Loading
Loading...
Menu BINUS

Keyakinan Dalam Ajaran Buddha

Keyakinan (Saddhā) adalah suatu kepercayaan yang harus diyakini dengan pengertian benar, semangat, dan memiliki pengetahuan. Keyakinan yang didasari oleh pengertian benar menimbulkan kelahiran di alam surga. Umat Buddha berlindung kepada Sang Buddha karena Buddha telah menemukan jalan kebebasan. Pada dasarnya, seorang tidak bisa menghapus kekotoran batin orang lain. Sebagai umat Buddha, kita bisa menerapkan sifat-sifat mulia Buddha ke dalam diri sendiri. Terdapat 3 unsur keyakinan, yaitu: Keyakinan yang kuat akan sesuatu, kegembiraan terhadap sifat-sifat yang baik, harapan mencapai hasil di kemudian hari.

Dalam ajaran Buddha, Keyakinan dibagi menjadi 6, yaitu:

  1. Pasāda Saddhā: keyakinan yang jernih dan emosional. Keyakinan awal yang muncul karena rasa hormat, kagum, dan ketertarikan terhadap Tiratana. 
  2. Okappanā Saddhā: keyakinan yang menaruh hati secara total. Keyakinan yang hebat terhadap Tiratana dan ajaran yang dipraktikan secara sederhana.
  3. Āgamana Saddhā: keyakinan yang berasal dari tradisi atau ajaran yang diterima. Keyakinan ini muncul karena mendengarkan ajaran dari guru atau orang tua. 
  4. Bhāvanā Saddhā: keyakinan yang muncul dari pengalaman praktik langsung. Keyakinan yang muncul karena melihat manfaat nyata dari praktik Dhamma, seperti meditasi. 
  5. Adhimutti Saddhā: keyakinan teguh, tidak goyah, dilandaskan kebijaksanaan. Keyakinan sejati dari seorang Ariyapuggala (makhluk suci), tidak tergoyahkan meski dalam kesulitan. 
  6. Akar Saddhā: keyakinan sebagai akar perbuatan baik. Keyakinan sebagai landasan moralitas, dana, dan meditasi yang mengarah pada pencerahan.

Keyakinan disampaikan dengan kalimat Tisarana atau tiga perlindungan:

“Aku berlindung kepada Buddha, Aku berlindung kepada Dhamma, Aku berlindung kepada Sangha.”

Buddha, Dhamma, dan Sangha merupakan kesatuan dan keyakinan kepada Tisarana sebagai bentuk kepercayaan terhadap Tuhan. Dalam ajaran Buddha, keyakinan bersifat sadar, mau, dan bertidak benar tanpa berharap berkah dari langit begitu saja, melainkan melaksanakan apa yang telah ditunjukkan Buddha, apa yang diajarkan Dhamma, dan apa yang telah ditekunkan oleh Sangha. Sang Buddha tidak menuntut manusia untuk percaya atau tidak. Sebaliknya, Buddha membimbing supaya mereka memahai pengalaman hidup bagaimana adaya. Keyakinan terhadap kesempurnaan Buddha, berkaitan erat dengan keyakinan lain, yaitu:

  • Keyakinan terhadap hukum karma.
  • Keyakinan terhadap akibar dari karma.
  • Keyakinan bahwa semua makhluk memiliki karmanya masing-masing dan bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.

Sumber:

  1. https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/apakah-suatu-agama/
  2. https://diandharma.org/keyakinan-dan-kepercayaan/
  3. Bhante Bhadrapurisa Thera
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.