Memahami Catur sebagai Olahraga

Halo semuanya, Namo Buddhaya. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya September dan Oktober 2023 Pesta Olahraga Asia baru saja dilaksanakan. Indonesia mengirimkan banyak atlet luar bisa ke Hangzhou, Cina yang meliputi olahraga bulu tangkis, sepak bola, basket, catur, dan lainnya. Salah satu hal yang mungkin menarik orang-orang adalah keberadaan catur yang dianggap sebagai olahraga. Jika ditanya alasannya, secara sederhana karena catur adalah olahraga otak atau mind sport sama seperti esport. Namun, apakah alasan itu cukup dan benar untuk menjadikan catur sebagai olahraga di Asian Games?

Menurut KBBI edisi VI, olahraga adalah aktivitas yang membutuhkan ketangkasan, kemahiran, atau tenaga, dilakukan untuk tubuh atau acara permainan dan sebagainya. Pada definisi ini, catur telah memenuhi kriteria olahraga. Catur membutuhkan tenaga, bersifat kompetitif, bahkan mempengaruhi fisik pada level yang tinggi. London Chess Conference (2015) dalam Narasi Newsroom (2021) menyatakan bahwa tidak ada cabang olahraga lain yang menuntut konsentrasi, kesabaran, dan daya juang sebesar catur.

Catur sebenarnya lebih “olahraga” daripada yang kebanyakan orang pikir. Menurut ilmuwan dari Universitas Stanford, Robert Sapolsky dalam Stieg (2019), seorang atlet catur dapat membakar kalori dalam jumlah besar akibat pemakaian otak jangka lama dan stres. Tekanan ini mengakibatkan meningkatnya detak jantung serta pernapasan yang memaksa tubuh untuk menghasilkan lebih banyak energi. Hal ini dikonfirmasi berdasarkan pengalaman beberapa atlet catur dunia seperti Anatoly Karpov yang kehilangan berat 10 kg pada kejuaraan dunia 1984.

Anatoly Karpov

Atlet catur juga tetap melatih fisik dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat turnamen, layaknya atlet olahraga lain. Mengingat kebugaran fisik dan kinerja otak saling terkait, beberapa diantara mereka bahkan menyewa koki pribadi. Layaknya olahraga lain, catur juga memperhatikan postur dan trik tubuh. Para atlet kerap menggoyangkan kaki untuk menjaga fokus dan memiliki postur leher agar tidak menjulurkannya terlalu jauh saat mengamati bidak. Meskipun terasa tidak penting, posisi leher yang salah dalam waktu lama akan menyebabkan berkurangnya kapasitas paru-paru sebesar 30% yang mengakibatkan sakit kepala, punggung, bahu, serta pernapasan tidak teratur (Kumar, 2020).

Itulah beberapa alasan mengapa catur masuk sebagai cabang olahraga, dan perlu diingat bahwa hal ini umumnya terjadi kepada para profesional yang bermain dalam standar waktu turnamen. Jadi, apakah kalian tertarik untuk menjadi atlet catur? Atau pernah turun berat badan karena stres? Sampai jumpa, Namo Buddhaya.

Daftar Referensi

Kumar, A. (2020). The grandmaster diet: How to lose weight while barely moving. Diambil dari ESPN: https://www.espn.com/espn/story/_/id/27593253/why-grandmasters-magnus-carlsen-fabiano-caruana-lose-weight-playing-chess

Narasi Newsroom. (2021, Maret 27). Kenapa Catur Jadi Cabang Olahraga? | Narasi Newsroom [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=1KvtfEG93bY

Stieg, C. (2019). Chess grandmasters can lose 10 pounds and burn 6,000 calories just by sitting. Diambil dari CNBC: https://www.cnbc.com/amp/2019/09/22/chess-grandmasters-lose-weight-burn-calories-during-games.html

Winsen Olando