Loading
Loading...
Menu BINUS

Ubasute: Legenda Tentang Orang Tua yang Ditinggalkan di Gunung Jepang

Source:https://discover.hubpages.com

Di Jepang terdapat sebuah kisah lama yang dikenal dengan istilah 姥捨て(うばすて, yang secara harfiah berarti “membuang nenek.” Kisah ini menggambarkan keadaan ketika orang-orang lanjut usia dibawa ke gunung oleh keluarganya dan kemudian ditinggalkan di sana. Cerita tersebut sering digunakan untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Jepang pada masa lalu yang mengalami kemiskinan dan kekurangan makanan.

Menurut legenda, ketika seseorang sudah terlalu tua dan tidak mampu bekerja, keberadaannya dianggap menjadi beban bagi keluarga. Dalam kondisi yang sangat sulit, terutama ketika makanan terbatas, ada keluarga yang membawa orang tua mereka ke gunung yang jauh dari desa. Setelah sampai di sana, orang tua tersebut ditinggalkan untuk menghadapi nasibnya sendiri.

Source: 650x_11684715.jpg

Namun, perlu diperhatikan bahwa Ubasute tidak dapat begitu saja dianggap sebagai kebiasaan yang benar-benar dilakukan secara umum oleh masyarakat Jepang pada masa lalu. Banyak kisah tentang ubasute berasal dari legenda, cerita rakyat, dan karya sastra. Salah satu karya yang terkenal adalah Narayama Bushikō karya Shichirō Fukazawa, yang kemudian diadaptasi menjadi film.

Dalam cerita-cerita mengenai Ubasute, biasanya berkaitan dengan kemiskinan dan kelaparan. Pada masa ketika kehidupan masyarakat masih bergantung pada pertanian, persediaan makanan sangat terbatas. Setiap anggota keluarga harus bekerja untuk mempertahankan kehidupan.

Orang yang sudah lanjut usia dan tidak mampu bekerja dianggap membutuhkan makanan dan perawatan, tetapi tidak lagi dapat memberikan tenaga untuk keluarga. Karena itu, dalam kisah ubasute, muncul dilema yang sangat kejam: mempertahankan orang tua atau memastikan anggota keluarga lainnya tetap hidup.

Source : https://www.pintscope.com/serial-story/narayamabushikou/

Tetapi, apakah orang Jepang benar benar melakukan hal tersebut ?

Pertanyaan ini cukup penting karena istilah “orang Jepang membuang kakek-nenek ke hutan” dapat memberikan kesan bahwa hal tersebut merupakan tradisi Jepang yang umum. Kenyataannya, bukti sejarah mengenai praktik tersebut sebagai kebiasaan yang dilakukan secara luas masih diperdebatkan.

Karena itu, lebih tepat mengatakan bahwa ubasute merupakan legenda atau motif cerita rakyat Jepang tentang meninggalkan orang tua yang sudah lanjut usia, bukan menyatakan bahwa semua atau sebagian besar masyarakat Jepang pada zaman dahulu melakukan hal tersebut.

Cerita seperti ini juga muncul dalam berbagai bentuk di berbagai kebudayaan. Biasanya, cerita tersebut menggambarkan konflik antara kasih sayang kepada keluarga dan kebutuhan untuk bertahan hidup. Menariknya, cerita Ubasute tidak hanya berbicara tentang kekejaman terhadap orang tua. Beberapa versi cerita justru menunjukkan kebijaksanaan orang tua. Dalam cerita tertentu, orang tua yang ditinggalkan ternyata memberikan petunjuk atau solusi yang menyelamatkan keluarganya.

Hal ini menunjukkan sebuah pesan bahwa orang tua yang sudah tidak mampu bekerja sekalipun tetap memiliki pengalaman dan kebijaksanaan yang berharga. Dengan demikian, kisah Ubasute dapat dilihat sebagai cerita yang mempertanyakan bagaimana masyarakat memperlakukan orang lanjut usia. Apakah nilai seseorang hanya ditentukan oleh kemampuannya untuk bekerja? Ataukah pengalaman dan kebijaksanaan juga memiliki nilai yang tidak kalah penting?

 

Penulis: Bernard Reginald Tansa (2902635765)

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.