Implementasi Artificial Intelligence dalam Cyber Security: Apa Urgensinya?

Dunia telah mengalami perkembangan digital yang begitu pesat sejak beberapa dekade ke belakang. Berbagai aspek kehidupan kita telah begitu dipengaruhi oleh teknologi. Ruang siber menjadi hal yang tidak lagi asing bagi kita. Demi mempertahankan keamanan dan ketenangan pengguna di ruang siber, dikembangkanlah sebuah sistem yang disebut Cyber Security.

Cyber Security, dalam bahasa Indonesia disebut keamanan siber, merupakan bentuk usaha demi melindungi jaringan, perangkat, dan data dari tindakan kriminal yang bersifat menyerang aspek tersebut. Seiring perkembangan zaman, usaha proteksi ini mengalami evolusi yang signifikan. Namun, tidak hanya proteksinya saja, aksi kriminalitas di dunia siber pun turut meluap.

 

Serangan siber diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, tiga yang paling mudah kita amati adalah:

  1. Cryptographic attack, jenis serangan untuk mengambil akses data terenkripsi dan merusak keamanan sistem kriptografi.
  2. Malware attack, serangan dimana pelaku memasang malicious software pada perangkat pengguna sehingga dapat menyebarkan virus dan mencuri data pribadi.
  3. Phishing attack, tindakan untuk memperoleh informasi sensitif dan rahasia seperti kata sandi dan nomor kartu dengan cara mengirimkan pesan palsu melalui berbagai media.

Salah satu hasil perkembangan keamanan siber demi menangkal aksi kriminal tersebut adalah dengan mengimplementasikan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan atau yang biasa kita kenal sebagai Artificial Intelligence (AI) adalah sistem komputer yang digunakan untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya memerlukan kecerdasan manusia. AI bekerja dengan cara menganalisis korelasi dan pola lalu untuk membuat prediksi mengenai keadaan di masa yang akan datang. AI memiliki peran penting dalam keamanan siber. AI mampu mendeteksi serangan siber dengan memantau perilaku pengguna. Penggunaan AI juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi wajah dalam mengamankan akses ke gedung, tempat bekerja, atau bahkan handphone.

Dalam penggunaannya, ada beberapa teknik AI yang digunakan dalam Cyber Security, yaitu:

  1. Natural Language Processing (NLP), teknik yang mampu membuat komputer memahami bahasa manusia. Teknik ini berperan untuk mendeteksi ancaman elemen tertentu yang terkait dengan bahasa. Misalnya, pencurian kredensial, mengekstrak data, malware, dan sebagainya.
  2. Random Forests yang terdiri dari decision tree, model untuk membuat prediksi mengenai masalah spesifik. Masalah tersebut dapat diibaratkan sebagai Random Forests yang mengambil sampel secara acak. Teknik ini dapat digunakan untuk mendeteksi apakah sampel baru berbahaya atau tidak.
  3. Deteksi Anomali, teknik yang digunakan untuk memantau aktivitas dan perilaku anomali dalam sistem keamanan. Sangat berperan penting dalam mendeteksi ancaman yang dapat menembus jaringan. 
  4. Analisis Grafik, teknik yang digunakan untuk mengatasi peristiwa keamanan siber yang melibatkan jaringan koneksi kompleks. Analisis Grafik memanfaatkan algoritma machine learning untuk representasi grafis dari hubungan sekelompok objek yang disebut dengan entitas. Misalnya, botnet yang merupakan jaringan rumit dari komputer yang terinfeksi malware dan dikendalikan oleh penyerang pusat.

Meskipun AI dalam keamanan siber terlihat menjanjikan, terdapat beberapa kekurangan terhadap pengimplementasiannya, misalnya:

  1. Adanya pembuatan malware otomatis
  2. Risiko keamanan privasi AI
  3. Pencurian model AI
  4. Manipulasi data
  5. Bentuk serangan yang lebih canggih

Kemampuan adaptasi dan analisis yang cepat membuat implementasi AI dalam keamanan siber memiliki manfaat yang signifikan, seperti:

  1. Deteksi serangan yang lebih cepat
  2. Analisis big data yang lebih efisien
  3. Kemampuan prediktif yang unggul
  4. Automasi respon terhadap ancaman
  5. Peningkatan keefektifan pengawasan keamanan
  6. Adaptasi terhadap ancaman yang berkembang

Dalam era digital yang terus berkembang, keamanan siber menjadi perhatian utama. Implementasi kecerdasan buatan (AI) telah menjadi solusi kunci dalam memperkuat pertahanan terhadap serangan siber yang semakin kompleks. Meskipun terdapat tantangan seperti optimalisasi serangan dan risiko privasi, AI unggul dalam deteksi cepat, peningkatan efisiensi dan akurasi analisis data, serta respon otomatis terhadap ancaman siber. Dengan kesadaran akan kelemahan dan terus mengembangkan teknologi AI, kita dapat membangun pertahanan siber yang lebih tangguh dan responsif, menjaga dunia maya tetap aman bagi semua pengguna.

REFERENCES

  1. AI and cyber security: what you need to know. (2024, February). Retrieved from National Cyber Security Centre: https://www.ncsc.gov.uk/guidance/ai-and-cyber-security-what-you-need-to-know 
  2. Kaur, J., & Ramkumar, K. R. (2022). The recent trends in cyber security: A review. Journal of King Saud University-Computer and Information Sciences, 34(8), 5766-5781. doi:https://doi.org/10.1016/j.jksuci.2021.01.018
  3. Mike. (2023, July 17). Teknik AI yang Digunakan dalam Cyber Security. Retrieved from PT. Artha Mulia Trijaya: https://amt-it.com/blog/teknik-ai-yang-digunakan-dalam-cyber-security/
  4. Shutenko, V. (2023, November 22). AI in Cyber Security: Top 6 Use Cases – TechMagic. Retrieved from TechMagic: https://www.techmagic.co/blog/ai-in-cybersecurity/