Dampak Penggunaan Artificial Intelligence

sumber: https://futureoflife.org/background/benefits-risks-of-artificial-intelligence/

Sebelum membahas mengenai dampak penggunaan AI, mari kita simak apa yang dimaksud dengan AI itu sendiri. AI atau artificial intelligence adalah suatu teknologi yang menambahkan kecerdasan  buatan ke dalam suatu sistem. Banyak kesalahpahaman yang menganggap AI pasti berbentuk robot yang memiliki karakteristik manusia. Padahal, AI sudah ada dalam berbagai bentuk, seperti SIRI , self-driving cars,  algoritma pencarian pada Google, dan senjata automatis. Pada saat ini, penerapan Artificial Intelligence lebih kepada narrow AI. Narrow AI adalah kecerdasan  buatan yang didesain untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil (cth. Facial recognition atau internet search). Bagaimanapun, tujuan jangka panjang pengembangan AI adalah membentuk strong AI. Kalau narrow AI hanya mampu melakukan beberapa pekerjaan kecil yang bias dilakukan manusia, sedangkan strong AI mampu menirukan manusia itu sendiri.

Dengan menggunakan AI dalam kehidupan, manusia akan memperoleh beberapa keuntungan, seperti: meningkatkan keefesiensian kerja, akurasi yang tinggi dalam pekerjaan, mengurangi biaya pelatihan dan operasi, meningkatkan proses kerja. Seperti yang dikatakan sebelumnya, AI pada saat ini sangat baik dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil yang berulang-ulang. Selain itu, dikarenakan AI ditanamkan dalam suatu mesin, tidak seperti manusia, maka AI dapat bekerja dalam waktu 24×7 jam.  Hal itu berarti dengan menggunakan 1 mesin dapat menggantikan 2 pegawai yang bekerja 1 shift saing dan 1 shift malam. Hal tersebut akan meningkatkan efisiensi pekerjaan dan keuntungan pada suatu perusahaan. Kelebihan lain dai AI adalah akan terhindar dari human error yang mungkin terjadi karena pekerjaan yang dilakukan mesin akan memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada manusia.

Akan tetapi, setiap hal pasti memiliki sisi positif dan negatifnya. Bahkan, Elon Musk selaku CEO SpaceX dan CEO Tesla , Inc.  memperkirakan bahwa AI akan menjadi ancaman terbesar manusia di masa depan. Hal tersebut diperkirakan dikarenakan perkembangan AI yang akan sangat pesat dan akan menggantikan manusia dalam berbagai hal dan pekerjaan. Bahkan, Stephen Hawking tidak menyetujui dengan pengembangan di bidang AI. Hal tersebut juga akan berdampak pada pengurangan secara massal pekerjaan manusia. Banyak manusia yang akan menjadi pengangguran dikarenakan hal tersebut. Maka dari itu masa depan manusia akan ditentukan oleh manusia itu sendiri , baik dari sisi positifnya maupun megatifnya.

Sumber Penulisan/Daftar Pustaka : https://futureoflife.org/background/benefits-risks-of-artificial-intelligence/

Nikolas Nasir