SEEDS OF CHANGE 2026/2027
Seeds of Change : Rooting Change Through Action 2026
Mengubah Pemahaman Keseimbangan Ekosistem Menjadi Aksi Nyata Bersama TFISC @Bandung
Penghijauan di sekitar area sungai dan di tengah perkembangan perkotaan menjadi peran penting dalam kualitas kehidupan masyarakat dan keberlangsungan ekologi. Alih fungsi lahan dan area sungai menjadi terabaikan, meningkatnya kepadatan penduduk sampai pada kualitas air merupakan tantangan yang dihadapi di berbagai jumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Kota Bandung. Kita sering kali dihadapkan pada realitas di mana terus-menerus mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun, realitas tantangan yang sesungguhnya terletak pada bagaimana pemahaman tersebut berubah menjadi tindakan nyata bagi lingkungan bukan hanya pemahaman semata. Kualitas ekosistem lingkungan yang sehat seharusnya bukan menjadi “barang mewah” untuk masyarakat atau kehidupan di sekitarnya.
Penghijauan di daerah sungai menjadi hal yang penting untuk dijaga, adanya ruang hijau di sekitar bantaran sungai bukan hanya berfungsi bagi estetika lingkungan, namun terdapat berbagai manfaat, seperti mengurangi resiko erosi, menjaga kualitas tanah dan air, serta mempertahankan fungsi ekologis lingkungan sekaligus ruang yang lebih sehat dan keberlanjutan. Sebagai upaya kepedulian terhadap isu dan realitas yang dihadapi, TFISC BINUS @Bandung menghadirkan aksi Seed of Change bertema Rooting Change Through Action, sebagai kontribusi untuk program SDGs 13 (Climate Action) dan 15 (Life on Land).
Sesuai dengan tema nya Rooting Change Through Action, hal ini adalah upaya menyadari bahwa dengan berbagai masalah lingkungan di area perkotaan, peserta diberikan kesempatan untuk ikut serta berperan dalam menjaga keseimbangan alam, bertujuan menghubungkan antara awareness yang dimiliki dan tindakan nyata untuk bersama bertanggung jawab merawat lingkungan agar tetap berkelanjutan dan mempertahankan kualitas yang didapat dari penghijauan.
Aksi ini dilaksanakan pada 13 Juni 2026, di Alam Bantaran Cika-Cika, Dago Jl Dago Pojok, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Sungai Cikapundung menjadi salah satu yang menjadi peran penting bagi ekosistem dan kehidupan di sekitarnya, bukan hanya berperan menjadi objek wisata, namun menjadi salah satu sumber air bersih bagi warga di sekitarnya. Namun, di balik perannya sebagai sumber kehidupan, kawasan Sungai Cikapundung masih menghadapi berbagai tantangan lingkungan, berkurangnya tutupan hijau di beberapa area bantaran sungai.
Kegiatan yang dihadiri oleh 80 participant, 75 termasuk Binusian greater Jakarta, Bandung dan BiOn (mahasiswa BINUS University) dan 5 masyarakat umum, menjadikannya kegiatan ini bukan hanya sekedar program penanaman tanaman, melainkan sebuah upaya memahami kondisi lingkungan secara langsung dan melihat berbagai tantangan yang dihadapi kawasan sungai. Sebelum rangkaian acara dilaksanakan, panitia berkumpul di Langit lobby Mall 23 Paskal Bandung untuk briefing serta presensi panitia secara singkat hingga akhirnya menuju ke tempat bersama-sama. Sebelum acara inti dimulai, sambutan disampaikan oleh Ketua Regional TFISC Bandung yaitu Ferdinan Chandra dan Project Manager yaitu Priscilla Nathanael Setiady sebagai pengantar mengenai tujuan dan peran yang peserta ambil guna untuk perubahan melalui aksi nyata.Bersama dengan Binusian, sebelum mengambil langkah inti diawali dengan mendengarkan edukasi yang diberikan oleh pihak eksternal (Komunitas Cika- Cika) membahas mengenai kondisi lingkungan Sungai Cikapundung, peranannya hingga topik utama pada peran penghijauan yaitu melakukan aksi menanam pohon di sekitar sungai Cikapundung.
Setelah sesi edukasi selesai, peserta mengikuti kegiatan ice breaking agar badan tidak kaku atau pegal pada saat aktivitas dimulai, selanjutnya peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melaksanakan aksi penghijauan di area yang telah ditentukan. Dengan semangat, peserta bersama-sama melakukan penanaman tanaman sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga dan memulihkan kualitas lingkungan di kawasan Sungai Cikapundung. Kemudian para peserta diarahkan untuk mengunjungi booth umkm yang ada di area cika-cika, sebagai bentuk pengenalan diri dari komunitas lokal yang berada di kawasan tersebut. Setelah rangkaian acara inti selesai, kegiatan ditutup oleh penyampaian pesan kesan dari peserta dan panitia mengenai acara yang dilaksanakan hingga sesi dokumentasi.
Penanaman sereh wangi dan lavender dilakukan agar bisa membantu menjaga lingkungan di sekitar bantaran Cika Cika, Sungai Cikapundung lebih hijau. Sereh wangi dipilih karena akarnya membantu menjaga bentuk tanah tetap stabil, sedangkan lavender berfungsi untuk meningkatkan keanekaragaman hayati dengan menarik serangga penyerbuk dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau serta nyaman bagi orang-orang.
Melalui Seed of Change: Rooting Change Through Action, TFISC @Bandung berharap dapat menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat serta generasi muda untuk tidak hanya memahami pentingnya saja menjaga lingkungan, tetapi juga berani mengambil peran dalam mewujudkannya.


