Fight or Flight Response

Hai Hai, Psytroopers! Ketemu lagi di artikel Psikopedia. Kali ini, artikel akan membahas mengenai “Fight or Flight Response”. Wahh, dari judulnya sudah sangat menarik bukan? Yuk, kita lihat pembahasannya!

 

Setiap manusia pasti mempunyai masalah yang terjadi di dalam kehidupannya. Kita juga tidak asing lagi untuk mendengar kata ‘stress’ dalam kehidupan. Stress dapat diartikan seperti ungkapan perasaan yang kita alami saat merasa kewalahan saat menghadapi situasi tertentu. 

Psikolog asal Amerika, Walter Cannon, pada tahun 1929 menyebutkan istilah fight of flight, istilah yang menjelaskan kondisi fisik dan mental seseorang ketika menghadapi suatu ancaman di depannya. Ada dua reaksi seseorang ketika menghadapi hal tersebut, yaitu akan dihadapinya (fight) atau melarikan diri untuk menghindari (flight). Reaksi ini tidak hanya muncul ketika ancaman terjadi, namun juga ketika stress atau kejadian pemicu trauma. 

 

Amigdala, bagian otak yang berperan dalam mengenali rasa takut. Saat dalam keadaan stress, amigdala akan mengirimkan sinyal ke hipotalamus. Hipotalamus akan merangsang sistem saraf otonom yang terdiri saraf simpatis dan parasimpatis. Saraf simpatis inilah yang menjalankan respon fight or flight. Reaksi yang akan dikeluarkan akan bergantung pada sistem mana yang mendominasi saat adanya bahaya. Pada saat menghadapi situasi tersebut, baik respon fight or flight, manusia membutuhkan energi. Maka dari itu, tubuh mulai melepas hormon-hormon yang dibutuhkan untuk mendapatkan energi. Saat stress terjadi, stimulus ditangkap dalam panca indra dan diteruskan ke dalam otak. Nantinya, informasi akan diproses dan pada saat dianggap  ancaman, otak dapat menghitung besar atau kecil ancaman tersebut dan dapat memutuskan apakah dihadapi atau lari.

 

Jika kita bisa melatih diri untuk memiliki tools dalam menghadapi masalah dengan tepat, nantinya pikiran tidak akan mudah dibajak oleh emosi dan selalu merespons dalam bentuk tindakan emergensi, dan keputusan yang diambil dari pikiran yang kritis dengan perasaan yang tenang dan fokus. Oleh karena itu Psytroopers, Pandey (2022) memaparkan langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika menghadapi masalah: 

 

  1. Mengartikan dan memperjelas masalah yang terjadi. Duduk dengan tenang, lalu pikirkan siapa aja yang terlibat dalam masalah ini, dan bagaimana masalah ini terjadi. 
  2. Apa sumber daya yang kita punya untuk menghadapinya?, carilah apa yang sudah dilakukan selama ini untuk menyelesaikan masalah serupa dan cIri berbagai strategi dan cara lain dalam mengatasi masalah.
  3. Perlu pertimbangan daya tolak dan daya dukung lingkungan terhadap masalah yang dihadapi. Berpikirlah sebelum bertindak apa konsekuensi yang akan dihadapi.
  4. Memahami emosi yang muncul dalam pikiran-pikiran negatif yang terjadi akibat masalah tersebut. Dengan memahami emosi, kita bisa memiliki penerimaan diri sepenuhnya, dan memiliki rasa aman untuk diri. 
  5. Dapat diperlukan healing tertentu  untuk menenangkan diri untuk menjadikan emosi menjadi lebih stabil. Walaupun belum tentu sudah dapat menyelesaikan masalahnya, tetapi kita sudah merasa tenang. 
  6. Ingat bahwa menyelesaikan masalah diperlukan keberanian untuk mengambil tanggung jawab, yang seringkali bertentangan dengan keinginan manusia yang hampir cenderung untuk mengambil pilihan yang mudah. 
  7. Tidak sungkan untuk meminta bantuan atau melakukan konsultasi dengan ahlinya,  ketika sudah merasa tidak mampu untuk menghadapi sendirian. 

 

Sekian pembahasan mengenai fight or flight response, aku harap dengan adanya artikel ini dapat membuat psytroopers dapat menghadapi suatu masalah dengan tepat, baik bagaimana cara merespons dan cara menanganinya dengan baik sehingga dapat terciptanya keputusan yang diambil dari pikiran yang kritis. Salam penutup, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan sampai bertemu kembali di artikel psikopedia lainnya! 

 

Referensi : 

 

Cherry, K. (2022, November 7). How the Fight or Flight Response Works. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-the-fight-or-flight-response-2795194

Faradiba, N., & Sumarningtyas, H. K. N. (2023). Apa Itu Fight or Flight, Reaksi Tubuh Saat Merasa Terancam? Halaman all. KOMPAS.com. https://www.kompas.com/sains/read/2023/01/09/130100323/apa-itu-fight-or-flight-reaksi-tubuh-saat-merasa-terancam?page=all

Lianasari, D. (2009). Sumber Stres Karyawan Lini Depan Perbankan : Studi Kasus PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK Kantor Cabang Jakarta-Pasar Minggu dan Depok. https://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126934-6637-Sumber%20stres-HA.pdf

Pandey, F. (2021, April 15). Fight or Flight, Respon Mekanisme Tubuh Menghadapi Masalah, Stress dan Takut. Greenhouse Gas (GHG) Emission Validator/Verifier. https://fhandypandey.com/fight-or-flight-respon-mekanisme-tubuh-menghadapi-masalah-stress-dan-takut-2014/