BSLC LDK-A 2026: “The Importance of Initiative and Communication”
BSLC (BINUS Student Learning Community) kembali menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Aktivis (LDK-A) 2026/2027 sebagai langkah awal pembekalan bagi para Nindya terpilih. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, serta kesiapan berorganisasi bagi para aktivis BSLC di periode yang baru.
Melalui LDK-A, peserta akan mendapatkan berbagai materi yang mencakup aspek kepemimpinan, pengenalan organisasi, serta penguatan pola pikir yang strategis dalam menjalankan peran sebagai bagian dari BSLC. Rangkaian pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta memahami bagaimana sebuah organisasi dijalankan secara profesional, membangun sikap bertanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang tepat.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dirancang secara interaktif agar peserta dapat melatih kemampuan berpikir kritis, menyikapi permasalahan dalam organisasi, serta membangun kerja sama tim yang baik. Seluruh rangkaian acara diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi para Nindya untuk berkontribusi secara aktif dan membawa dampak positif bagi BSLC.
Kata Sambutan oleh Shana Grace Sitompul, Bendahara Umum BSLC 2025
Kata Sambutan oleh Raka Priyahita Pramudito, Project Manager LDK-A 2026
Sebelum acara dimulai, peserta diarahkan untuk mengisi entry ticket sebagai bentuk registrasi kehadiran. Setelah seluruh peserta menyelesaikan pengisian, acara dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin secara universal. Doa ini menjadi simbol harapan agar seluruh rangkaian kegiatan LDK-A dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Memasuki agenda berikutnya, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bendahara Umum BSLC 2025/2026, Shana Grace Sitompul. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkomitmen untuk mengikuti LDK-A sebagai proses awal pembelajaran dalam dunia organisasi. Sambutan ini menekankan pentingnya sikap tanggung jawab, konsistensi, dan peran aktif Nindya dalam mendukung keberlangsungan serta kemajuan BSLC.
Setelah sambutan dari Bendahara Umum, kegiatan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Project Manager LDK-A BSLC 2025/2026, Raka Priyahita Pramudito. Dalam penyampaiannya, Raka menjelaskan gambaran umum pelaksanaan LDK-A serta harapan agar para peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan serius dan terbuka. LDK-A diharapkan menjadi sarana pembentukan mental, sikap kepemimpinan, serta kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai tantangan selama berorganisasi di BSLC.
Materi Leadership oleh Brilly Andro Makalew
Memasuki acara inti, LDK-A BSLC 2026/2027 membuka sesi pertama dengan materi Leadership yang dibawakan oleh Pak Brilly. Sesi ini menjadi fondasi penting bagi para Nindya untuk memahami makna kepemimpinan dalam konteks organisasi mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Pak Brilly menjelaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang posisi atau jabatan, melainkan tentang kemampuan mempengaruhi, mengarahkan, serta menjadi teladan bagi anggota tim. Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki kualitas diri yang kuat, mampu membangun semangat berkembang pada setiap anggota, serta dapat menyeimbangkan kepentingan pribadi dengan tanggung jawab organisasi.
Sesi ini berlangsung secara interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan narasumber. Beberapa topik yang dibahas dalam sesi tanya jawab meliputi kualitas utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, cara menjaga produktivitas tim, tolok ukur keberhasilan kepemimpinan, hingga cara menyikapi anggota yang kurang aktif dalam organisasi. Diskusi ini memberikan sudut pandang baru bagi peserta terkait tantangan nyata yang sering dihadapi dalam kepemimpinan organisasi.
Sebagai penutup sesi, BSLC memberikan sertifikat penghargaan kepada Pak Brilly sebagai bentuk apresiasi atas kesediaannya berbagi ilmu dan pengalaman. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Bendahara Umum BSLC, menandai berakhirnya Sesi 1 Leadership dengan penuh makna dan pembelajaran.
Materi Administration & Operation oleh Hino Kaila Tomomi, Region Leader of BSLC Alam Sutera
Selanjutnya, pada sesi kedua, materi mengenai Administration & Operations dibawakan oleh Hino Kaila Tomomi selaku Region Leader of BSLC Alam Sutera kepada para aktivis. Materi tersebut membahas alur pelaksanaan program kerja di BSLC, mulai dari pemilihan DPI-E dan para panitia, serta persiapan hingga akhirnya program tersebut dapat terlaksana. Selain itu, dalam materi tersebut juga dijelaskan mengenai tahapan yang perlu dilakukan setelah suatu program kerja selesai, yaitu penyusunan laporan pertanggungjawaban yang mencakup evaluasi kegiatan, pembelajaran yang diperoleh, serta berbagai lampiran seperti bukti transaksi, dokumentasi kegiatan, materi pembicara, dan daftar kehadiran peserta.
Materi Finance oleh Stanley Nathanael Wijaya, Ketua Umum BSLC 2025/2026
Pada sesi ketiga, materi mengenai Finance dibawakan oleh Ketua Umum BSLC periode 2025/2026, yaitu Stanley Nathanael Wijaya. Materi ini membahas mengenai ruang lingkup tugas bendahara, ketentuan dan regulasi keuangan, serta pengelolaan arus kas organisasi. Sesi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan dan pencatatan keuangan yang tertib, seperti peninjauan anggaran, penyusunan proposal dan laporan pertanggungjawaban, hingga pengarsipan dokumen transaksi. Selain itu, materi ini juga menjelaskan tata cara pengelolaan pemasukan atau pengeluaran dana, termasuk kelengkapan administrasi seperti quotation, invoice, dan bukti transfer. Melalui materi finance ini, para aktivis diharapkan mampu menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan organisasi.
Materi Pengenalan OK oleh Cindy, Region Leader of BSLC Kemanggisan
Sesi materi yang terakhir adalah Pengenalan OK oleh Cindy, selaku Region Leader of BSLC Kemanggisan. Dalam sesi ini, materi yang dipaparkan bertujuan untuk memberikan suatu gambaran mengenai organisasi, yang mencakup sejarah berdirinya, nilai-nilai yang dianut, visi dan misi, kategori keanggotaan, struktur organisasi, serta pembagian divisi dan subdivisi di dalam BSLC.
Setelah pemaparan materi, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan suatu skenario kasus yang menggambarkan berbagai permasalahan organisasi, misalnya krisis komunikasi, ketidakseimbangan beban kerja, konflik dalam pengambilan keputusan, atau motivasi anggota yang rendah. Setiap kelompok kemudian diminta untuk menganalisis permasalahan tersebut, lalu mencari solusi dan menyusun strategi penyelesaian masalahnya. Setelah berdiskusi, beberapa kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil analisis mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan para aktivis dalam berbicara di depan umum dan menilai efektivitas solusi yang diusulkan.
Rangkaian kegiatan LDK-A 2026/2027 kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia serta berdoa bersama. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam serta mampu menerapkan materi yang telah disampaikan dalam kegiatan organisasi selanjutnya.

