Dalam mitologi Jepang, hantu atau makhluk gaib (yokai) kerap diperkenalkan sebagai sosok yang menakutkan, seperti Sadako atau Kuchisake-onna. Namun, tidak semua yokai membawa ancaman. Salah satu yang paling dicintai sekaligus dihormati oleh masyarakat Jepang adalah Zashiki Warashi (座敷童子).
Sumber: https://matthewmeyer.net/blog/2009/10/03/a-yokai-a-day-zashiki-warashi/
Zashiki Warashi dipercaya berasal dari Wilayah Tohoku, khususnya Prefektur Iwate, Zashiki Warashi dikenal sebagai roh anak-anak yang membawa keberuntungan, kemakmuran, dan kedamaian bagi rumah tempat ia tinggal.
Asal-usul dan Penampilan:
Nama Zashiki Warashi secara harfiah terdiri dari dua kata:
- Zashiki: Ruang tamu tradisional berlantai tatami yang kerap digunakan untuk menyambut tamu kehormatan.
- Warashi: Istilah dialek lokal untuk menyebut anak-anak.
Zashiki Warashi umumnya digambarkan sebagai anak kecil berusia sekitar 5 hingga 12 tahun. Penampilannya mirip dengan anak tradisional Jepang pada zaman dahulu yang memiliki rambut hitam dipotong gaya bob (bob cut) atau gaya kapa, kulit yang pucat namun memiliki pipi kemerahan, serta mengenakan kimono tradisional. Sosoknya bisa berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.
Sumber: https://otonano-shumatsu.com/articles/486482
Hingga hari ini, pengaruh legenda Zashiki Warashi masih terasa kuat di Jepang. Di Prefektur Iwate, terdapat beberapa penginapan tradisional (ryokan) terkenal seperti Ryokan Ryokufuso yang dikabarkan menjadi tempat tinggal Zashiki Warashi. Banyak pengusaha, politisi, dan wisatawan memesan kamar di sana bertahun-tahun sebelumnya dengan harapan dapat bertemu atau sekadar merasakan kehadiran sang roh pembawa keberuntungan.
Di samping itu, sosok Zashiki Warashi juga kerap diadaptasi ke dalam budaya populer modern seperti anime, manga, dan permainan video (seperti Mononoke, Natsume’s Book of Friends, dan Yo-kai Watch), mempertegas posisinya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan warisan mistis Jepang.
Penulis: Bernard Reginald Tansa (2902635765)

