LDK Calon Pengurus 2020 “MAXIMIZATION”

LDK Calon Pengurus BNFC 2020 “MAXIMIZATION”

(Maximizing Accountability in Organization)

 

Latihan Dasar Kepemimpinan atau yang disebut dengan LDK merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan dengan memiliki tujuan untuk membentuk, melatih, dan mengembangkan karakter kepemimpinan seseorang dari suatu organisasi atau kelompok. Tidak hanya itu, LDK juga diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan dan melatih kerjasama antara anggota dalam suatu organisasi. Hal inilah yang menjadi rutinitas bagi Binus Finance Club atau BNFC. Pada LDK 2020 yang kedua kali ini, BNFC mengangkat tema yaitu “MAXIMIZATION” (Maximizing Accountability in Organization).

LDK ini telah dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2020. Berbeda dengan LDK sebelumnya dengan tema “MYLES” yang diperuntukkan bagi calon aktivis, pada LDK kali ini diperuntukkan untuk para calon pengurus BNFC berikutnya. Dikarenakan kondisi saat ini di Indonesia yang masih belum membaik, yang mengharuskan mahasiswa Binus University dan juga seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap berada di rumah, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat teman-teman dari BNFC agar LDK ini tetap berlangsung. LDK ini dilaksanakan secara online lewat aplikasi Microsoft Teams. Acara ini berlangsung dari pukul 13:00 WIB – 17:30 WIB atau kurang lebih sekitar empat setengah jam lamanya. Acara ini dipandu oleh ketua panitia LDK Calon Pengurus yaitu Meiranda, yang diisi dengan tiga sesi utama beserta beberapa sesi pendukung.

Pada sesi pertama dalam LDK kali ini adalah kembali dipernalkan mengenai BNFC yaitu dari visi-misi, program kerja, dan juga divisi-divisi yang ada. Yang membedakan dari presentasi sebelumnya, pada kesempatan kali ini tim panitia telah menyiapkan materi mengenai Regenerasi yang merupakan suatu topik yang penting bagi calon pengurus BNFC untuk diperkenalkan lebih lagi, kegunaan dari regenerasi dan mengapa regenerasi perlu ada dalam suatu organisasi. Sesi pertama kali ini dibawakan oleh tim dari divisi Creative and Business BNFC yaitu Nabila dan Kessy, dimana Nabila menjelaskan mengenai BNFC dan Kessy menjelaskan mengenai Regenerasi. Dari materi yang telah disampaikan dalam sesi pertama kali ini, dapat diambil kesimpulan bahwa regenerasi sangatlah penting bagi organisasi sebagai penerus perjuangan bagi organisasi tersebut. Jika suatu organisasi tidak memiliki niat untuk melakukan regenerasi, sama saja organisasi tersebut sedang menunggu kepunahan terjadi untuk organisasi mereka. Dan sesi pertama ditutup dengan sebuah quotes yaitu “Kesuksesan dalam organisasi bukan bertahan untuk punah, namun berubah untuk bertahan”

Setelah sesi pertama selesai dan sebelum memasuki sesi kedua, tim panitia telah menyiapkan games melalui Kahoot. Games kali ini berguna untuk sekedar merefreshkan pikiran sejenak. Apalagi dalam games Kahoot ini pertanyaan yang dilontarkan tidak semuanya pertanyaan mengenai finance, namun juga terdapat pertanyaan guyonan.

Setelah selesai bermain, tim panitia juga telah menyiapkan satu atau dua contoh studi kasus yang perlu dijawab oleh teman-teman dari calon pengurus. Dalam studi kasus kali ini, teman-teman dari calon pengurus berperan aktif dalam menjawab soal-soal yang diberikan. Tentu saja dengan menjawab soal dan saling berdiskusi, berguna bagi teman-teman untuk lebih memahami materi yang telah disampaikan.

Setelah sesi pertama berakhir, sesi kedua dimulai. Pada kesempatan kali ini, tim panitia telah mengundang kakak-kakak dari SCAC untuk membawakan materi. Materi pertama dibawakan oleh kak Angel mengenai finansial. Disini, kak Angel menjelaskan mengenai bagaimana mengatur finansial dalam sebuah organisasi. Kak Angel juga menegaskan bahwa bendahara umum tidak selalu menjadi bendahara panitia. Bendahara umum adalah orang yang ditunjuk dan dilantik oleh SCAC untuk mengatur dan mencatat segala keuangan dalam organisasi. Tugasnya diantara lain memeriksa anggaran yang ada dalam proposal dan LPJ event beserta lampiran bukti-buktinya (pemasukan dan pengeluaran). Kak Angel juga menceritakan apa yang biasanya menjadi masalah bagi seorang bendahara dalam menjalani tanggung jawab mereka. Hal yang paling sering terjadi adalah bagaimana sang bendahara seringkali lupa menyimpan bukti pembayaran atau struk yang mungkin nominalnya terlihat sepele, seperti untuk bayar tol, beli minuman, dan sebagainya. Namun justrul hal-hal kecil seperti itu sangat diperlukan untuk memastikan kondisi keuangan.

Setelah mendapat materi mengenai finansial, kini giliran kak Arief yang menjelaskan mengenai administrasi organisasi kemahasiswaan. Dalam kesempatan kali ini, kak Arief lebih banyak menjelaskan bagaimana syarat dan ketentuan untuk organisasi ketika mengadakan suatu event atau acara. Seperti yang dilakukan oleh BNFC dalam mengadakan LDK Calon Pengurus pada kali ini, syaratnya adalah peserta harus sudah mengikuti LDK Aktivis dan LKMM, lalu IPK minimal adalah 2.75, dan lainnya. Tidak hanya mengenai LDK, kak Arief juga menjelaskan syarat untuk mengadakan perlombaan dan juga study tour.

Materi mengenai organisasi kemahasiswaan selesai, lalu dilanjutkan oleh kak Hardi sebagai pembawa materi di sesi dua. Materi yang dibawakan adalah mengenai Good Organization Governance. Kak Hardi menjelaskan apa saja hal-hal yang harus ada dalam sebuah organisasi, agar organisasi tersebut dapat menjadi organisasi dengan sistem yang baik. Beberapa hal didalamnya yang perlu diperhatikan atau harus ada antara lain

  • Consensus oriented: adanya keputusan bersama
  • Equitable dan Inklusif: kerjasama, adil dan rendah hati
  • Effective dan Efficient: bagaimana harus menjamin tiap anggota dalam memanfaatkan sumber daya yang disediakan dari segi resource SDM, infrastruktur, dana dan waktu
  • Accountable: memahami kondisi keuangan
  • Transparent: sikap terbuka kepada seluruh anggota
  • Responsive: aktif dalam menanggapi tantangan dan hambatan
  • Follow the rules: taat kepada aturan

Sesi kedua ditutup dengan tanya jawab yang dilontarkan oleh para peserta.

Sesi ketiga akhirnya tiba. Dalam kesempatan kali ini, Ms.Shinta selaku dosen dari Binus University, membagikan materi kepada para peserta mengenai Time Management. Ms. Shinta mengatakan bahwa dibandingkan mengatakan spend your time, lebih baik kita menggunakan investing your time. Karena spend your time kita dapat melakukan hal yang tidak begitu penting (useless), sedangkan investing your time berarti kita memanfaatkan waktu yang ada untuk hal-hal yang bermanfaat. Ms.Shinta juga menjelaskan mengenai perbedaan orang yang sibuk dan orang yang produktif. Orang sibuk belum tentu produktif, namun orang yang produktif sudah pasti sibuk. Kita jangan merasa bangga ketika kita memiliki banyak pekerjaan. Tetapi berbanggalah jika kita mampu menjadi orang yang produktif. Ms.Shinta juga dengan senang hati memberikan pengalamannya ketika ia menjalani perkuliahan hingga ia mampu mendapatkan tiga gelar setelah menyelesaikan kuliahnya di luar negeri.

Sesi ketiga atau sesi terakhir kali ini juga ditutup dengan antusias para peserta yang bertanya kepada Ms.Shinta, baik mengenai Time Management, maupun mengenai pengalaman-pengalamnnya. Para peserta sangat termotivasi dengan apa yang telah diceritakan dan dialami oleh Ms.Shinta.

LDK Calon Pengurus dengan tema “MAXIMIZATION” periode 2020 yang berlangsung kurang lebih empat setengah jam pun berakhir. Kami berharap setelah diadakannya LDK kali ini, dapat membantu para calon pengurus dalam pembentukan karakter seorang pemimpin yang baik ketika menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, dan menjadi generasi yang lebih baik untuk membawa nama baik bagi BNFC pula. Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua!