OpenAI Rilis GPT-5: Benarkah Selevel PhD?
OpenAI baru saja meluncurkan GPT-5, model kecerdasan buatan terbaru yang diklaim memiliki kemampuan setara dengan seorang doktor (PhD). Klaim ini memicu perdebatan: apakah benar AI bisa menandingi kecerdasan akademik tertinggi manusia?
Menurut OpenAI, GPT-5 hadir dengan peningkatan besar dalam penalaran, pemrograman, penulisan, dan pemahaman konteks. Model ini juga dilengkapi sistem real-time router yang bisa memilih mode cepat atau mode berpikir mendalam sesuai kebutuhan. Bahkan, GPT-5 disebut sebagai “kolaborator setara tim ahli PhD” karena dapat memberikan jawaban kompleks di berbagai bidang.
Namun, kenyataannya tidak sesempurna itu. Beberapa laporan media, seperti The Guardian, mengungkap GPT-5 masih melakukan kesalahan dasar: salah ejaan, salah menjawab jumlah huruf dalam kata, bahkan keliru dalam geografi. Kritik lainnya menyebut GPT-5 hanyalah evolusi, bukan revolusi—peningkatan nyata, tetapi belum cukup untuk benar-benar menggantikan kecerdasan manusia tingkat doktor.
Di sisi lain, komunitas pengembang justru melihat GPT-5 sebagai kemajuan penting. Wired melaporkan bahwa model ini efisien dan cepat untuk pemrograman, meskipun terkadang kalah akurat dibanding pesaing seperti Claude. Dengan basis pengguna ChatGPT yang mencapai ratusan juta, GPT-5 tetap dipandang sebagai tonggak besar dalam perjalanan AI.
Jadi, apakah GPT-5 benar-benar selevel PhD? Jawabannya masih terbuka. Walau memiliki kemampuan mengesankan, GPT-5 tetap menunjukkan keterbatasan. Bagi banyak pengguna, ia lebih tepat dianggap sebagai asisten cerdas super-kuat daripada pengganti kecerdasan manusia.
https://www.wired.com/story/gpt-5-coding-review-software-engineering/?utm_source=chatgpt.com
https://www.gadgetdiva.id/aplikasi/sam-altman-akui-kepintaran-gpt-5-setara-phd-ini-kata-pakar
