PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah) Jawa Tengah 2026 menjadi salah satu ajang bergengsi bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang seni. Pada tahun ini, BINUS @Semarang mengirimkan delegasi untuk berpartisipasi dalam dua tangkai lomba, yaitu Vocal Group dan Keroncong, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni dan budaya.
Meskipun seluruh persiapan dilakukan dalam waktu yang sangat singkat karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), semangat, kerja keras, dan dedikasi paга peserta mampu membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk memberikan penampilan terbaik.
Ketika Harmoni Tumbuh Menjadi Keluarga Bersimfoni
Tangkai Lomba Vocal Group diselenggarakan pada 10 Juli 2026 di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Tim Vocal Group BINUS @Semarang terdiri atas Alexandria Tiara Cathrine Silalahi (Cathrine), Axel Davinson Karyadi (Axel), Danver Jovan Rahendra (Danver), Devara Audrich Prayogo (Devara), Genevieve Nathania Indarjo (Thania), Jessica Elaine Adji (Jeje), Jesslyn Budiarto (Jesslyn), Muhammad Rifqi Ardhana (Ardha), Nethania Mayra Aghnilla Ardhani (Rara), Rafael Fioreno Rahadiyan (Piyo), dan Rajendra Farrel Agustiawan Putra Yusdiono (Rajen) di bawah arahan pelatih Eko Agus Kandung Prihatin, Drs. (Pak Agus).
Dalam perlombaan ini, tim membawakan lagu wajib “Kicir-Kicir” dan lagu pilihan “Hati-Hati di Jalan.” Persiapan dilakukan hanya dalam jangka waktu sekitar satu minggu ketika seluruh anggota sudah menyelesaikan rangkaian UAS. Waktu latihan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri, terutama karena sebagian besar anggota baru mulai saling mengenal selama proses latihan berlangsung. Namun, keterbatasan tersebut justru melahirkan kekompakan yang luar biasa. Dalam waktu singkat, hubungan antaranggota berkembang menjadi begitu dekat layaknya sebuah keluarga, bukan sekadar rekan satu tim. Kedekatan tersebut tercermin dalam proses latihan maupun saat tampil di atas panggung.
Penampilan Vocal Group BINUS @Semarang berhasil menghadirkan harmoni yang kompak dengan perpaduan suara yang menyatu, didukung pola lantai yang tertata, sehingga mampu menyampaikan cerita kepada penonton. Penampilan tersebut semakin lengkap dengan iringan piano yang dimainkan oleh Devara, yang memberikan warna musikal dan memperkuat interpretasi lagu.
Di balik penampilan tersebut, terdapat dukungan penuh dari official team yang senantiasa mendampingi serta membantu seluruh kebutuhan peserta selama perlombaan. Kehadiran Kak Widhi dari Student Activity and Development Center (SADC) BINUS @Semarang juga menjadi penyemangat bagi tim sepanjang rangkaian kompetisi.
Kerja keras selama satu minggu akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Tim Vocal Group BINUS @Semarang berhasil meraih Juara Harapan III, menempati peringkat ke-6 dari total 17 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja sama, dan semangat yang tinggi mampu menghasilkan prestasi meskipun dengan waktu persiapan yang terbatas.
Melestarikan Keroncong melalui Langkah Berani di Tengah Generasi Muda
Tangkai Lomba Keroncong dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto. BINUS @Semarang diwakili oleh Grace Natalie Priscilla Tanjung (Natnat) yang membawakan lagu wajib “Kr. Jayalah Indonesiaku” dengan nada dasar D serta lagu pilihan “Kr. Moresko” dengan nada dasar G.
Natnat menjalani proses persiapan bersama pelatihnya, Kak Bella, di tengah padatnya jadwal akademik setelah UAS. Selama perlombaan, ia juga didampingi oleh Kak Sheilla dari Student Activity and Development Center (SADC) BINUS @Semarang yang terus memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.
Sebagai genre yang masih tergolong baru baginya, keroncong menghadirkan tantangan tersendiri. Natnat memperoleh masukan yang serupa dari dewan juri maupun Kak Septian, yaitu bahwa penyanyi keroncong perlu memahami dan menguasai notasi asli lagu terlebih dahulu sebelum mulai memberikan improvisasi agar karakter musik keroncong tetap terjaga. “Walaupun sulit karena berupa genre yang tergolong jarang, menurutku keroncong ini sangat-sangat menarik dan liriknya sangat indah. Dari pengalaman ini aku jadi lebih mencintai genre keroncong,” ujar Natnat.
Meskipun belum berhasil membawa pulang gelar juara, keikutsertaan Natnat merupakan pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi BINUS @Semarang. Di tengah semakin sedikitnya generasi muda yang berani menekuni dan membawakan musik keroncong, keberanian untuk tampil dalam ajang bergengsi seperti PEKSIMIDA menjadi langkah penting dalam turut melestarikan salah satu warisan budaya Indonesia.
Pengalaman ini juga menjadi awal perjalanan Natnat untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam genre keroncong. “Untuk goals-ku ke depannya, aku masih ingin menekuni dan mengeksplor lagu-lagu keroncong lainnya,” ungkapnya. Ia pun berharap perjalanan tersebut tidak berhenti pada dirinya seorang diri. “PEKSIMIDA 2028 nanti, semoga ada bibit-bibit yang akan meneruskan keroncong ini,” harap Natnat.
Sebagai penutup, Natnat juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya. “Aku bersyukur kepada Tuhan Yesus atas kesempatan ini. Terima kasih kepada orang tuaku yang selalu mendukung dari persiapan kostum, makeup, hingga kebutuhan lainnya. Terima kasih kepada Kak Bella yang telah meluangkan waktu untuk melatihku dengan penuh kesabaran meski waktu persiapannya sangat singkat. Terima kasih juga kepada BINUS @Semarang, SADC BINUS Semarang, terutama Kak Sheilla yang selalu mendampingi selama perlombaan, serta teman-teman kampus, keluarga PARAMABIRA@Semarang, tim Vocal Group, dan semua yang telah mendoakan serta memberikan semangat selama proses ini.”
Langkah Kecil Menuju Prestasi yang Lebih Besar
Partisipasi BINUS @Semarang dalam PEKSIMIDA Jawa Tengah 2026 membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukan penghalang untuk berkarya dan berprestasi. Dengan persiapan yang hanya berlangsung selama satu minggu, tim Vocal Group berhasil meraih Juara Harapan III, sementara keikutsertaan pada cabang Keroncong menjadi langkah nyata dalam melestarikan salah satu warisan musik Indonesia di kalangan generasi muda.
Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh BINUS @Semarang, Student Activity and Development Center (SADC) BINUS @Semarang, para pelatih, official team, orang tua, seluruh peserta, serta Kak Michaela selaku salah satu PIC UKSW yang telah mendampingi tim Vocal Group selama perlombaan.
Semoga pengalaman ini menjadi awal bagi semakin banyak mahasiswa BINUS @Semarang untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama kampus pada ajang-ajang seni berikutnya.
Ditulis oleh:
Pengurus PARAMABIRA @Semarang 2026









