Loading
Loading...
Menu BINUS

TEACH FOR SUMBA 2026/2027

“Weaving Sumba’s Future Through Education”

Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang. Semangat tersebut hadir dalam Teach For Sumba 2026, program yang diselenggarakan oleh Teach For Indonesia Student Community (TFISC), organisasi mahasiswa BINUS University, bersama Yayasan Kasih Agape Sumba.

Membawakan tema “Weaving Sumba’s Future Through Education”, Teach For Sumba 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan pembelajaran bagi guru dan siswa. Salah satu fokus utamanya adalah mempersiapkan siswa di Sumba menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN) melalui pembelajaran IPA, IPS, dan Matematika.

Selain pembelajaran OSN, program ini juga menghadirkan pembekalan mengenai pemanfaatan AI untuk membantu pekerjaan administratif guru, keamanan digital, pengelolaan sampah, serta kegiatan kreatif bersama siswa.

Rangkaian pembelajaran online berlangsung dalam rentang 17 Juli hingga 18 September 2026, sementara kegiatan offline dilaksanakan selama tujuh hari, yakni 29 September hingga 5 Oktober 2026.

Rangkaian Pembelajaran Online

17 Juli 2026 – Mengenalkan AI untuk Mendukung Guru

Sebanyak 11 pertemuan pembelajaran online dilaksanakan dalam rentang 17 Juli hingga 18 September 2026.

Pada 17 Juli 2026, sesi pembelajaran diikuti oleh seluruh guru di Yayasan Kasih Agape Sumba, baik jenjang SD maupun SMP. Selama dua jam, Dr. Suwarno, S.Si., M.Pd. memberikan materi “AI untuk Mempermudah Administratif Guru dengan AI optimAI & PRIMA”.

Dr. Suwarno merupakan pengajar sekaligus pengembang AI optimAI & PRIMA. Materi tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi para guru dalam memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan administratif.

24 Juli – 18 September 2026 – Pembekalan Guru untuk OSN

Pada periode 24 Juli hingga 18 September 2026, pembelajaran online dilaksanakan setiap minggu bagi guru-guru mata pelajaran OSN di masing-masing jenjang.

Materi yang diberikan mencakup IPA, IPS, dan Matematika dengan mengacu pada silabus OSN. Kegiatan tersebut diajarkan oleh enam volunteer mahasiswa BINUS University, masing-masing untuk bidang dan jenjang IPA SD, IPS SD, Matematika SD, IPA SMP, IPS SMP, dan Matematika SMP.

Peserta dalam rangkaian pembelajaran ini adalah para guru. Pembekalan tersebut ditujukan untuk memberikan bekal kepada guru agar dapat mengajarkan materi OSN kepada siswa di Sumba.

Rangkaian Kegiatan Offline

29 September 2026 – Perjalanan Menuju Sumba

Rangkaian kegiatan offline dimulai dengan keberangkatan 11 panitia menuju Sumba. Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bali.

Selama transit di Bali, panitia melakukan ishoma sekaligus mengambil konten untuk Somethinc dan Lokale Coffee sebagai sponsor resmi. Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Bali menuju Waingapu, Sumba.

Setibanya di Sumba, panitia dijemput oleh pihak hotel dan menuju Tanto Hotel untuk beristirahat. Pada malam hari, panitia bertemu dengan pihak Yayasan Kasih Agape untuk membahas rangkaian kegiatan Teach For Sumba 2026 selama tujuh hari. Hari pertama kemudian ditutup dengan makan malam bersama dan waktu istirahat.

30 September 2026 – Pembukaan dan Pembelajaran OSN

Hari kedua dimulai pukul 07.00 dengan sarapan dan briefing. Setengah jam kemudian, panitia berangkat menuju sekolah Yayasan Kasih Agape.

Kegiatan diawali dengan pembukaan Teach For Sumba 2026 bersama Simson Tanto, pemilik yayasan, serta para guru dan siswa.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembelajaran OSN untuk siswa SD dan SMP yang mencakup IPA, IPS, dan Matematika.

Selain pembelajaran OSN, para guru juga mengikuti workshop “AI untuk Mempermudah Administratif Guru dengan AI optimAI & PRIMA”. Materi yang dikembangkan oleh Dr. Suwarno, S.Si., M.Pd. tersebut disampaikan oleh Alia Naswa Haliza.

Alia mengajar IPA SD dalam kegiatan Teach For Sumba 2026 dan memiliki latar belakang PGSD. Ia juga merupakan mahasiswa yang diajar oleh Dr. Suwarno. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, panitia, guru, dan siswa melakukan dokumentasi bersama.

1 Oktober 2026 – OSN dan Keamanan Digital

Pada 1 Oktober, panitia berangkat menuju sekolah sejak pukul 06.30. Setelah tiba, kegiatan diawali dengan ice breaking sebelum siswa mengikuti sesi pembelajaran OSN.

Pembelajaran kembali mencakup IPA, IPS, dan Matematika untuk jenjang SD dan SMP. Setelah sesi tersebut, siswa kelas 3 SMP mendapatkan materi “Keamanan Digital” yang disampaikan oleh Muhammad Habibi Hapizh.

Materi ini ditujukan untuk membantu siswa memahami keamanan dalam menggunakan ruang digital dan menghindari penipuan digital. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan dokumentasi sebelum panitia kembali ke hotel.

2 Oktober 2026 – Mengelola Sampah dan Berkarya dengan Eco Print

Kegiatan pada 2 Oktober dimulai dengan keberangkatan panitia menuju sekolah pada pukul 06.30 dan dilanjutkan dengan sarapan.

Panitia kemudian menyambut siswa di gerbang sekolah. Kegiatan pagi diisi dengan olahraga, doa, bernyanyi, perkenalan, serta permainan sebelum dilanjutkan dengan sesi berikutnya.

Pembelajaran OSN kembali diberikan untuk bidang IPA, IPS, dan Matematika pada jenjang SD dan SMP. Setelah itu, siswa mengikuti “Edukasi dalam Mengelola Sampah” yang disampaikan oleh Muhammad Habibi Hapizh dan dilengkapi dengan permainan.

Sementara itu, siswa kelas 6 SD mengikuti workshop membuat Batik Eco Print menggunakan daun. Setelah kegiatan selesai, panitia melakukan dokumentasi dan perpisahan bersama siswa.

Pada malam harinya, panitia mempersiapkan dekorasi untuk Farewell Party sekaligus melakukan briefing.

3 Oktober 2026 – Penutupan dan Apresiasi

Rangkaian Teach For Sumba 2026 di Yayasan Kasih Agape dilanjutkan dengan Closing Ceremony Teach For Sumba 2026.

Acara dipandu oleh Glorya Imanuella dan Haya Kurniawan sebagai MC. Dalam acara tersebut, terdapat sambutan dari Ayu Swarna representatif dari Teach For Indonesia, Muhammad Habibi Hapizh selaku Project Manager Teach For Sumba, serta Rudyanto Kowe sebagai representatif pihak yayasan.

Penampilan siswa turut menjadi bagian dari acara. Siswa SD Kasih Agape Plus menampilkan tarian, sementara siswa SMP Kasih Agape Plus menampilkan pertunjukan pujian.

Sebagai bentuk apresiasi, plakat, sertifikat, dan suvenir diberikan kepada guru serta siswa OSN. Setelah rangkaian acara selesai, Teach For Sumba 2026 secara resmi ditutup.

4 Oktober 2026 – Menjelajahi Sumba Timur

Setelah rangkaian utama program selesai, panitia serta guru-guru Sekolah Kristen Nasional Kasih Agape Plus melakukan perjalanan untuk melihat pemandangan alam Sumba Timur.

Perjalanan dimulai dari hotel menuju Bukit Piarakuku dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Air Terjun Waimarang, yang juga membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Piarakuku.

Setelah seluruh perjalanan selesai, panitia kembali ke hotel untuk beristirahat sebelum perjalanan pulang.

5 Oktober 2026 – Perjalanan Kembali

Pada hari terakhir, panitia meninggalkan Waingapu menggunakan TransNusa menuju Bali. Dari Bali, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Jakarta.

Dengan perjalanan tersebut, rangkaian kegiatan offline Teach For Sumba 2026 selama 29 September hingga 5 Oktober 2026 berakhir.

Menenun Masa Depan Melalui Pendidikan

Teach For Sumba 2026 menghadirkan rangkaian pembelajaran bagi guru dan siswa, mulai dari persiapan OSN, pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan administratif guru, hingga edukasi keamanan digital dan pengelolaan sampah.

Membawakan tema “Weaving Sumba’s Future Through Education”, program ini memaknai pendidikan sebagai proses menenun masa depan melalui pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Melalui kolaborasi antara guru, siswa, volunteer, panitia, dan Yayasan Kasih Agape Sumba, rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pendidikan sekaligus mendorong perhatian terhadap perkembangan pendidikan di Sumba di tingkat nasional.

Pelaksanaan program turut didukung oleh Lokale Coffee, Somethinc, Tanto Hotel, AIESEC in BINUS, dan Indozone.

Pada akhirnya, Teach For Sumba 2026 menjadi ruang untuk belajar dan berbagi, dengan pendidikan sebagai benang yang menghubungkan langkah hari ini dengan masa depan Sumba.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.