Workshop Literasi Media: Disinformasi dan Cek Fakta

WORKSHOP LITERASI MEDIA: DISINFORMASI & CEK FAKTA

Di era digital seperti sekarang ini, hoax dan misinformasi merupakan dua hal yang lumrah dalam komunikasi sehari-hari masyarakat. Namun, masih banyak yang menyalahgunakan kedua istilah tersebut. Yang dimaksud dengan hoax adalah informasi palsu yang menurut dugaan penerima tampaknya benar. Sedangkan disinformasi adalah penyimpangan informasi yang sama sekali tidak mengandung fakta atau kebenaran dan sengaja dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kemudahan akses informasi melalui internet berarti laporan palsu dan informasi yang salah menyebar lebih cepat dan menjadi konsumsi publik secara massal.

Teach For Indonesia Student Community sebagai salah satu unit kemahasiswaan di BINUS University yang melihat keadaan ini tergerak ingin mengurangi kegiatan disinformasi yang terjadi di masyarakat khususnya di lingkungan Pendidikan. Sangat memprihatinkan jika disinformasi ini terjadi dilingkungan Pendidikan di Indonesia, maka dari itu Teach For Indonesia Student Community menyelenggarakan workshop dengan tema “Workshop Literasi Media : Disinformasi & Cek Fakta”. Workshop ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih meluas kepada masyarakat khususnya dalam lingkungan Pendidikan dalam menerima dan menanggapi suatu informasi yang beredar di media.

Kegiatan Workshop Literasi Media : Disinformasi & Cek Fakta ini ditargetkan kepada para pendidik dan para pemuda-pemudi Desa Tirtomoyo, Kabupaten Malang. Harapannya dengan adanya kegiatan workshop ini para pendidik yaitu guru-guru dapat membedakan antara berita disinformasi dan juga fakta yang akan dibagikan kepada peserta didik dan lingkungan sekitar. Selain itu, peran pemuda-pemudi Desa Tirtomoyo ini juga tidak kalah pentingnya, diharapkan dengan mengikuti kegiatan workshop ini para pemuda-pemudi Desa Tirtomoyo dapat menjadi cerminan dan guru bagi teman-teman seusianya dalam memilah berita yang beredar di masyarakat.

Kegiatan workshop ini diawali dengan acara pembuka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne BINUS University, selanjutnya ada kata sambutan yang diberikan oleh Jesica Tandian selaku Project Manager Workshop Literasi Media : Disinformasi & Cek Fakta dan dilanjutkan oleh kata sambutan Ibu Yuventia Prisca Diyanti Todalani K., S.Sos., M.Fil. selaku staff Teach For Indonesia BINUS @Malang. Untuk mengawali kegiatan workshop, kegiatan diawali oleh bridging dari Ibu Yuli Rahmawati, M.Psi., Psikolog selaku Student Advisory Officer untuk membahas mengenai mental health penyebaran hoax di masyarakat. Dalam sesi ini Ibu Yuli menjelaskan permasalahan yang sering sekali terjadi di masyarakat dan dampak-dampak apa saja yang terjadi akibat dari penyebar hoax. Selanjutnya, acara beralih ke kegiatan ice breaking yang berisikan beberapa pertanyaan mengenai contoh perbedaan hoax dan fakta. Kegiatan ini cukup mencairkan suasana karena contoh-contoh diberikan sangat related dengan yang sering terjadi di masyarakat. 

Kegiatan kemudian beralih ke dalam acara intinya yaitu penyampaian materi oleh Ibu Leliana Setiono. Ibu Leliana Setiono merupakan seorang Master of Human Resource Management University of Melbourne. Materi yang diberikan tentunya memberikan banyak sekali manfaat, mulai dari mengupas tuntas hoax dan fakta, jenis-jenis disinformasi hingga pengaplikasian agar mengurangi disinformasi dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mendengarkan pemaparan materi dari Ibu Leliana Setiono, para peserta diberikan case study tentang berita yang beredar dalam dunia digital, para peserta diberikan waktu kurang lebih 15 menit untuk melakukan diskusi dan melakukan pemaparan diskusi selama 5 menit. Dan kemudian peserta juga berikan kesempatan untuk dapat bertanya langsung mengenai keraguan mereka terhadap disinformasi kepada narasumber. 

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan didukung oleh para peserta yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan terjadinya komunikasi dua arah yang sangat baik. Feedback dari para peserta juga dirasakan saat beberapa peserta menyampaikan bahwa hal-hal kecil dalam kehidupan mereka sering sekali dipenuhi oleh disinformasi. 

 

DOKUMENTASI PESERTA: