Loading
Loading...
Menu BINUS

Makanan Viral dan Peningkatan Resiko Obesitas pada Remaja Indonesia

Dubai Chewy Cookie, Foto oleh Armando Rafael untuk The New York Times

Butter Tteok, Foto oleh Jaja Bakes

Makanan viral kini menjadi tren sekaligus ancaman bagi kesehatan remaja. Perkembangan media sosial baru seperti TikTok, Instagram, dan YouTube telah memulai praktik pemasaran makanan dan minuman yang sedang tren. Mulai dari makanan penutup seperti Dubai chewy cookie dan butter tteok, hingga makanan cepat saji pedas dan camilan lainnya, tren makanan yang beredar telah menyita kehidupan banyak remaja Indonesia. Dari presentasi yang menarik perhatian hingga promosi oleh influencer, makanan-makanan ini sulit untuk ditolak.

Meskipun makanan dan minuman viral ini populer, tetap ada efek yang mendasarinya terhadap kesehatan. Mengonsumsi makanan ini secara terus-menerus dapat menyebabkan obesitas yang berisiko bagi remaja. Obesitas, dengan sendirinya, berarti memiliki begitu banyak lemak dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius lainnya. Sebagian besar makanan viral ini dipenuhi dengan gula, garam, dan kalori yang tinggi.

Platform Media Sosial, Foto oleh Amalina Atman

Media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap tren makanan yang viral. TIkTok adalah salah satu media sosial yang berkembang dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak remaja yang menggunakan aplikasi tersebut untuk mengekspresikan diri, membagikan ide, hiburan sehari-hari, dan mengikuti tren yang sedang viral. Aplikasi TIkTok adalah salah satu sumber utama untuk makanan viral. Banyak influencer mempromosikan makanan viral untuk mengikuti tren dan meningkatkan jumlah penonton. Inilah yang membuat tren semakin besar dan mempengaruhi para remaja untuk membeli produk-produk yang sedang viral. 

Fenomena ini disebut social proof, di mana orang-orang meniru tindakan atau pendapat orang lain untuk membenarkan pilihannya sendiri, terutama dalam situasi yang tidak pasti. Seperti saat melihat influencer mempromosikan makanan yang sedang viral, seperti Dubai chewy cookie, dan tiba-tiba merasa ingin membeli makanan yang mereka promosikan. Perasaan ini akan berkembang menjadi FOMO atau fear of missing out yang akhirnya membuat penonton membeli produk tersebut terus-menerus. 

Keinginan untuk membeli makanan viral dari media sosial seiring waktu bisa menjadi sebuah kebutuhan sehingga dapat menyebabkan konsumsi secara berlebihan. Sebagian besar makanan yang viral pada masa kini adalah makanan yang terlihat sederhana, tetapi sebenarnya bisa mengakibatkan banyak risiko kesehatan. Penyakit dapat dimulai dengan sesuatu yang kecil, seperti sakit gigi atau masalah dalam pencernaan. Tetapi bisa juga mengakibatkan penyakit yang lebih fatal, seperti obesitas. Walaupun sudah banyak kasus dimana hal tersebut terjadi, masih banyak sekali remaja yang menghiraukannya dan tetap mengkonsumsi makanan-makanan viral tersebut.

Dalam masa sekarang, makanan yang sedang viral merupakan dubai chewy cookie atau butterteok. Keduanya mempunyai kadar gula yang cukup tinggi. Mengonsumsi makanan viral dalam jumlah yang sedikit mungkin bukan seperti masalah yang besar. Namun, hal tersebut dapat membuat gula menumpuk dan menyebabkan obesitas. Obesitas sendiri diakibatkan oleh ketidakseimbangan energi, yang menyebabkan lemak menumpuk di dalam tubuh. Hal ini terjadi karena jumlah kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang dibakar. Oleh karena itu, gula menjadi komponen utama yang menyebabkan obesitas. Terlebih lagi, gula dapat berasal dari makanan-makanan viral pada saat ini.

Penanganan Obesitas yang Praktis, (n.d.)

Untuk mengurangi risiko obesitas akibat konsumsi makanan viral, remaja perlu mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat dan seimbang. Mengonsumsi makanan viral sesekali mungkin tidak menjadi masalah, tetapi jika dilakukan secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan air putih.

Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga penting untuk mencegah obesitas. Olahraga secara rutin dapat membantu membakar kalori dan menjaga berat badan tetap ideal. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, jogging, atau bersepeda dapat menjadi cara yang efektif untuk menjaga kesehatan tubuh.

Orang tua dan sekolah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pola hidup sehat. Edukasi mengenai bahaya konsumsi makanan cepat saji dan makanan tinggi gula secara berlebihan dapat membantu remaja lebih bijak dalam memilih makanan.

Pada akhirnya, mengonsumsi terlalu banyak makanan manis yang tinggi kalori, seperti Dubai chewy cookie atau butter-teok, dapat menyebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini dapat menyebabkan remaja mengalami obesitas, yang memiliki banyak risiko kesehatan. Media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap gaya hidup kita, dan kita harus bisa menahan diri untuk tidak membeli makanan yang sedang viral, meskipun banyak influencer yang mempromosikannya. 

Kamu tidak perlu mencoba semua makanan viral yang sedang tren hanya karena semua orang membelinya. Cukup perhatikan apa yang kamu konsumsi dan lebih sadar terhadap gizi. Dengan begitu, kita tetap bisa menikmati makanan viral tanpa membahayakan kesehatan tubuh kita. 

Daftar Pustaka

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.