Loading
Loading...
Menu BINUS

KMK Strolling Around

 KMK Strolling Around 

 

KMK Strolling Around – Napak Tilas Sejarah: Nilai yang Menyatukan dalam Keberagaman

KMK Strolling Around adalah kegiatan yang terbuka bagi semua orang, mulai dari berbagai agama, bahkan dari luar BINUS. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan antar agama-agama yang ada di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, semua yang berpartisipasi mengenal lebih dalam tentang tata cara beribadah, sejarah rumah ibadah, serta sejarah dari agama pada rumah ibadah tersebut. 

Masjid Istiqlal

KMK Strolling Around dimulai dengan berkumpul di BINUS untuk perjalanan ke rumah ibadah yang pertama yaitu Masjid Istiqlal. Di Masjid Istiqlal, kami dijelaskan oleh Pak Yusuf tentang sejarah Masjid ini. Melalui penjelasan dari Pak Yusuf, kami mengetahui bahwa Masjid Istiqlal adalah Masjid terbesar di Asia Tenggara serta kata “Istiqlal” sendiri berarti merdeka. 

Masjid Istiqlal juga dibangun di seberang Gereja Katedral Jakarta sebagai bentuk solidaritas antar agama sesuai yang diinginkan presiden saat itu, yaitu Ir. Soekarno. Semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama hingga saat ini terus dijaga, salah satunya melalui pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

 

Gereja Katedral 

Setelah dari Masjid Istiqlal, kami melanjutkan perjalanan ke Gereja Katedral Jakarta melewati terowongan tersebut. Di Gereja Katedral Jakarta, peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk bergantian melakukan eksplorasi museum, menonton teater di museum, serta masuk lewat pintu samping dan pintu utama Gereja Katedral. Untuk eksplorasi museum ada yang dijelaskan oleh volunteer dari Museum Katedral Jakarta dan ada juga yang dijelaskan oleh panitia yang bertugas. 

Di dalam teater ditampilkan video sejarah Gereja Katolik di Indonesia, yang dilanjutkan dengan sejarah Gereja Katedral Jakarta. Seluruh peserta di kelompok juga memiliki kesempatan untuk berdoa sejenak saat masuk ke Gereja Katedral Jakarta lewat pintu belakang atau samping.

 

Gereja Sion

Rumah ibadah selanjutnya adalah Gereja Sion. Disini kami mendapatkan pengetahuan dari dua orang tour guide. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh tour guide, Gereja Sion merupakan gereja Kristen tertua yang masih berfungsi di Jakarta. Gereja ini selesai dibangun pada tahun 1695 dan masih digunakan secara aktif untuk ibadah hingga hari ini. Awalnya, gereja ini dibangun untuk “Komunitas Mardijkers”. Gereja ini dulu dikenal sebagai Portugeesche Buitenkerk (Gereja Portugis Luar Tembok). Rumah ibadah ini diperuntukkan bagi kaum Mardijkers bekas tawanan perang atau budak asal India dan Melayu yang dibebaskan oleh Belanda setelah mereka berpindah agama ke Protestan. 

Di area gereja ini juga terdapat makam Gubernur Jenderal VOC di halaman dan area dalam gereja terdapat beberapa batu nisan kuno dari era VOC. Salah satunya adalah makam Hendrick Zwaardecroon, Gubernur Jenderal VOC (1718–1725) yang secara khusus minta dimakamkan di antara rakyat biasa di gereja tersebut. 

Di dalam gereja ini masih terdapat organ atau alat musik yang dipakai pada saat ibadah berlangsung dan organ ini umurnya sudah lebih dari 1 abad. Organ pipa antik dari Abad ke-18 ini merupakan organ pipa buatan Egbert Schultz pada tahun 1760. Organ antik bergaya Barok ini masih terawat dan menjadi salah satu organ pipa tertua yang tersisa di Asia Tenggara.

Vihara Dharma Sakti

Setelah dari Gereja Sion, kamu melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir, yaitu Vihara Dharma Sakti. Di dalam Vihara, kami diajak melihat area altar doa utama yang dikelilingi lilin-lilin merah besar. 

Selain itu, kami melintasi area altar pemujaan yang menyimpan deretan rupang atau patung Dewa-Dewi (seperti Han Tan Kong dan Dewi Kwan Im) lengkap dengan penomoran di setiap altar untuk memandu urutan sembahyang umat, serta area khusus penghormatan bagi para leluhur dan tokoh terdahulu yang dihormati di vihara.

Melalui kegiatan KMK Strolling Around ini, semua peserta dapat mengenal lebih dalam lagi tentang sejarah rumah ibadah dari berbagai agama. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun solidaritas serta toleransi antar agama yang ada.



Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.