Penyusutan Ekonomi Industri Tekstil Selama Pandemi COVID-19

Selama pandemi COVID-19 berlangsung, terdapat banyak sektor industri yang mengalami kerugian dan berdampak pada kondisi ekonomi per-industrian, salah satunya ialah industri tekstil. Seperti yang kita ketahui, Industri tekstil sangat berdampak besar pada dunia fashion tanah air. Jika industri tekstil terhambat, maka dunia fashion tanah air akan terhambat demikian. Dunia industri tekstil Indonesia mengandalkan Korea Selatan, Tiongkok, dan Taiwan sebagai pengekspor utama bahan baku industri tekstil di Indonesia. Namun, selama pandemi COVID-19 ini, kegiatan ekspor dan impor sangat dibatasi. Pengekspor utama bahan baku tekstil yakni, Korea Selatan, Tiongkok, dan Taiwan sangat membatasi kegiatan industri mereka dikarenakan mereka sedang melakukan lockdown dalam mengantisipasi penyebaran virus COVID-19 ini. Melemahnya pasar ekspor ini membuat pasar ekspor Indonesia turun drastis sebesar 70%.

Dalam menghadapi situasi terhentinya pasar ekspor, industri tekstil masih kesulitan dalam mencari bahan baku. Hal ini dikarenakan bahan baku hasil ekspor korea selatan, tiongkok, dan Taiwan menjadi sangat langka dan harganya melambung tinggi. Situasi ini membuat beberapa industri tekstil membeli produk bahan baku lokal yang harganya cenderung mahal dengan kualitas yang berbeda. Tidak hanya pasar ekspor yang terhambat, pasar dalam tanah air juga terhambat demikian. Pusat-pusat pembelanjaan grosir seperti yang ada di bandung dan tanah abang ditutup karena adanya aturan PSBB. Kondisi seperti ini membuat industri tekstil kewalahan , karena disatu sisi cash flow per-industrian tekstil seperti upah tenaga kerja, pembayaran THR, pembayaran listrikĀ  tetap jalan, namun disisi lain industri tidak mendapatkan income. Beberapa industri tekstil sudah meminta bantuan kementerian teknis, OJK perbankan, direktur PLN, dan bahkan sudah melakukan pendekatan ke pemerintah agar dapat memberikan kemudahan bagi dunia industri. Mereka berharap setidaknya beberapa kewajiban ekonomi seperti pembayaran upah tenaga kerja dan pembayaran THR dapat terlaksana.

Daftar Pustaka:

Olavia, Lona. 2020. Akibat Virus Corona, Ongkos Produksi Tekstil Membengkak. https://www.beritasatu.com/ekonomi/603851-akibat-virus-corona-ongkos-produksi-industri-tekstil-membengkak. (17 Juni 2020).

CNBC Indonesia. 2020. Pasar Ekspor Anjlok 70%, Industri Tekstil Kian Menderita Akibat Corona. https://www.youtube.com/watch?v=AvNznmWPcEk. (17 Juni 2020).

tvOneNews. INDUSTRI TEKSTIL LESU & DAMPAK WABAH CORONA DI KOREA. https://www.facebook.com/watch/?v=207745010298822. (17 Juni 2020).

Ronald Luwijaya