Muhammad Rizqi : Mewakili Indonesia di “Gangnam Kpop Concert Music Festival”

Masuk kedalam dunia hiburan atau entertainment pastinya nggak semudah yang kalian bayangin nih Blisteners! Sebagai seorang entertainer pastinya memiliki talenta dibidangnya, nggak hanya talenta tetap ber-inovasi, konsistensi dan juga presistensi juga menjadi sebuah tantangan loh. Salah satunya Muhammad Rizqi atau yang biasa dipanggil dengan Kiki ini ternyata lulusan Komunikasi yang menggeluti dunia entertain sejak kecil. Penasaran? Tenang aja, Blisteners! Reporter kita Sakila Gita (S) berkesempatan ngobrol langsung dengan kak Rizqi (R) . Nah, kalau penasaran, lanjut baca artikelnya yuk!

 

S: Awal mula tertarik masuk dunia entertainment kenapa?

R: Sebenernya sudah dimulai dari kecil, orang tua saya selalu mendorong saya untuk bisa tampil di depan publik. Waktu kecil juga sempet ikut beberapa sekolah menyanyi, SMP juga tergabung menjadi salah satu penyanyi dari sekolah, di SMA juga sama. Lalu ketika lulus kuliah saya mendapatkan tawaran dari teman saya untuk bisa bergabung jadi salah satu vocal grup under PT. Sony Music Indonesia. Awalnya nggak terlalu excited untuk bergabung di XOIX, tapi ketika diminta untuk audisi saya lihat kualitas temen-temen saya memang sudah cukup kompeten.

 

S: Masuk dunia entertainment keinginan sendiri atau gimana?

R: Kalau ditanya ini keinginan siapa sebenernya ini pure diajak temen, tetapi setelah melihat prospek kedepannya seperti apa, dan grup XOIX ini akan seperti apa akhirnya membuat saya yakin saya ada di tempat yang tepat.

 

S: Sebagai entertainer kan pernah ngerasa up & down. Gimana sih cara ngatasinnya?

R: Kalau ditanya up & down nya dalam dunia entertainment itu udah pasti ada, apalagi di era music pop dance, dan era boyband dan girlband pada saat itu di Indonesia. Menurut saya itu adalah masa-masa dimana saya sangat menikmati eranya saya. Tapi seiring berjalannya waktu banyak genre music yang baru apalagi sekarang dangdut sudah banyak diterima di Indonesia. Jadinya masyarakat Indonesia menjadi banyak pilihan untuk menikmati music, Indonesia adalah salah satu negara yang dunia entertainment nya sendiri sangat unpredictable. Kalau misalnya kita lihat ya di Korea masyarakatnya sangat support dengan local artis maupun talent, di Indonesia belum bisa seperti itu dan menurut saya itu menjadi tantangan buat saya agar tetap inovasi, konsistensi dan juga presistensi. Jadi tiga hal itu perlu diperhatikan.

 

S: Hambatan sebagai seorang entertainer apa sih kak?

R: Bukan cuma entertain atau showbiz tapi di semua pekerjaan pasti ada hambatannya. Menurut saya hambatan-hambatan kecil yang memang sering dihadapi adalah bagaimana cara kita meng-contains kepada khalayak bahwa music itu layak kami untuk persembahkan. Kadang antar genre music aja saling under estimate, kalau yang dari pengalaman yang saya dapet waktu itu untuk music pop dance masih dipandang sebelah mata, but how we communicate our message kepada public bagaimana kita menyampaikan ohh ini karya kami, oh ini adalah hal yang kami persiapkan secara matang dan layak untuk dinikmati. Mungkin itu tidak mudah, dan itu menjadi hambatan buat kita, kalau kami bisa tetap inovasi, konsistensi dan juga presistensi harusnya bisa tetap diatasi.

Saat Mewakili Indonesia di “Gangnam Kpop Concert Music Festival”

S: Pengalaman apa aja sih yang paling menarik selama jadi entertainer dan pebisnis ?

R: Pada saat kami baru terbentuk, kami dipercaya untuk menjadi salah satu band pembuka pada konser Westlife yang Gravity Tour di Jakarta dan pada saat itu memang pertama kalinya kami tampil di depan public di depan ribuan orang, itu pengalaman yang sangat luar biasa menurut saya. Lalu ada prestasi yang mengharumkan nama Indonesia, waktu itu kami dipilih menjadi salah satu band yang dikirim ke Korea untuk mewakili Indonesia pada ajang “Gangnam Kpop Concert Music Festival” pada tahun 2013 and that was fun. Selain bisa jalan-jalan kita juga bisa menikmati makanan korea dan setelah itu kita juga memiliki tanggung jawab yang besar yaitu harus perform di depan semua fans-fans Korea.

 

Ganteng, muda dan berbakat lagi menurut kalian gimana nih, Blisteners?

  

S: Apa aja sih yang dibutuhin kalau mau jadi entertainer?

R: Sebenernya harus diawali dari passion yang kedua coba untuk bisa bersosialisasi dengan orang banyak, karena yang dibutuhkan seorang entertainer itu gimana kita bisa berkomunikasi dengan banyak orang, karena link yang sudah kita bentuk sangat-sangat mempengaruhi pekerjaan kita seterunya, attitude dan yang ketiga itu skillSkill kita ada dimana, apakah ada di actingPresenting? Atau di dunia singing? Jadi sebenernya semua hal yang bisa menghibur semua orang adalah entertainment. Menurut saya salah satu pekerjaan yang paling mulia adalah pekerjaan yang membuat orang bahagia.

 

 

 

B.E.A.C.H [Best Escape Anyone Can Have!]

S: Mencari inspirasi untuk membuat suatu karya susah nggak sih kak?

R: Mencari inspirasi untuk membuat sebuah karya menurut saya nggak melulu harus dari story atau pengalaman pribadi, tapi mungkin dari cerita teman, keluarga, sahabat atau siapapun bisa diadaptasikan menjadi sebuah karya. Saat ini kan juga sudah canggih sudah era digital, semua informasi bisa didapatkan lebih mudah atau ketika kita lagi travelling itu biasanya bisa muncul ide. Jadi sekarang inspirasi sudah mudah untuk didapatkan.

 

S: Selama jadi entertainer kakak pernah collab sama siapa aja nih?

R: Pengalaman saya selama jadi entertainer sebenarnya sudah banyak banget ya, pada saat jamannya saya waktu itu pernah kolaborasi sama Cherrybelle, Vicky Shu, lalu beberapa FTV pernah sama Andrea Dian, Eza Gionino, Tasya Kamila. Album saya yang kedua itu ada di Collaborating Harmony itu sama salah satu maestro kita om Dwiki Dharmawan, dan yang paling terakhir itu kami pernah diminta untuk mengisi kolaborasi lagu kompilasi Sheila On 7 yang judulnya Dan. Sebenernya di dunia entertain itu lebih mudah berkolaborasi dengan musisi, tapi karna banyak bidang yang kami geluti pada saat itu jadi sebenernya lebih luas untuk berkolaborasi.

 

S: Suka dukanya jadi entertainer apa sih?

R: Kalau harus di compare kayaknya lebih banyakan sukanya ya, menurut saya dunia entertain itu lebih banyak menghibur orang. Ketika kita meghibur orang berarti kan yang ada di kepala kita bahagia, berarti senang. Tapi kalau dukanya pasti ada beberapa pengalaman yang sering terjadi adalah kami itu kan tidak suka menyanyi lipsync, ketika kita diminta bernyanyi di depan penonton tetapi acara TV nya tidak bisa provide mic yang on jadi menurut saya itu adalah hal yang menyedihkan ketika kami harus berbohong di depan public bahwa kami menyanyinya lipsync. Jadi kalau ditanya kami harus menyanyi lipsync atau live pasti kami memilih live. Menurut saya itu hal yang menyedihkan karna tidak bisa memberikan penampilan yang jujur kepada public.

 

Sukses dan berwibawa keren ya, Blisteners!

 

S: Rencana kedepannya sebagai seorang entertainer?

R: So far kami masih mencoba untuk melihat cycle seperti apa untuk genre music pop dance apakah kami harus ganti genre music? Tapi kemarin beberapa produser kami ada info untuk provide lagu yang memang kita coba twist ke beberapa genre music yang saat ini lagi banyak digemari. Tidak merubah image tetapi hanya mencoba untuk menyesuaikan pasar. Saat ini kami aktif di beberapa channel lain salah satunya YouTube channel kita dan off air juga sampai saat ini masih jalan. Jadi minta doanya kita bisa meberikan karya-karya yang lebih baik lagi untuk semuanya AMIN!

 

S: Role model yang menginspirasi kakak siapa sih?

R: Yang sangat-sangat saya idolakan dari dulu itu adalah Will Smith, beliau adalah sosok yang sangat luar biasa. Acting-nya sudah nggak perlu diragukan lagi, dulu beliau juga musiciansrapper juga, sekarang beliau punya keluarga yang bahagia anak-anaknya sukses dan istrinya yang sukses juga. Sampai saat ini beliau dikenal dengan legend, jadi kalau ditanya role modelnya siapa pengen banget hidup saya terinspirasi dari Will Smith.

 

S: Tips and trick  jadi Entertainer?

R: Yang pertama harus percaya diri, harus sering latihan misalnya, kalau suka acting bisa sering-sering nonton film drama, action atau sering datang acara musical. Karna saya pribadi juga suka banget sama musical, musical itu kan memang perpaduan antara dance, acting dan juga singing. Jadi tiga aspek merupakan hal utama untuk menjadi seorang entertainer. Kalau semua udah di kuasain untuk jadi presenter, untuk jadi stand up comedy juga bisa. Lalu practice, harus banyak latihan jadi bisa sambil nyanyi atau acting di depan kaca dan setelah itu bisa langsung dicoba dipertunjukan ke orang, kalau belum berani musical gitu bisa coba casting dulu. Menurut saya boleh dicoba dari hal yang kecil dulu sebelum ekspetasinya terlalu tinggi.

 

Nah itu dia obrolan langsung bareng Muhammad Rizqi, Blisteners jadi terinspirasi nggak nih punya karya di usia muda? Walaupun awalnya susah untuk diterima banyak orang tetapi usaha tidak pernah mengkhianati hasil kok! Dan buat lo yang mau kenalan langsung  sama Kiki XOIX bisa banget nih follow instagramnya @reezkeeas.

 

 

Don’t forget to follow our social media for more information!

Instagram        : @bvoice_radio

Twitter             : @bvoiceradio

Facebook         : BVoice Radio

Line@             : @bvoiceradio

iOs& App Store: BVoice Radio

(Writer: Sakila Gita / Bvoice Radio)

(Editor: Elia Geraldine/ Bvoice Radio)