Jakarta, 30 Agustus 2026 – Pernah kepikiran kalau pengalaman kuliah bukan cuma soal belajar di kelas? Bertemu orang baru, mencoba hal yang belum pernah dilakukan, bahkan pergi ke negara lain bisa menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal diri sendiri dan berkembang menjadi seorang pemimpin. Hal inilah yang ingin dikenalkan melalui Youth Today x Join AIESEC kepada 710 mahasiswa BINUS.
Diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 30 Agustus 2026, Youth Today x Join AIESEC hadir dengan tema “Youth Creating Meaningful Impact with AIESEC in BINUS” dan topik “Origin of Impact”. Kegiatan ini mengajak mahasiswa untuk mengenal AIESEC lebih dekat sekaligus melihat berbagai kesempatan yang dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan menciptakan dampak positif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan informasi mengenai sejarah, nilai-nilai, budaya, dan berbagai kegiatan AIESEC. Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan beberapa program AIESEC, khususnya Global Volunteer dan Global Talent, yang dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru dan mengembangkan kemampuan di luar lingkungan perkuliahan.
Mengenal Kepemimpinan dari Sebuah Pengalaman
Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh dua MC, yaitu Alisha Hana selaku Staff of University Relations dan Safira Nur Aulia selaku Staff of Public Relations, yang dikenal dengan nama LISA. Keduanya menemani peserta sepanjang acara, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Setelah pembukaan, peserta diajak menjawab pertanyaan check-in untuk membangun suasana yang lebih santai dan interaktif.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Board of Advisors Introduction oleh Pak Teddy Budiwan dan Pak Muhammad Ichsan. Setelah itu, Person in Charge Youth Today x Join AIESEC, Shelomitha Flourensia, serta Organizing Committee President Youth Today x Join AIESEC, Abelia Putri Rievany, menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta.
Selanjutnya, moderator Nadhira Ilham Ramadhani selaku Staff of ELD Support AIESEC in BINUS memandu sesi pertama yang berjudul “Leadership Starts with Experience”. Sesi ini menghadirkan Local Committee President AIESEC in BINUS, Davin Gerald Kurniawan.
Davin membagikan pengetahuan dan pengalamannya selama menjalani perjalanan di AIESEC. Melalui sesi ini, peserta diajak melihat bahwa kemampuan memimpin tidak hanya diperoleh dari teori, tetapi juga dapat berkembang melalui berbagai pengalaman, tantangan, dan kesempatan yang dijalani.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan melalui Padlet. Setelah sesi selesai, acara dilanjutkan dengan apresiasi dan dokumentasi bersama Davin Gerald Kurniawan.
Untuk membuat suasana semakin seru, peserta kemudian mengikuti engagement activity “Myth or Fact”. Dalam aktivitas ini, peserta diajak menjawab berbagai pernyataan sekaligus berinteraksi selama kegiatan berlangsung.
Belajar dari Pengalaman di Thailand
Setelah aktivitas pertama, peserta mengikuti sesi “Beyond the Journey: Stories of Growth through Exchange”. Sesi ini menghadirkan Modesty Inaura Sacha selaku Team Leader of Talent and Learning Development AIESEC in BINUS.
Modesty membagikan pengalaman mengikuti Global Volunteer di Thailand. Ia menceritakan bagaimana rasanya tinggal di lingkungan baru, bertemu orang-orang dari budaya berbeda, serta berbagai pengalaman yang membantunya berkembang selama mengikuti program tersebut.
Bagi peserta, cerita tersebut memberikan gambaran bahwa pengalaman internasional bukan hanya tentang mengunjungi negara lain. Lebih dari itu, pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengenal perspektif baru, belajar beradaptasi, dan memahami dunia dari sudut pandang yang berbeda.
“Jujur, aku sangat senang mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman exchange-ku dengan para peserta di Youth Today x Join AIESEC! Melihat antusiasme dan semangat mereka saat mendengarkan ceritaku membuatku ikut merasa bahagia. Rasanya sangat bermakna mengetahui bahwa pengalamanku bisa menginspirasi mereka untuk berkembang melalui exchange dan mendapatkan perspektif baru dari orang-orang, budaya, dan pengalaman yang berbeda.” ujar Modesty Inaura Sacha.
Setelah sesi berbagi, peserta kembali diajak bermain melalui “Guess the Country”. Dalam permainan tersebut, peserta harus menebak negara berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh MC LISA.
Berbagai Peluang di AIESEC
Keseruan kemudian berlanjut ke Booth Exploration. Pada sesi ini, peserta mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai Global Volunteer dan Global Talent. Perwakilan oGX AIESEC in BINUS, Vanessa Agatha dan Emmanuelle P. B. Alexander, menjelaskan perbedaan kedua program, manfaat yang bisa diperoleh, serta cara untuk mengikutinya.
Peserta kemudian mengikuti Find Your Path. Mereka mendapatkan panduan untuk membuat akun EXPA dan mencari berbagai kesempatan yang tersedia. Sesi ini juga dilengkapi dengan tanya jawab sehingga peserta dapat memahami lebih jelas mengenai proses pendaftaran dan pilihan program yang sesuai dengan minat mereka.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui berbagai permainan, sesi tanya jawab, serta aktivitas check-in dan check-out. Salah satu peserta, Kenneth Orville Handoko, merasa bahwa kegiatan ini membantunya memahami AIESEC dan berbagai kesempatan yang tersedia.
“Awalnya saya masih ragu untuk mengikuti kegiatan ini, tetapi setelah Youth Today x Join AIESEC, saya menjadi lebih yakin bahwa AIESEC adalah organisasi yang tepat untuk saya. Saya jadi mengetahui berbagai kesempatan yang bisa diikuti, kegiatan yang ada di dalamnya, serta tujuan organisasi ini. Para pembicara juga sangat informatif dan acaranya menyenangkan,” ungkap Kenneth.
Menjelang akhir kegiatan, peserta mengikuti check-out, Rewards & Recognition, Exit Ticket, dan dokumentasi. Acara kemudian ditutup dengan closing remarks oleh MC LISA. Peserta juga diajak untuk melanjutkan perjalanan mereka bersama AIESEC in BINUS melalui proses rekrutmen yang akan datang.
Youth Today x Join AIESEC menjadi salah satu langkah bagi mahasiswa BINUS untuk mengenal kesempatan di luar ruang kelas. Melalui pengalaman kepemimpinan, interaksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, hingga kesempatan mengikuti program internasional, mahasiswa dapat menemukan lebih banyak ruang untuk berkembang.
Pada akhirnya, menciptakan dampak tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Terkadang, semuanya hanya membutuhkan satu langkah sederhana: berani mencoba sebuah kesempatan baru.

