Mitos dan Fakta mengenai 5G yang ada di Indonesia

Pada awal tahun 2000an, pengembang jaringan memahami bahwa jaringan-jaringan sebelumnya (seperti 3G serta 4G) tidak dapat mendukung jaringan di dunia terus menerus. Hal ini dikarenakan latensi dari 4G hanya di antara 40-60 md, sangat lambat untuk dapat merespon hal yang sangat banyak. Dengan itu, beberapa pengembang jaringan mulai mengembangkan jaringan seluler generasi berikutnya, sehingga terbentuklah jaringan 5G. Kecepatan yang dimiliki oleh jaringan ini seratus kali lebih cepat dibanding dengan generasi – generasi sebelumnya.

Pada tahun 2008, Korea Selatan mengembangkan program R&D 5G. Empat tahun setelahnya, Universitas New York mendirikan NYU Wireless untuk pengembangan 5G. Pada tanggal 1 Desember 2018, Korea Selatan menjadi negara pertama yang menawarkan 5G (standar nirkabel seluler generasi kelima). Setelah negara Korea, mulailah beberapa negara menerapkan jaringan seluler generasi kelima ini.

5G merupakan jaringan seluler generasi kelima; jaringan nirkabel global baru setelah jaringan 1G, 2G, 3G, dan 4G. Teknologi ini dibuat untuk memberikan kecepatan data yang lebih tinggi dibanding jaringan sebelumnya. Selain memiliki kecepatan yang tinggi, 5G juga dapat membawa data yang besar serta mempunyai koneksi yang tergolong cepat dan mudah untuk dihubungkan satu dengan yang lainnya.

Teknologi jaringan seluler generasi kelima ini tidak hanya untuk meningkatkan kecepatan jaringan, melainkan juga untuk menghasilkan pengalaman terhubung bagi pengguna. Konektivitas 5G yang begitu kencang dan superior dapat membantu mengubah sistem kerja bidang perbankan hingga bidang kesehatan. 5G dapat menghasilkan mulai dari kendaraan otonom, kota pintar, hingga operasi-operasi yang dapat dipantau dari jarak jauh. Jaringan 5G dirancang untuk dapat menyederhanakan mobilitas serta kemampuan roaming terbuka tanpa batas, sehingga para pengguna tidak perlu khawatir saat mereka berpindah antara koneksi dalam ruang maupun luar ruang karena mereka akan tetap terhubung. Dengan teknologi ini, masyarakat dapat menikmati jaringan dengan waktu real-time dan menghasilkan output yang begitu tinggi.

Setelah mengetahui apa itu 5G, mari kita perhatikan beberapa mitos yang tersebar luas di internet dan membedah satu per satu pernyataan yang ada.

Mitos 1: Jaringan 5G dapat mempengaruhi kecepatan 4G

Faktanya, hal ini tergantung dari ketersediaan jaringan pada suatu wilayah. Jika suatu device tersambung dengan jaringan 5G, maka tentunya koneksi yang didapatkan lebih cepat. Ketika pengguna sudah tidak berada dalam jangkauan coverage 5G, jaringan akan dialihkan ke jaringan lain yang berada diluar jangkauan coverage 5G, misalnya jaringan 4G.

Mitos 2: Jaringan 5G dapat mengganggu kesehatan

Faktanya, 5G beroperasi dengan menggunakan gelombang radio yang dikenal dengan Radiofrequency Electromagnetic Fields (EMF). Gelombang ini adalah gelombang yang juga dipancarkan oleh televisi dan radio, serta digunakan oleh teknologi jaringan sebelumnya. World Health Organization (WHO) juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, tidak ada penelitian yang menyebut frekuensi radio 5G dapat membahayakan tubuh manusia.

Mitos 3: Jaringan 5G membawa tegangan/radiasi tinggi

Faktanya, frekuensi operasional yang dipancarkan oleh 5G termasuk ke dalam kategori elektromagnetik rendah dengan tingkat radiasi yang juga rendah. Radiasi yang disebabkan oleh 5G berbeda dengan radiasi yang ditimbulkan oleh sinar x-ray, gamma, dan ultraviolet (UV), karena beberapa sinar tersebut termasuk ke dalam jenis radiasi pengion yang tergolong berbahaya dan berpotensi menyebabkan kanker.

Mitos 4: Jaringan 5G dapat menyebarkan COVID-19

Faktanya, banyak negara yang sudah mengalami pandemi sebelum adanya 5G. World Health Organization (WHO) juga menegaskan bahwa virus COVID-19 hanya menyebar melalui batuk, bersin, serta droplet dari seseorang penderita COVID-19 yang berbicara, dan tidak ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa jaringan 5G dapat menularkan virus COVID-19


Beberapa mitos di atas sebelumnya juga sudah menjadi suatu kekhawatiran bagi Indonesia, karena jaringan 5G benar-benar merupakan hal yang baru di Indonesia. Namun selain dari beberapa mitos diatas, 5G juga memiliki beberapa fakta menarik yang belum banyak diketahui oleh orang banyak.

1. Telkomsel menjadi operator seluler pertama yang meluncurkan layanan 5G di Indonesia

Telkomsel meluncurkan layanan 5G kepada pelanggannya dimulai dari tanggal 27 Mei 2021. Selain itu, pihak Telkomsel juga mengatakan bahwa untuk menikmati layanan 5G pelanggan tidak perlu mengganti kartu SIM. Penerapan 5G di Indonesia sebelumnya sebenarnya sudah dilakukan oleh pihak Telkomsel pada saat ASIAN GAMES 2018 yang diterapkan pada mobil otonom. Penerapan tersebut menjadi sebuah percobaan dan penelitian dalam bidang jaringan di Indonesia.

2. Wilayah terbatas dan kecepatan 16 kali lipat

Walaupun 5G sudah ada di Indonesia, perlu kita ketahui bahwa wilayah cakupan 5G masih cukup terbatas. Jaringan 5G baru tersedia secara terbatas di enam area perumahan yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Lebih jelasnya, area yang dapat dicakup oleh 5G diantaranya adalah Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Pondok Indah Widya Chandra (Jakarta), Alam Sutera dan BSD di Tangerang. Namun, di luar dari keterbatasan wilayah, perlu kita perhatikan bahwa kecepatan 5G 16 kali lipat lebih cepat dari 4G. Percobaan yang dilakukan pada 2018 lalu oleh pihak Telkomsel telah membuktikan bahwa kecepatan 5G dapat mencapai 16,6 GBps sementara generasi sebelumnya 4G adalah 0,30 GBps. Hal ini cukup mengejutkan dan termasuk perkembangan yang sangat luar biasa untuk jaringan 5G.

3. Peran 5G di dunia VR dan AR

5G berperan untuk memaksimalkan potensi teknologi VR dan AR. Dengan adanya 5G, ada kemungkinan yang sangat besar segala software terkait dengan VR dan AR tidak perlu diposisikan di PC tetapi dapat dialihkan ke cloud storage. Jaringan ini juga memungkinkan perangkat VR dan AR yang masih berkabel dapat menjadi perangkat yang tidak sepenuhnya bergantung pada masalah kabel. Selain itu, dengan latensi yang rendah, jaringan 5G memungkinkan pengurangan rasa mual yang disebabkan oleh alat VR dan AR pada saat pengguna menggunakannya. Perusahaan Huawei telah berpengalaman terkait masalah cloud yang bisa meminimalisir lagging, dan dikatakan bahwa pengalaman gaming AR via cloud jauh lebih realistis dengan kualitas video yang tinggi.


Telekomunikasi seluler berevolusi begitu pesat, perubahan-perubahan ini membawa kegunaan baru bagi masyarakat dan sekitarnya. Dengan kehadiran teknologi 5G dapat membuat kontribusi signifikan bagi pengguna untuk meningkat kualitas hidup. Teknologi ini menawarkan kecepatan data yang tinggi serta membuat komunikasi satu dengan lebih efisien. Walaupun beberapa negara telah mengimplementasikan jaringan 5G, teknologi ini masih terus dikembangkan agar mencapai hasil serta dampak yang maksimal bagi para pengguna. Jaringan seluler generasi kelima  ini merupakan kemajuan besar bagi industri seluler.