Loading
Loading...
Menu BINUS

HISHOT 2026 SEMINAR: “Within the Clouds: AI-Driven Interaction”

Salah satu agenda tahunan HIMTI, HIMTI Seminar, Workshop and Study Tour (HISHOT), kembali hadir pada tahun 2026 dengan mengusung tema ORBIT, singkatan dari Optimizing Resource for Building Infrastructure and Technology. Mengangkat tema tersebut, HISHOT 2026 hadir untuk membekali peserta dengan wawasan dan keterampilan yang relevan mengenai Cloud Technology, terutama di tengah perkembangan teknologi berbasis cloud yang semakin mendorong inovasi, efisiensi, serta skalabilitas dalam sistem digital modern.

Seminar HISHOT 2026 diselenggarakan pada Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Ruang Kelas A0901-03, BINUS Alam Sutera. Acara dibuka dengan penuh semangat oleh dua MC, Radhitya Riaqi Rahman dan Vanessa Agatha Alvina, yang membawa suasana acara menjadi lebih hangat dan interaktif.

Memasuki sesi pembukaan, acara diawali dengan kata sambutan dari Chairman of HISHOT 2026, Catherine Zaneta Adji. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh para pimpinan HIMTI dari berbagai regional, yaitu Karnelia Lengkong selaku President of HIMTI Alam Sutera 2026, Anggita Putri Andriawati selaku President of HIMTI Kemanggisan 2026, serta Cut Nayla Maulida Naswandi selaku President of HIMTI Bekasi 2026. Selanjutnya, Kimmy Lousandria Lukito selaku Chairman of HIMTI 2026 turut menyampaikan sambutannya.

Rangkaian sambutan tersebut kemudian ditutup secara resmi oleh Ibu Alvina Aulia, S.Kom., M.T.I., selaku Deputy Head of Computer Science Program, sekaligus menjadi awal dari rangkaian sesi Seminar HISHOT 2026 yang penuh dengan wawasan dan pengalaman baru bagi para peserta.

Sesi pertama Seminar HISHOT 2026 mengangkat tema Rising Through Interactions for The Future, dengan menghadirkan Dhimas Wahyu Wibisono, Principal Infrastructure Engineer di Krom Bank Indonesia, sebagai pembicara.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan Cloud Technology sebagai model layanan yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai sumber daya komputasi melalui internet tanpa harus memiliki maupun mengelola infrastruktur fisik secara langsung. Peserta juga diperkenalkan dengan beberapa model layanan cloud, yaitu Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), Infrastructure as a Service (IaaS), serta Agentic AI as a Service (AGaaS). Masing-masing model memiliki tingkat pengelolaan dan fungsi yang berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna maupun pengembang.

Tidak hanya membahas jenis layanan cloud, Dhimas juga memperkenalkan The Five Pillars of Well-Architected Cloud, yang mencakup Operational Excellence, Security, Reliability, Performance Efficiency, dan Cost Optimization. Kelima pilar ini menjadi fondasi penting dalam merancang arsitektur cloud yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga aman, andal, serta mampu memberikan nilai bisnis secara maksimal.

Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai bagaimana teknologi cloud dapat dirancang dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan teknologi di masa kini maupun masa depan.

Memasuki sesi kedua Seminar HISHOT 2026, peserta diajak melihat lebih jauh bagaimana perkembangan teknologi dapat membuka peluang baru dalam dunia technopreneurship. David, selaku Senior DevOps and Cloud Engineer di PT Hubexo Indonesia Asia, membagikan wawasan dan pengalamannya melalui presentasi bertajuk From Cloud to Crowd: Creating Technopreneurs of Tomorrow.

Dalam sesi ini, David membahas bagaimana berbagai perkembangan teknologi telah membentuk ekosistem digital yang semakin mendukung lahirnya para technopreneur. Ia memperkenalkan sejumlah fondasi ekonomi digital, mulai dari Cloud Economy, SaaS Economy, Creator Economy, AI Economy, Platform Economy, hingga Future Economy. Dengan hadirnya teknologi cloud, AI, data, serta berbagai web dan mobile platform, para pendiri startup kini dapat membangun dan mengembangkan solusi dengan lebih cepat, efisien, dan menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus terbebani oleh keterbatasan infrastruktur.

David juga mengajak peserta untuk melihat berbagai permasalahan di sekitar sebagai peluang untuk menciptakan inovasi. Tantangan dalam bidang transportasi, kesehatan, pendidikan, konstruksi, hingga digitalisasi UMKM dapat menjadi titik awal bagi lahirnya solusi dan startup baru. Dengan memanfaatkan layanan cloud, AI, data, dan API yang telah tersedia, pengembangan produk dapat dilakukan dengan lebih praktis tanpa harus membangun seluruh komponen teknologi dari awal.

Menutup pemaparannya, David menyoroti perpaduan AI dan cloud sebagai salah satu penggerak utama inovasi di berbagai sektor. Perkembangan Agentic AI, robotika, serta sistem otonom juga diproyeksikan akan membuka semakin banyak peluang baru dan menjadi bagian penting dari perkembangan technopreneurship di masa depan.

Pengalaman peserta selama mengikuti HISHOT 2026 tidak hanya dipenuhi dengan materi, tetapi juga berbagai kegiatan interaktif yang membuat suasana seminar semakin hidup. Keseruan dimulai melalui permainan Kahoot yang berlangsung kompetitif, di mana peserta saling berlomba untuk meraih posisi terbaik dan mendapatkan hadiah menarik.

Suasana kemudian semakin cair melalui sesi ice breaking yang mengajak peserta untuk berinteraksi dan bersenang-senang bersama. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi secara langsung dan menggali lebih dalam berbagai topik seputar Cloud Technology bersama para ahli.

Secara keseluruhan, Seminar HISHOT 2026 memberikan peserta kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai Cloud Technology dan Technopreneurship. Melalui materi dan pengalaman yang diberikan, peserta diajak memahami bagaimana cloud, AI, serta berbagai teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan inovasi dan menciptakan solusi yang relevan bagi berbagai kebutuhan.

Wawasan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menghadapi perkembangan industri teknologi yang semakin dinamis, sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan kompetensi digital, berpikir inovatif, dan menciptakan berbagai solusi berbasis teknologi yang dapat memberikan dampak positif di masa depan.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.