Hubungan Yang Tidak Baik Dengan Makanan: Apa Itu Eating Disorder? (You are not alone!)

Ilustrasi: kesehatan-ibuanak.net

Halo, Psikopedia friends. Semoga semuanya dalam keadaan yang baik-baik saja, ya! Di pembahasan kali ini, yuk kita saling merefleksikan diri.

Pernah gak kalian melontarkan atau mendengar kata-kata ini di sekitar lingkungan kalian?

“Hari ini aku belum makan seharian!”

“Aku makan hari ini banyak banget ga bisa kekontrol!”

Nah, kalau kalian pernah berada dalam situasi itu, ternyata hal itu tidak bisa disepelekan loh friends. Jika sudah kronis, bisa jadi hal tersebut adalah pemicu sebuah gangguan yang disebut sebagai eating disorder.

Apa itu Eating Disorder?

Eating disorder merupakan penyakit mental yang kompleks berhubungan dengan gangguan dalam perilaku, pikiran, atau sikap terhadap makanan, makan, hingga berat maupun bentuk tubuh. Gangguan ini mengganggu kehidupan seseorang yang berpengaruh juga terhadap konsekuensi medis, psikiatrik, serta psikososial yang berbahaya.

Salah satu publik figur terkenal yang pernah mengidap eating disorder bulimia adalah Princess Diana yang digambarkan pada serial Netflix berjudul “The Crown” di season 4. Beliau mengungkapkan gangguan yang ia alami tersebut pada sebuah wawancara di tahun 1995 dengan BBC Panorama. Saat diwawancarai, Princess Diana sudah pulih setelah beberapa tahun mencari pengobatan. Berkat keberanian beliau melalui pengungkapan tersebut, Princess Diana secara tidak langsung membantu banyak rakyat yang mengidap hal serupa untuk mencari bantuan sehingga kejadian tersebut disebut sebagai Diana Effect.

Selain itu, terdapat buku tentang pengidap eating disorder berjudul Positively Caroline: How I Beat Bulimia For Good.. And Found Real Happinessyang menceritakan tentang perjuangan Caroline dalam mengidap eating disorder dan bagaimana ia menemukan kebahagiaannya kembali. Untuk kalian yang hobi baca, bisa direkomendasikan untuk baca secara lengkap bukunya karena pastinya akan menambah insight kita tentang hal yang masih cukup tabu di Indonesia.

Klasifikasi Eating Disorder 

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), beberapa jenis eating disorder yang paling umum diklasifikasikan sebagai:

  1. Binge Eating Disorder (BED): Ketidakmampuan untuk mengontrol pola makan sehingga akan makan makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat.
  2. Other specified feeding and eating disorders (OSFED): Pengidap OSFED tidak memenuhi kriteria untuk didiagnosis dengan eating disorder lain, namun tetap menunjukkan banyak gejala gangguan makan lainnya.
  3. Bulimia nervosa: Mengalami kurangnya kendali dan akan memakan makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat. Pengidap bulimia sering merasa bersalah dan malu selama atau setelah episode tersebut dan akan melakukan perilaku kompensasi dengan maksud untuk mencegah kenaikan berat badan.
  4. Anorexia: Pengidap mengalami penurunan berat badan yang ekstrim karena dengan sengaja membatasi makanan disebabkan oleh ketakutan yang intens akan kenaikan berat badan.

Penyebab

  1. Genetika dan biologi: Individu tertentu memiliki kemungkinan pada gen yang meningkatkan risiko terkena eating disorder. Faktor biologis meliputi perubahan kimia pada otak yang dapat memicu eating disorder.
  2. Kesehatan psikologis dan emosional: Pengidap eating disorder memiliki kemungkinan dalam mengalami masalah psikologis dan emosional yang berkontribusi pada gangguan tersebut. Mereka mungkin memiliki harga diri yang rendah, perfeksionisme, perilaku impulsif, maupun tekanan yang berasal dari lingkungan.

Cara membantu orang terdekat yang mengidap eating disorder

  1. Mempelajari tentang eating disorder dari berbagai sumber.
  2. Berhati-hati dalam apa yang ingin kita ucapkan agar dapat membantu mengurangi kecemasan pengidap dan tidak memperkeruh keadaan.
  3. Memberikan perhatian melalui simpati maupun empati.
  4. Membantu mengarahkan ke bantuan profesional, seperti psikolog dan psikiater baik secara online (Halodoc, Ibunda.id, Riliv, dan lain-lain) maupun offline (layanan konseling dari rumah ibadah maupun berbayar ke klinik atau rumah sakit)
  5. Tidak menyepelekan masalah, seperti dengan kata-kata sejenis “tinggal makan aja” atau “tinggal ga usah makan” karena ini membuat pengidap merasa tidak mendapat keamanan loh, friends.

Reminder untuk kita agar tidak self-diagnose ya, Psikopedia friends. Kita boleh waspada akan gejala-gejala, namun ingat untuk seek out for professional help (sudut pandang yang netral dan objektif) jika memang dibutuhkan!

Referensi

Anorexia nervosa. (2022, July 19). NEDC. https://nedc.com.au/eating-disorders/eating-disorders-explained/types/anorexia-nervosa/ 

Binge eating disorder (BED). (2022, July 19). NEDC. https://nedc.com.au/eating-disorders/eating-disorders-explained/types/binge-eating-disorder/ 

Bulimia nervosa. (2022, July 19). NEDC. https://nedc.com.au/eating-disorders/eating-disorders-explained/types/bulimia-nervosa/ 

Eating disorders – Symptoms and causes. (2018, February 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/eating-disorders/symptoms-causes/syc-20353603 

Miller, C. A. (2013). Positively Caroline: How I beat bulimia for good … and found real happiness.

Other specified feeding and eating disorders (OSFED). (2022, October 13). NEDC. https://nedc.com.au/eating-disorders/eating-disorders-explained/types/other-specified-feeding-or-eating-disorders/ 

“The crown” fans are divided over the depiction of princess Diana’s struggle with bulimia. (2020, November 18). Prevention. https://www.prevention.com/health/health-conditions/a34687066/princess-diana-bulimia-the-crown/ 

What is an eating disorder? (2022, July 22). NEDC. https://nedc.com.au/eating-disorders/eating-disorders-explained/the-facts/whats-an-eating-disorder/

Penulis: Novia Cuyanto