Loading
Loading...
Menu BINUS

Media Sosial dan Kesehatan Mental Apakah Anda Kecanduan Media Sosial?

Sumber: https://www.helpguide.org/wp-content/uploads/2020/01/Social-Media-and-Mental-Health.webp

Media sosial sering dipandang sebagai simbol dari kemajuan di era modern. Media sosial memungkinkan manusia untuk dapat terhubung tanpa dibatasi ruang dan waktu, serta memberikan ruang untuk individu dapat mengekspresikan diri secara bebas. Namun dibalik ini, muncul pernyataan besar yaitu bawah, semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin besar pula potensi gangguan terhadap kesehatan mental. HelpGuide merilis artikel yang menegaskan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan memiliki hubungan kuat dengan meningkatkan risiko depresi, kecemasan, hingga rasa kesepian.

Banyak individu menggunakan media sosial untuk menghindari perasaan negatif seperti bosan, stres, bahkan kesepian. Namun, secara psikologis dinyatakan bahwa strategi ini bersifat semu karena hal ini tidak menyelesaikan masalah, namun hanya menunda atau bahkan memperburuk kondisi emosional. Universitas Airlangga menyatakan bahwa penggunaan berlebihan dapat berkembang menjadi kecanduan digital, di mana individu kehilangan kontrol terhadap perilaku mereka.

HelpGuide juga menyoroti bahwa media sosial menciptakan perasaan tidak cukup baik kepada kepribadian seseorang (inadequacy). Konten yang ditampilkan telah disaring sehingga menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang, bukan realitas sesungguhnya. Akibat dari hal ini, banyak pengguna sosial media yang membandingkan diri dengan standar yang tidak realistis dan menyebabkan turunnya kepercayaan diri, serta memicu gangguan emosional.

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi salah satu dampak paling signifikan, dimana individu merasa harus terus online agar tidak tertinggal informasi atau tren. Namun, jika dilihat secara mendalam, FOMO bukan sekedar fenomena psikologis yang muncul secara alami. Fenomena ini juga ada karena adanya sistem media sosial yang dirancang dengan algoritma, notifikasi, hingga kecanduan untuk tidak bisa berhenti scrolling. Sistem ini dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Kecanduan media sosial bukan sepenuhnya kesalahan individu, melainkan hasil interaksi antara kebutuhan psikologis manusia dan desain dari teknologi yang eksploratif.

Dampak dari media sosial tidak tentu muncul secara langsung, tetapi biasanya bersifat perlahan. Beberapa efek yang terjadi berupa munculnya kecemasan, mulai menurunnya kepercayaan diri, depresi, hingga ketergantungan emosi karena butuh validasi digital. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini tidak cukup hanya dengan sekedar membatasi penggunaan sosial media saja. Namun, harus adanya kesadaran kritis terkait bagaimana media sosial bekerja dan bagaimana media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental individu. Dengan memakai pendekatan ini, individu dapat tetap memanfaatkan media sosial tanpa harus kehilangan kesejahteraan psikologis individu itu sendiri.

Referensi:

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.