Dari Sampah ke Banjir : Mengapa Pengelolaan Limbah itu Penting?

Sumber: https://shorturl.at/8uilX 

Inefisiensi dalam sistem pengelolaan limbah telah memposisikan Indonesia pada ancaman bahaya lingkungan yang akut. Penumpukan sampah secara langsung berkontribusi pada bencana banjir dengan menghambat aliran air, sementara pembuangan yang sembarangan menghasilkan polusi tanah serius dari cairan lindi yang berbahaya. Melalui topik “Dari Sampah ke Banjir: Mengapa Pengelolaan Limbah itu Penting?”, penelitian ini menekankan perlunya mengatasi akar masalah ini dengan merumuskan dan mengadvokasikan solusi pengelolaan sampah yang efektif. Harapannya adalah melalui peningkatan kesadaran kolektif, dapat tercipta dorongan kuat bagi pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan pengelolaan limbah yang lebih baik dan terstruktur di seluruh Indonesia.

Beberapa faktor yang menyebabkan banjir adalah curah hujan yang tinggi, kurangnya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, cuaca yang esktrem, dan penebangan pohon atau hutan secara liar yang dapat mengurangi daerah resapan air. Contoh bencana banjir yang terjadi baru-baru ini adalah Bali, pada awal bulan September kemarin Bali dikabarkan mengalami bencana banjir terparah sepanjang satu dekade. Banjir ini dinilai terparah karena tidak hanya menyebabkan kerugian material tetapi juga menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia. Banjir yang terjadi di Bali diperkirakan terjadi akibat kombinasi cuaca ekstrem, infrastuktur buruk, serta tekanan pembangunan yang menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah. Banyak area hijau atau sawah yang sebelumnya berfungsi untuk area resapan air, kini berubah menjadi area pemukiman dan pariwisata.

Dilihat dari banyaknya kejadian akibat limbah dan sampah yang terjadi tersebut, dapat dikatakan bahwa pengelolaan limbah yang buruk menjadi kontributor utama terjadinya bencana banjir dan polusi tanah yang serius. Limbah terutama plastik yang dibuang sembarangan ke sungai, selokan, saluran air, dsb menyebabkan aliran air tersumbat sehingga pada saat curah hujan yang tinggi, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan meluap menjadi banjir yang merendam permukiman dan menghambat aktivitas masyarakat. Sampah padat dan limbah cair yang ada di tanah dapat menyebabkan polusi pada tanah sehingga merusak struktur tanah, menurunkan kesuburan dan juga mengganggu resapan air. Tanah yang tercemar dan tidak dapat menyerap air dengan sempurna dapat memperburuk situasi banjir dan juga memicu bencana lain seperti tanah longsor dan masalah kesehatan seperti diare dan penyakit kulit akibat banjir yang kotor dan bercampur dengan tanah yang tercemar.

Melihat berbagai dampak yang ada, diperlukan upaya penanganan agar masalah banjir dan pencemaran tanah tidak terus berulang. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain memperbaiki sistem pengelolaan sampah melalui pemilahan daur ulang, membersihkan serta merawat saluran drainase, meningkatkan edukasi masyarakat tentang buang sampah sembarangan, serta memanfaatkan teknologi pengolahan limbah yang lebih modern.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan limbah memegang peran penting dalam mencegah banjir dan menjaga kualitas lingkungan. Pengelolaan limbah bukan hanya tugas pemerintah namun membutuhkan peran dari masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih.

Referensi :