MUREALFI 2026/2027
“Merajut Harmoni Kehidupan di Antara Manusia dan Alam serta Warna dalam Ruang dan Kehidupan”
Malang, Mei 2026 – Lingkungan yang nyaman dan penuh warna dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Namun, masih banyak sudut lingkungan yang belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai media kreativitas dan edukasi lingkungan. Di sisi lain, kesadaran mengenai pentingnya pemanfaatan barang bekas secara kreatif juga masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, Teach for Indonesia Student Community (TFISC) BINUS @Malang kembali menghadirkan MUREALFI 2026 sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa melalui karya seni mural yang edukatif, kreatif, dan bermakna. Pada tahun ini, MUREALFI mengusung tema “Merajut Harmoni Kehidupan di Antara Manusia dan Alam serta Warna dalam Ruang dan Kehidupan”. Tema tersebut diangkat untuk menggambarkan pentingnya hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Yohana (2021), mural tidak hanya berfungsi sebagai karya seni visual, tetapi juga dapat menjadi media penyampai pesan sosial kepada masyarakat. Oleh karena itu, mural dalam kegiatan MUREALFI 2026 diharapkan mampu memberikan pesan positif mengenai kreativitas, kepedulian lingkungan, dan pentingnya pemanfaatan barang bekas secara kreatif.
Kegiatan MUREALFI 2026 dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 21 hingga 23 Mei 2026 yang berlokasi di Jl. Klampok Kasri II, Kel. Gading Kasri, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap harapan RW 02 Gading Kasri untuk berkembang menjadi Edu Eco-Furniture Village, yaitu kawasan edukatif yang berfokus pada pemanfaatan barang bekas menjadi furniture ramah lingkungan. Salah satu contoh penerapannya adalah penggunaan sampah tutup botol plastik yang didaur ulang menjadi berbagai furniture dan karya kreatif yang memiliki nilai guna.
Kegiatan MUREALFI 2026 melibatkan panitia, volunteer, serta masyarakat sekitar yang turut mendukung jalannya kegiatan. Sebelum kegiatan dimulai, seluruh panitia dan volunteer berkumpul di BINUS @Malang untuk doa bersama sebelum berangkat menuju lokasi kegiatan menggunakan kendaraan elf. Rangkaian ini dilaksanakan pada kedua hari kegiatan. Dalam pelaksanaannya, mural dikerjakan pada dua titik lokasi, yaitu tembok pertama yang berada di area balai warga dan tembok kedua yang berada di area gapura. Sebagai upaya untuk memaksimalkan proses pengerjaan, volunteer dibagi menjadi dua shift setiap harinya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lebih terstruktur dan efektif.
Hari Pertama – 22 Mei 2026
RW 02 Kelurahan Gading Kasri
Pada hari pertama, seluruh volunteer berfokus pada proses pembuatan sketch mural di kedua titik lokasi. Sebelum proses sketch dimulai, volunteer terlebih dahulu melakukan briefing, pembagian tugas, serta persiapan alat dan bahan yang akan digunakan selama proses pengerjaan mural. Setelah itu, proses sketch mulai dilakukan secara bertahap sesuai desain yang telah dipersiapkan sebelumnya. Desain mural yang dibuat menggambarkan suasana lingkungan yang harmonis, penuh warna, dan memiliki unsur edukasi lingkungan. Beberapa ilustrasi menampilkan aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai guna. Selain itu, terdapat visual anak-anak, keluarga, serta suasana lingkungan hijau yang menggambarkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap alam.
Hari kedua – 23 Mei 2026
RW 02 Kelurahan Gading Kasri
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan proses pewarnaan dan detailing mural. Warna-warna cerah mulai memenuhi dinding dan perlahan mengubah suasana lingkungan menjadi lebih hidup dan menarik. Pada tahap detailing, volunteer menyempurnakan setiap bagian mural agar hasil akhir terlihat lebih rapi, detail, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik. Mural tidak hanya menjadi karya seni visual, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan barang bekas secara kreatif.
Hari ketiga – 24 Mei 2026
RW 02 Kelurahan Gading Kasri
Pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada proses detailing dan finishing mural. Volunteer menyempurnakan setiap bagian sketch dan warna yang masih belum sempurna agar hasil akhir terlihat lebih rapi, detail, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik. Kehadiran mural di area RW 02 Gading Kasri diharapkan dapat menjadi identitas visual baru yang mendukung konsep Edu Eco-Furniture Village sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, edukatif, dan inspiratif bagi masyarakat sekitar.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, acara ditutup dengan doa bersama serta sesi dokumentasi antara panitia, volunteer, dan masyarakat sekitar. Momen tersebut menjadi penutup yang hangat sekaligus bentuk apresiasi atas kerja sama dan semangat seluruh pihak yang telah terlibat selama kegiatan berlangsung. Melalui semangat “Merajut Harmoni, Warnai Kehidupan” MUREALFI 2026 diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk berkarya, peduli terhadap lingkungan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui kreativitas dan aksi nyata.
Keberhasilan MUREALFI 2026 dalam menebar warna dan edukasi ini tentu tidak lepas dari dukungan mitra konsumsi kami, yakni Hotway’s Chicken dan 7Seven Chicken. Kehadiran mereka tidak sekadar memperlancar jalannya acara, tetapi juga sukses menjaga energi dan semangat kebersamaan para relawan dalam membangun lingkungan yang lebih baik
Referensi:
- Yohana, F. M. (2021). Mural sebagai media penyampai pesan sosial bagi masyarakat dalam perspektif Semiotika Charles Sanders Pierce. GANDIWA Jurnal Komunikasi, 1(2), 60–74. https://doi.org/10.30998/g.v1i2.886





