Salah Jurusan pada Mahasiswa

Salah Jurusan pada Mahasiswa

Halo, teman-teman! Kembali lagi dengan Psikopedia yang pastinya membahas topik-topik menarik tentang psikologi.  

Pernah gak selama kuliah ini merasa salah jurusan? Misalnya, merasa tertekan saat menjalani perkuliahan dan kamu merasa terbebani dan tidak tertarik dengan tugas-tugas yang diberikan atau kamu tidak dapat menjelaskan mengapa kamu masuk jurusan tersebut? Kalau kamu merasakan tiga hal ini, bisa jadi kamu salah jurusan loh! 

Hasil penelitian dari Indonesia Career Center Network (ICCN) membuktikan bahwa setidaknya terdapat 87% mahasiswa Indonesia mengakui bahwa jurusan yang ia pilih tidak sesuai dengan minatnya. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa salah jurusan akan berdampak pada studi seseorang. Dampak yang mungkin terjadi ketika seseorang mengambil jurusan yang tidak sesuai minatnya adalah mereka tidak bisa menyelesaikan masa studinya tepat waktu. Dampak lain juga bisa jadi mereka tidak maksimal untuk mengejar hasil yang baik. Hal ini disebabkan karena seseorang merasa terbebani dengan tugas-tugas yang diberikan, tidak menunjukan ketertarikannya pada studi yang ia ambil, dan merasa tertekan saat menjalani perkuliahan. 

Lalu, bagaimana jika terlanjur salah jurusan? 

Pertama, kamu harus sadar terlebih dahulu jika studi yang kamu jalani tidak sesuai dengan minat dan bakat. Jika kamu benar-benar tidak cocok dengan jurusan yang sedang kamu jalani, kamu dapat mempertimbangkan untuk pindah jurusan. Namun, kamu harus memastikan terlebih dahulu apakah jurusan lain sudah cocok denganmu. Pilihan lain adalah kamu dapat mendalami jurusan yang kau minati ketika kamu menjalani S-2 nanti. Namun, jangan khawatir karena banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya loh! 

Terdapat dua cara agar kamu dapat mempertimbangkan jurusan apa yang cocok untuk kamu. Pertama, mengenali diri sendiri. Kedua, kamu bisa mengambil tes psikologi yang dapat membantu untuk mengetahui minat bakatmu. Kita ulas satu-persatu yuk! 

  • Mengenali diri sendiri. 

Menurut pakar positive psychology, Dana (2017) mengatakan bahwa terdapat beberapa pertanyaan yang dapat kamu lontarkan untuk diri sendiri ketika kamu ingin mendalami dan mengenal diri sendiri. Pertanyaan tersebut diantaranya: 

  • Apa bidang atau mata pelajaran yang kamu sukai? 

Misalnya, kamu suka membaca suatu fenomena yang menarik, berarti kamu memilih jurusan yang banyak membaca seperti psikologi atau hubungan internasional. Contoh lain adalah ketika kamu suka menggambar, maka kamu bisa mengambil jurusan arsitektur atau desain. 

  • Lebih suka belajar kelompok atau individu? 

Banyak jurusan yang dapat melibatkan orang banyak. Namun, tidak dipungkiri bahwa era sekarang mengharuskan kita untuk berinteraksi dengan orang banyak. Beberapa jurusan juga banyak yang mengerjakan tugas secara individu. Dengan mempertimbangkan hal ini, maka kamu akan lebih nyaman ketika melakukan studi nanti. 

  • Apakah terdapat hal yang kamu tidak sukai? Ketika kamu melakukan hal tersebut apakah kamu senang melakukannya? 

Ketika kita melakukan hal yang tidak kita sukai, maka makin sulit untuk menyelesaikan tugas tersebut. Cari tahu apa yang kamu tidak sukai sangat penting untuk membantu memilih jurusan. Contohnya, ketika kamu tidak suka berhitung, maka hindari jurusan yang banyak menghitung seperti statistika dan matematika. 

  • Mengikuti Tes Psikologi

Banyak sekali tes psikologi yang dapat diikuti. Bahkan di era sekarang, kita bisa mengikuti tes psikologi lewat website terpercaya. Kamu juga bisa datang ke psikolog untuk tes minat dan bakat atau mengkonsultasikan minat dan bakatmu loh! Langkah ini bisa menjadi bahan pertimbanganmu ketika hasilnya keluar nanti. Salah satu contoh tes psikologi adalah tes MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator. Tes ini merupakan salah satu tes tipe kepribadian yang dapat membantu kamu membantu mengetahui kepribadian seseorang. Dengan tes ini, kamu dapat mengenali karaktermu. Dengan mengenali karakter, kamu dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan kamu. Kedua adalah skills assessments dan intelligence tests. Tes ini membantu menentukan ketertarikan apa yang kamu miliki. Semakin kamu tertarik dengan sesuatu, kamu akan lebih termotivasi untuk menjalaninya. Intelligence test juga dapat membantu untuk kemampuan verbal, logika, dan kreativitas. 

Selain kedua cara tersebut, terdapat tips yang tidak kalah penting, yaitu kamu bisa mendengarkan saran orang lain. Mendengarkan saran orang lain ini berarti kamu bisa membuka diri atas saran dan tanggapan orang lain. saran, dan tanggapan ini dapat membantu kamu untuk mempertimbangkan jurusan. Mungkin kondisi setiap orang tidak mungkin sama, tetapi saran itu juga sangat penting agar kita mendapat insight yang berbeda. Kamu juga bisa bertanya kepada lulusan atau mahasiswa dari jurusan yang kamu tempuh. Dengan hal ini, kamu bisa mendapatkan gambaran yang jelas bagaimana kamu menempuh studi nanti. Perlu diingat bahwa perjalanan meraih masa depan itu tidak mudah. Ada masanya kita bimbang menentukan jurusan dan ada masa juga kita cekcok dengan keluarga karena pilihan yang kita sukai tidak direstui oleh keluarga. Semoga artikel ini dapat membantu untuk kamu yang sedang galau dengan jurusan dan sedang milih jurusan ya!

Sampai jumpa di Psikopedia selanjutnya! 

Referensi: 

Doyle, A. (2021). Personality Tests to Help You Pick the Right Career. The Balance Careers. Retrieved 21 December 2021, from https://www.thebalancecareers.com/career-personality-test-jobs-2058713

Dunn, D. (2017). Choosing a College Major. Psychology Today. Retrieved 21 December 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/head-the-class/201706/choosing-college-major

Purba, D. V. (2016, April). Penyesuaian diri mahasiswa yang kuliah di jurusan yang tidak diminati. In Prosiding Seminar Nasional Psikologi (Vol. 2).

Utama, F. (2020). Survei 87 Persen Mahasiswa di Indonesia Salah Jurusan. Inews.id. Retrieved 21 December 2021, from https://www.inews.id/news/nasional/survei-87-persen-mahasiswa-di-indonesia-salah-jurusan

Penulis: Andini Titis Galih Utami

Andini Titis Galih Utami