberikan respons awal secara tepat dan aman.



