Siapa di sini yang pernah berniat belajar jam 7 malam, tapi pas lihat jam ternyata sudah jam
7.02, lalu mikir, “Ah, nanggung deh, mulai jam 7.30 aja mulainya”? Ujung-ujungnya, waktu
setengah jam itu cuma habis buat scrolling media sosial tanpa arah.
Tenang, kamu nggak sendirian kok! Fenomena suka menunda-nunda ini biasa disebut
procrastination (prokrastinasi). Banyak yang menyangka kalau prokrastinasi itu murni karena
malas. Padahal kalau dilihat dari sisi psikologis, ini adalah bentuk pelarian otak kita pas lagi
merasa cemas, bosan, atau pusing ngeliat tugas yang numpuk.
Kabar baiknya, dorongan buat menunda ini sebenarnya nggak wajib dilawan dengan cara yang
menyiksa. Kamu bisa menyiasatinya dan memutar balik keadaan biar waktu menunda itu tetap
jadi momen belajar yang produktif. Yuk, simak beberapa trik simpelnya!
1. Coba Trik Structured Procrastination
Pas kamu lagi malas banget ngerjain satu tugas yang berat (misalnya merangkum satu bab
buku tebal), otak otomatis bakal cari pelarian ke hal yang lebih gampang. Nah, manfaatkan
momen ini!
Daripada pelariannya ke TikTok atau Instagram, alihkan rasa malasmu ke tugas belajar lain
yang jauh lebih ringan. Contohnya:
– Merapikan folder materi atau catatan di laptop.
– Membaca artikel singkat yang berkaitan sama materi kuliah.
– Sekadar bikin daftar to-do list buat besok.
Memang rasanya seperti lagi “menunda” tugas utama, tapi setidaknya waktu yang terbuang
tetap kepakai untuk hal berguna.
2. Terapkan “Aturan 5 Menit”
Rintangan terberat dari belajar itu biasanya cuma pas mau mulainya. Otak kita udah kebayang
duluan betapa capeknya harus duduk dan mikir jam-jaman.
Biar otak nggak kaget, coba bikin kompromi kecil sama diri sendiri: “Aku cuma mau baca atau
ngetik selama 5 menit aja kok. Kalau udah 5 menit masih bosan, ya udah boleh stop.”
Menariknya, begitu kamu berhasil melewati 5 menit pertama, rasa malasnya biasanya bakal
berkurang drastis. Otak udah mulai kebiasa dan akhirnya malah kebablasan lanjut belajar
sampai selesai.
3. Pecah Tugas Jadi Bagian-Bagian Kecil
Prokrastinasi sering datang gara-gara tugas kita kelihatan kebesaran dan bikin bingung. Target
kayak “Belajar buat ujian besok” itu terlalu luas dan bikin pusing duluan.
Coba pecah target itu jadi langkah kecil yang spesifik:
Dari pada: “Belajar Bab 1 sampai 5” ubah jadi: “Baca 2 halaman pertama Bab 1” atau “Tulis 3
poin penting di halaman 10”
Semakin kecil langkah yang harus kamu ambil, makin kecil juga rasa berat buat mulai
melangkah.
4. Siapkan Reward Kecil-kecilan
Kenapa scrolling medsos itu nagih banget? Karena otak kita suka banget sama hiburan yang
instan. Kamu bisa pakai pola yang sama buat belajar.
Coba pakai teknik fokus sebentar, misalnya 25 menit penuh tanpa pegang HP, lalu kasih dirimu
istirahat 5 menit. Gunakan 5 menit itu buat hal yang kamu suka, kayak dengerin satu lagu
favorit atau sekadar stretching. Dengan begitu, otak bakal paham kalau habis usaha pasti ada
imbalannya.
Menunda-nunda itu hal yang lumrah banget dialami siapa saja. Jadi, nggak perlu terlalu merasa
bersalah. Yang paling penting adalah gimana cara kita menyiasati ritme kerja otak sendiri.
Daripada pusing melamun, yuk coba terapkan aturan 5 menit mulai dari sekarang!
Referensi:
1. Clear, James. (2018). Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad
Ones.
2. Fiore, Neil. (2007). The Now Habit: A Strategic Program for Overcoming Procrastination and
Enjoying Guilt-Free Play.
3. Pychyl, Timothy A. (2013). Solving the Procrastination Puzzle: A Concise Guide to Strategies for
Change.
Referensi Gambar:
1. https://share.google/0AufXKxQ0Gyzo2ZaD

