Volunteer Perayaan Waisak Nasional 2570 B.E./2026

 

Hari Raya Trisuci Waisak merupakan momentum paling sakral bagi umat Buddha di seluruh dunia untuk memperingati tiga peristiwa agung: kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Gotama, dan pencapaian Mahaparinibbana Buddha Gotama. Di Indonesia, pusat kemegahan dan spiritualitas perayaan Waisak selalu bermuara di Candi Borobudur, sebuah mahakarya yang tidak hanya menjadi episentrum peribadatan umat Buddha, tetapi juga simbol keharmonisan dan warisan budaya dunia.

Peringatan Waisak Nasional 2570 BE / 2026 yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) & Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) telah berjalan dengan melibatkan rangkaian ritual suci berskala masif. Kegiatan ini dimulai dari prosesi sakralisasi Api Dharma dari Mrapen pada 29 Mei, pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei, hingga puncaknya pada 31 Mei yang meliputi prosesi agung dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, renungan Detik-Detik Waisak, serta malam pelepasan Lentera Perdamaian. Kehadiran ribuan umat dari berbagai penjuru Nusantara dan dunia menuntut adanya manajemen kerumunan yang terstruktur, dan hal tersebut telah dijawab dengan dukungan operasional lapangan yang optimal sehingga seluruh rangkaian ritual dapat berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar.

Menyadari besarnya skala perayaan dan pentingnya menjaga kesucian momentum tersebut, Keluarga Mahasiswa Buddhis Dhammavaddhana (KMBD) Universitas Bina Nusantara Semarang telah mengambil peran aktif sebagai relawan (volunteer). Terhitung sejak tanggal 29 Mei hingga puncak perayaan selesai, delegasi mahasiswa KMBD telah mendedikasikan diri untuk bersinergi secara langsung dengan panitia pusat WALUBI. Keterlibatan ini mencakup bantuan operasional di lapangan, pengaturan alur pergerakan umat, hingga menjaga ketertiban area puja dan pradaksina. Pelaksanaan tugas ini telah menjadi wujud nyata dari tanggung jawab sekaligus kehormatan bagi KMBD yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara keagamaan Buddha terbesar di Indonesia.

Bagi mahasiswa yang bertugas, keterlibatan sebagai relawan di tengah dinamika perayaan puncak Waisak ini telah menjadi sebuah laku spiritual sekaligus ruang pembelajaran karakter yang tidak ternilai. Melalui pengabdian tanpa pamrih ini, para delegasi telah mempraktikkan ajaran Dhamma secara nyata, serta melatih kesigapan dan kemampuan bersinergi saat menghadapi situasi lapangan yang dinamis. Pengalaman turun langsung melayani Sangha dan umat ini terbukti mampu memupuk kedewasaan emosional, memperkuat tali persaudaraan lintas daerah, serta menanamkan jiwa kepemimpinan dan dedikasi yang berakar pada welas asih.

 

KMBD JAYA!

Taro Goleo